Pada Selasa, 27 Oktober 2026, harga minyak Brent berada di US$115,15 per barel, sementara WTI di US$101,32 per barel. Selisih keduanya sekitar US$13,8 per barel, jauh lebih lebar dibanding kondisi pasar yang tenang.

Brent dan WTI, Apa Bedanya?
| Aspek | Brent | WTI |
|---|---|---|
| Asal | Laut Utara, Eropa | Amerika Serikat |
| Pengiriman | Lewat laut, mudah diekspor | Banyak lewat pipa di daratan AS |
| Acuan untuk | Sebagian besar minyak dunia, termasuk Asia | Pasar Amerika Utara |
| Kepekaan | Tinggi terhadap risiko Timur Tengah | Lebih dipengaruhi pasokan dan stok AS |
Mengapa Selisihnya Melebar?
1. Risiko Selat Hormuz. Jumlah serangan terhadap kapal komersial di sekitar Selat Hormuz pada Oktober tercatat sebagai yang terbanyak sejak 2017. Sebelum perang dimulai pada Februari, selat ini dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia. Risiko ini langsung tercermin pada Brent. Jalur-jalur kritis lain dijelaskan di chokepoint minyak dunia.
2. Serangan Houthi ke Arab Saudi. Gangguan pasokan dari produsen besar Timur Tengah menekan ketersediaan minyak untuk pasar Asia dan Eropa.
3. Pasokan AS relatif aman. Produksi dalam negeri AS tidak bergantung pada jalur laut di Timur Tengah, sehingga WTI tidak naik setinggi Brent.
4. Biaya pengiriman dan asuransi kapal di kawasan konflik ikut naik.
Pergerakan Terbaru
Pada 27 Oktober pagi, Brent turun 0,57% dan WTI turun 0,43%. Penurunan Brent sedikit lebih besar karena kabar pertemuan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dengan pejabat Iran langsung mengurangi premi risiko Timur Tengah.
Dampak ke Indonesia
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) cenderung mengikuti Brent. Artinya, biaya impor minyak Indonesia lebih dekat ke harga Brent yang tinggi.
- Subsidi dan kompensasi BBM dalam APBN ikut terbebani. Dampaknya dibahas di minyak di atas US$110 dan dampaknya ke Indonesia.
- Kurs rupiah tertekan karena kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat.
Bagi Trader Komoditas
Selisih yang lebar bisa menyempit cepat jika ketegangan mereda, dan sebaliknya. Perubahan selisih ini menjadi indikator sederhana untuk membaca premi risiko geopolitik di pasar minyak, yang dijelaskan lebih lanjut di premi risiko geopolitik minyak.
Data pasar minyak resmi AS tersedia di U.S. Energy Information Administration.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa selisih harga Brent dan WTI saat ini?
Pada 27 Oktober 2026, Brent US$115,15 dan WTI US$101,32 per barel, sehingga selisihnya sekitar US$13,8 per barel.
Mengapa harga Brent lebih mahal dari WTI?
Brent lebih sensitif terhadap risiko Timur Tengah seperti serangan kapal di Selat Hormuz dan serangan Houthi, sementara pasokan WTI dari AS relatif aman.
Apakah harga minyak Indonesia mengikuti Brent?
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) cenderung bergerak lebih dekat ke Brent, sehingga biaya impor minyak Indonesia ikut naik saat Brent tinggi.
