Harga minyak WTI naik 2,88% ke US$102,78 per barel pada 28 Oktober 2026, sehari setelah sempat turun di bawah US$100. Brent juga naik 1,26% ke US$115,32. Pemulihan cepat ini menunjukkan bahwa premi risiko geopolitik terkait Timur Tengah masih kuat, dan harapan de-eskalasi AS–Iran belum cukup untuk menurunkan harga secara berkelanjutan.

Apa yang Terjadi dalam Dua Hari Terakhir?
| Tanggal | WTI | Brent | Pemicu |
|---|---|---|---|
| 27 Oktober | Sempat di bawah US$100 | sekitar US$115,50 | Harapan de-eskalasi AS–Iran |
| 28 Oktober | US$102,78 (+2,88%) | US$115,32 (+1,26%) | Harapan memudar, risiko pasokan |
Penurunan pada 27 Oktober dibahas di minyak WTI turun di bawah US$100.
Mengapa Minyak Kembali Naik?
- Harapan de-eskalasi belum terwujud. Pasar membutuhkan bukti konkret, bukan sekadar sinyal.
- Premi risiko pasokan tetap tinggi selama jalur pelayaran di Timur Tengah berisiko. Konsep ini dibahas di premi risiko geopolitik harga minyak.
- Aksi beli di bawah US$100, level psikologis yang menarik pembeli.
- Dolar sedikit melemah setelah FOMC, membuat minyak lebih murah bagi pembeli non-dolar.
Mengapa Selisih Brent dan WTI Menyempit?
Selisih Brent–WTI kini sekitar US$12,5, lebih sempit dibanding sekitar US$15 sehari sebelumnya, karena WTI naik lebih cepat. Selisih ini tetap lebar secara historis, mencerminkan gangguan pasokan yang lebih terasa di luar AS. Pembahasan sebelumnya ada di selisih Brent–WTI melebar.
Bagaimana Minyak Memengaruhi Bank Sentral?

Harga energi menjadi alasan utama beberapa bank sentral kembali mengetatkan kebijakan. Bank of Canada, yang menaikkan suku bunga ke 2,5% pada hari yang sama, menyebut perkembangan Timur Tengah sebagai risiko utama. OBR Inggris juga mengaitkan proyeksi inflasi 3,5% pada 2027 dengan harga energi. Dengan kata lain, minyak yang tinggi memperpanjang era suku bunga tinggi.
Apa Level Penting WTI?

| Level | Harga (US$) | Keterangan |
|---|---|---|
| Resistance psikologis | 105,00 | Angka bulat berikutnya |
| High sebelumnya | 101,20 | Kini menjadi support terdekat |
| Level psikologis | 100,00 | Penentu arah |
| Support psikologis | 95,00 | Angka bulat |
Level 105 dan 95 adalah angka bulat ilustratif, bukan hasil perhitungan indikator.
Bagaimana Dampaknya ke Mata Uang dan Indonesia?
| Pihak | Dampak minyak tinggi |
|---|---|
| CAD dan NOK | Cenderung terdukung |
| JPY dan INR | Tertekan sebagai importir energi |
| Rupiah | Tertekan, karena kebutuhan dolar untuk impor |
| APBN Indonesia | Beban subsidi dan kompensasi naik |
Dampak terhadap Indonesia dibahas di minyak di atas US$110 dan dampaknya ke rupiah dan APBN.
Mengapa Minyak Begitu Sensitif terhadap Berita Geopolitik?
Pasar minyak memperhitungkan bukan hanya pasokan hari ini, tetapi juga risiko gangguan pasokan di masa depan. Sebagian besar pasokan minyak dunia melewati jalur sempit seperti Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Ancaman terhadap jalur tersebut membuat pembeli bersedia membayar lebih mahal untuk mengamankan pasokan.
Ketika muncul kabar de-eskalasi, sebagian premi ini langsung dilepas, sehingga harga turun cepat. Namun, jika kabar tersebut tidak diikuti langkah nyata, premi kembali masuk ke harga. Pola naik-turun cepat seperti 27–28 Oktober adalah ciri pasar yang didominasi berita geopolitik. Jalur pelayaran penting dibahas di chokepoint minyak dunia.
Bagaimana Perusahaan Minyak Bereaksi?
Harga minyak yang tinggi biasanya meningkatkan laba perusahaan produsen minyak, tetapi menekan kilang dan industri pengguna energi. Pada 27 Oktober, saham kilang seperti Valero sempat turun saat harga minyak melemah, menunjukkan sensitivitas saham energi terhadap harga minyak harian. Laporan keuangan perusahaan minyak besar kuartal III dibahas di laporan keuangan ExxonMobil, Chevron, Shell, dan BP.
Apa Skenario Minyak ke Depan?
| Skenario | Kemungkinan arah harga | Pemicu |
|---|---|---|
| De-eskalasi nyata | Turun menuju US$90–95 | Kesepakatan atau jaminan keamanan pelayaran |
| Status quo | Bertahan US$100–105 | Ketegangan berlanjut tanpa eskalasi |
| Eskalasi | Naik di atas US$110 | Gangguan nyata pada pasokan |
Skenario ini bersifat ilustratif dan bukan prediksi. Pasar dapat berpindah antarskenario dengan cepat.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Data stok minyak mentah AS dari EIA setiap Rabu malam WIB.
- Perkembangan diplomasi AS–Iran.
- Laporan keuangan perusahaan minyak besar pekan ini.
- Data PDB AS, sebagai indikator permintaan.
Catatan bagi Trader
Pergerakan hampir 3% dalam sehari setelah turun ke bawah US$100 menunjukkan volatilitas tinggi. Hitung nilai per tick kontrak minyak sebelum masuk, seperti dijelaskan di cara menghitung nilai pip forex, emas, dan minyak, dan gunakan ukuran posisi yang lebih kecil.
Data pasokan resmi tersedia di EIA, dan informasi kontrak WTI di CME Group.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa harga minyak sensitif terhadap berita geopolitik?
Karena pasar memperhitungkan risiko gangguan pasokan di jalur penting seperti Selat Hormuz. Kabar de-eskalasi menghapus sebagian premi risiko, sedangkan ketegangan baru menambahkannya kembali.
Berapa harga minyak WTI pada 28 Oktober 2026?
WTI naik 2,88% ke US$102,78 per barel, sehari setelah sempat turun di bawah US$100.
Mengapa harga minyak kembali naik?
Karena harapan de-eskalasi AS–Iran belum terwujud, premi risiko pasokan masih tinggi, ada aksi beli di bawah US$100, dan dolar sedikit melemah setelah FOMC.
Berapa selisih Brent dan WTI saat ini?
Dengan Brent US$115,32 dan WTI US$102,78, selisihnya sekitar US$12,5 per barel.
Bagaimana harga minyak memengaruhi suku bunga?
Harga minyak tinggi mendorong inflasi energi dan ekspektasi inflasi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga.
