OPEC+ memutuskan mempertahankan target produksi minyak tidak berubah hingga Desember 2026, sementara Brent kontrak Desember jatuh tempo pada 30 Oktober di US$117,64 per barel setelah sempat menyentuh US$118. Kontrak Januari yang kini paling aktif ditutup lebih rendah di US$113,43, sehingga kurva harga berada dalam kondisi backwardation, yaitu harga kontrak terdekat lebih tinggi dari kontrak berikutnya. Kondisi ini mencerminkan pasar yang ketat akibat risiko pasokan dari konflik di kawasan Teluk.

Apa Arti Keputusan OPEC+?
OPEC+ adalah kelompok produsen yang terdiri dari anggota OPEC dan sekutunya seperti Rusia. Dengan mempertahankan target produksi, OPEC+ tidak menambah pasokan untuk meredam harga, meski minyak naik tajam sepanjang Oktober. Brent naik sekitar 13,6% dan WTI sekitar 15,2% bulan itu. Ekspor minyak Arab Saudi dilaporkan naik pada Oktober, tetapi kenaikan tersebut belum cukup untuk menenangkan pasar yang khawatir terhadap gangguan di Selat Hormuz.
Keputusan ini juga memberi sinyal bahwa produsen memilih menunggu perkembangan geopolitik sebelum mengubah kebijakan. Pasar akan memantau apakah ada pertemuan tambahan jika harga terus naik atau jika terjadi gangguan pasokan besar.
Mengapa Kontrak Desember Ditutup Lebih Tinggi?
Pada hari jatuh tempo, harga kontrak terdekat mencerminkan kebutuhan fisik minyak dalam waktu dekat. Ketika pasokan dirasa ketat, pembeli bersedia membayar lebih untuk minyak yang tersedia segera. Serangan ranjau terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan klaim serangan Houthi ke fasilitas minyak Saudi memperbesar kekhawatiran tersebut. Akibatnya, kontrak Desember naik sekitar 2,4% pada hari terakhirnya dan ditutup sekitar US$4,2 di atas kontrak Januari.
Apa Itu Backwardation?

Backwardation terjadi saat harga kontrak berjangka yang lebih dekat lebih mahal daripada kontrak yang lebih jauh. Kondisi ini biasanya menandakan pasokan saat ini ketat. Kebalikannya, contango, terjadi saat kontrak jauh lebih mahal, biasanya ketika pasokan melimpah dan biaya penyimpanan tinggi. Penjelasan lengkap keduanya ada di contango dan backwardation.
Bagi trader yang memegang posisi beli dan melakukan roll dari kontrak dekat ke kontrak jauh, backwardation memberi keuntungan roll karena menjual kontrak mahal dan membeli kontrak lebih murah. Bagi posisi jual, kondisinya sebaliknya.
Mengapa Harga di Grafik Bisa Tampak Turun Tiba-tiba?
Banyak platform menampilkan harga kontrak aktif. Saat kontrak Desember berakhir dan grafik beralih ke kontrak Januari, harga di layar bisa tampak turun beberapa dolar meski harga pasar sebenarnya tidak bergerak sebesar itu. Trader perlu memahami pergantian kontrak ini agar tidak salah membaca level teknikal atau mengira terjadi penurunan tajam.
Bagaimana Pergerakan Awal November?
Pada sesi Asia Senin, 2 November, Brent kontrak aktif turun ke sekitar US$110,3 dan WTI ke sekitar US$100,8, keduanya turun lebih dari 2,5%. Penurunan dipicu pernyataan pemerintah AS yang lebih memilih penyelesaian diplomatik dengan Iran. Namun, laporan dua kapal tanker yang terbakar setelah terkena ranjau menunjukkan risiko pasokan tetap ada.
Bagaimana Proyeksi Lembaga Keuangan?
Goldman Sachs menaikkan proyeksi Brent untuk Desember 2026 ke US$105 per barel dari US$90. Sementara itu, Saxo Bank memperkirakan minyak bisa turun ke kisaran US$70–90 setelah konflik berakhir, lebih tinggi dari kisaran US$60–70 sebelum perang. Perbedaan proyeksi ini menunjukkan arah minyak sangat bergantung pada skenario geopolitik.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Sebagai pengimpor bersih minyak, Indonesia menanggung biaya lebih besar saat harga tinggi. Neraca migas September defisit US$2,31 miliar. Harga BBM nonsubsidi ditahan pada 1 November, dengan Pertamax Rp15.950 per liter, tetapi tekanan biaya tetap ada. Analisis dampak minyak di atas US$110 terhadap rupiah dan APBN ada di minyak di atas 110 dolar, dampak ke rupiah dan APBN.
Bagaimana Perbandingan Harga Kontrak dan Proyeksi?
| Acuan | Harga (US$/barel) |
|---|---|
| Brent Desember, jatuh tempo 30 Okt | 117,64 |
| Brent Januari, 30 Okt | 113,43 |
| Brent kontrak aktif, 2 Nov sesi Asia | sekitar 110,3 |
| Proyeksi Goldman Sachs Des 2026 | 105 |
Tabel ini menunjukkan pasar fisik jangka pendek masih ketat, tetapi pasar berjangka dan proyeksi lembaga memperkirakan harga lebih rendah dalam beberapa bulan. Jika risiko pasokan mereda, selisih antara kontrak dekat dan jauh biasanya menyempit. Pergerakan minyak sebelumnya dibahas di minyak WTI kembali ke US$102,78.
Apa yang Perlu Dipantau Trader?
- Kelanjutan mediasi Qatar dan pernyataan AS–Iran setelah pemilu sela.
- Insiden pelayaran di Selat Hormuz.
- Laporan persediaan EIA pada Rabu malam WIB.
- Struktur kurva berjangka; jika backwardation menyempit, itu tanda pasar mulai menilai pasokan lebih longgar.
Informasi resmi produsen tersedia di OPEC, dan spesifikasi kontrak Brent di ICE.
Perdagangan berjangka, forex, dan komoditas berisiko tinggi. Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa keputusan OPEC+ terbaru?
Mempertahankan target produksi minyak tidak berubah hingga Desember 2026.
Berapa harga Brent kontrak Desember saat jatuh tempo?
Sekitar US$117,64 per barel pada 30 Oktober 2026.
Apa itu backwardation?
Kondisi saat harga kontrak berjangka terdekat lebih tinggi dari kontrak berikutnya, biasanya karena pasokan ketat.
Mengapa harga di grafik bisa turun saat pergantian kontrak?
Karena grafik beralih dari kontrak yang jatuh tempo ke kontrak berikutnya yang harganya lebih rendah dalam kondisi backwardation.
Berapa proyeksi Brent menurut Goldman Sachs?
US$105 per barel untuk Desember 2026, naik dari proyeksi sebelumnya US$90.
