Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menahan suku bunga acuan Official Cash Rate (OCR) di 2,75% pada Rabu, 28 Oktober 2026. Keputusan diambil lewat voting 4 berbanding 3. Pasar sebelumnya memperhitungkan peluang kenaikan hampir 90%, dan kelima bank besar Selandia Baru memperkirakan kenaikan.

Siapa Memilih Apa?
| Pilihan | Anggota |
|---|---|
| Menahan | Breman, Hansen, Williams, Gai |
| Menaikkan | Gourley, Conway, Silk |
Perbedaan tipis ini menunjukkan komite terbelah. Cara membaca voting yang terbelah dijelaskan di membaca dissent bank sentral.
Alasan Menahan
- Inflasi kuartal III turun ke 3,7% dari 4,1%.
- Inflasi tanpa bahan bakar berada di sekitar 3,0%.
- Komite menilai ada ruang menunggu data lebih lanjut.
Sinyal ke Depan
RBNZ menyatakan pengetatan kebijakan masih mungkin diperlukan. Bank sentral memperkirakan inflasi naik ke sekitar 4,4% pada kuartal Desember, terutama karena harga bahan bakar. Keputusan berikutnya pada Desember bersama Monetary Policy Statement.
Reaksi Pasar
- NZD melemah karena pasar sudah memperhitungkan kenaikan.
- Nilai tukar tertimbang NZD sudah turun sekitar 3% sejak awal September.
- Sebelum keputusan, NZD/USD berada di sekitar 0,5700.
Bandingkan dengan Australia
Pada pagi yang sama, CPI Australia justru keluar sedikit lebih tinggi dari perkiraan, sehingga peluang RBA menaikkan suku bunga pada 2–3 November tetap terbuka. Perbedaan arah ini menekan pasangan AUD/NZD naik, seperti dibahas di divergensi AUD dan NZD.
Pernyataan resmi tersedia di situs RBNZ.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa suku bunga RBNZ setelah 28 Oktober 2026?
RBNZ menahan Official Cash Rate di 2,75% pada 28 Oktober 2026 dengan voting 4 berbanding 3.
Mengapa keputusan RBNZ mengejutkan?
Pasar memperhitungkan peluang kenaikan hampir 90% dan kelima bank besar Selandia Baru memperkirakan kenaikan, tetapi RBNZ memilih menahan.
Kapan keputusan RBNZ berikutnya?
Keputusan berikutnya dijadwalkan pada Desember 2026 bersama Monetary Policy Statement.
