Tahun 2026 menandai perubahan arah kebijakan moneter dunia. Setelah beberapa tahun pelonggaran, inflasi yang terdorong harga energi akibat konflik yang melibatkan AS dan Iran sejak Februari membuat banyak bank sentral kembali menaikkan suku bunga.
Pekan ini, lima bank sentral besar mengumumkan keputusan hanya dalam tiga hari.

Peta Tujuh Bank Sentral
| Bank sentral | Suku bunga | Langkah 2026 | Keputusan berikutnya | Perkiraan |
|---|---|---|---|---|
| The Fed (AS) | 3,75%–4,00% | Naik pada September | 28 Okt | Tahan, kenaikan Desember berpeluang besar |
| ECB (zona euro) | 2,50% (deposito) | Naik, terakhir 10 September | 29 Okt | Tahan |
| Bank of Japan | 1,25% | Naik dua kali, terakhir September | 30 Okt | Tahan, Desember berpeluang naik |
| RBA (Australia) | 4,60% | Naik empat kali | 3 Nov | Ekonom terbelah |
| RBNZ (Selandia Baru) | 2,75% | Naik Juli dan September | 28 Okt | Naik ke 3,00% |
| Bank of Canada | 2,25% | Belum bergerak | 28 Okt | Peluang naik ke 2,50% sekitar 81% |
| Bank of England | 3,75% | Belum bergerak | 5 Nov | Peluang naik sekitar 95% |
Mengapa Bank Sentral Menaikkan Suku Bunga?
- Harga energi melonjak. Brent di atas US$110 per barel dan harga gas Eropa tertinggi sejak 2022, seperti dibahas di harga gas TTF vs Henry Hub.
- Inflasi menyebar ke sektor jasa. Di Inggris, inflasi jasa naik ke 3,7%. Di Jepang, inflasi inti-inti naik ke 2,4%.
- Ekspektasi inflasi naik. Bank sentral khawatir kenaikan harga menjadi permanen jika tidak segera direspons.
Dampak ke Mata Uang
Dalam forex, yang menentukan bukan hanya level suku bunga, tetapi perbedaan arah dan kecepatan antarbank sentral:
- AUD dan NZD didukung kenaikan suku bunga yang agresif, meski sensitif terhadap sentimen risiko.
- Yen masih tertekan karena suku bunga BoJ jauh di bawah AS, tetapi ekspektasi kenaikan Desember membatasi pelemahannya.
- Pound didukung ekspektasi kenaikan BoE, tetapi dibayangi kekhawatiran fiskal.
- Dolar Kanada berpotensi menguat jika BoC mulai menaikkan suku bunga, apalagi didukung harga minyak.
- Euro menghadapi ECB yang cenderung menahan diri dan risiko politik Prancis.
Cara membaca indikator yang memengaruhi keputusan bank sentral dibahas di 7 indikator analisis fundamental forex.
Bagaimana dengan Bank Indonesia?
BI-Rate berada di 5,75%. Dengan banyak bank sentral menaikkan suku bunga, tekanan terhadap rupiah meningkat karena selisih imbal hasil menyempit. Analisisnya di selisih yield SBN dan US Treasury dan minyak di atas US$110 dan dampaknya ke rupiah.
Risiko Skenario
- Jika konflik mereda dan harga energi turun, siklus kenaikan bisa berhenti lebih cepat.
- Jika harga energi terus naik, kenaikan suku bunga lanjutan dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan pasar saham.
Data suku bunga resmi tersedia di situs masing-masing bank sentral, misalnya Bank for International Settlements.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bank sentral mana yang sudah menaikkan suku bunga pada 2026?
The Fed, ECB, Bank of Japan, RBA, dan RBNZ sudah menaikkan suku bunga pada 2026, sementara Bank of Canada dan Bank of England diperkirakan menyusul.
Kenapa banyak bank sentral menaikkan suku bunga pada 2026?
Harga energi melonjak akibat konflik di Timur Tengah sejak Februari, inflasi menyebar ke sektor jasa, dan ekspektasi inflasi meningkat.
Bagaimana dampak kenaikan suku bunga global ke rupiah?
Ketika banyak bank sentral menaikkan suku bunga, selisih imbal hasil dengan aset rupiah menyempit, sehingga tekanan terhadap rupiah bisa meningkat.
