IHSG9.064▲ 0.35%
USD/IDR17.145▼ 0.12%
Emas$4.377▲ 0.79%
WTI$60.10▼ 0.26%
DXY104.22▼ 0.11%
Bisnis-27567.89▲ 0.44%
Berita Terkini Wed, 28 Oct 2026 · 14:41
Info Broker dan Analisa Forex Harian
Komoditas

Selisih Harga Brent dan WTI Melebar ke Sekitar US$13,8 per Barel: Mengapa Minyak Timur Tengah Lebih Mahal dari Minyak AS

✍️ Redaksi KabarPialang 📅 Oktober 27, 2026 👁 5 views

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, harga minyak Brent berada di US$115,15 per barel, sementara WTI di US$101,32 per barel. Selisih keduanya sekitar US$13,8 per barel, jauh lebih lebar dibanding kondisi pasar yang tenang.

Fakta kunci: Selisih Harga Brent dan WTI Melebar ke Sekitar US$13,8 per Barel: Mengapa Minyak Timur Tengah Lebih Mahal dari Minyak AS
Harga Brent, WTI, dan selisihnya pada 27 Oktober 2026.

Brent dan WTI, Apa Bedanya?

AspekBrentWTI
AsalLaut Utara, EropaAmerika Serikat
PengirimanLewat laut, mudah dieksporBanyak lewat pipa di daratan AS
Acuan untukSebagian besar minyak dunia, termasuk AsiaPasar Amerika Utara
KepekaanTinggi terhadap risiko Timur TengahLebih dipengaruhi pasokan dan stok AS

Mengapa Selisihnya Melebar?

1. Risiko Selat Hormuz. Jumlah serangan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz pada Oktober tercatat sebagai yang terbanyak sejak 2017. Sebelum perang dimulai pada Februari, selat ini dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia. Risiko ini langsung tercermin pada Brent. Jalur-jalur kritis lain dijelaskan di chokepoint minyak dunia.

2. Serangan Houthi ke Arab Saudi. Gangguan pasokan dari produsen besar Timur Tengah menekan ketersediaan minyak untuk pasar Asia dan Eropa.

3. Pasokan AS relatif aman. Produksi dalam negeri AS tidak bergantung pada jalur laut di Timur Tengah, sehingga WTI tidak naik setinggi Brent.

4. Biaya pengiriman dan asuransi kapal di kawasan konflik ikut naik.

Pergerakan Terbaru

Pada 27 Oktober pagi, Brent turun 0,57% dan WTI turun 0,43%. Penurunan Brent sedikit lebih besar karena kabar pertemuan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dengan pejabat Iran langsung mengurangi premi risiko Timur Tengah.

Dampak ke Indonesia

  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) cenderung mengikuti Brent. Artinya, biaya impor minyak Indonesia lebih dekat ke harga Brent yang tinggi.
  • Subsidi dan kompensasi BBM dalam APBN ikut terbebani. Dampaknya dibahas di minyak di atas US$110 dan dampaknya ke Indonesia.
  • Kurs rupiah tertekan karena kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat.

Bagi Trader Komoditas

Selisih yang lebar bisa menyempit cepat jika ketegangan mereda, dan sebaliknya. Perubahan selisih ini menjadi indikator sederhana untuk membaca premi risiko geopolitik di pasar minyak, yang dijelaskan lebih lanjut di premi risiko geopolitik minyak.

Data pasar minyak resmi AS tersedia di U.S. Energy Information Administration.

Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa selisih harga Brent dan WTI saat ini?

Pada 27 Oktober 2026, Brent US$115,15 dan WTI US$101,32 per barel, sehingga selisihnya sekitar US$13,8 per barel.

Mengapa harga Brent lebih mahal dari WTI?

Brent lebih sensitif terhadap risiko Timur Tengah seperti serangan kapal di Selat Hormuz dan serangan Houthi, sementara pasokan WTI dari AS relatif aman.

Apakah harga minyak Indonesia mengikuti Brent?

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) cenderung bergerak lebih dekat ke Brent, sehingga biaya impor minyak Indonesia ikut naik saat Brent tinggi.

Redaksi KabarPialang
Redaksi KabarPialang