PMI manufaktur resmi Tiongkok turun ke 49,3 pada Oktober 2026 dari 50,1 pada September, kembali ke wilayah kontraksi, sementara PMI nonmanufaktur turun ke 49,7.
Data ini menunjukkan aktivitas ekonomi Tiongkok melemah menjelang akhir tahun. Karena Tiongkok adalah pembeli utama bijih besi, batu bara, dan berbagai komoditas, perlambatannya dapat menekan harga komoditas dan mata uang negara pengekspor seperti dolar Australia, serta memengaruhi ekspor Indonesia.

Apa Arti PMI di Bawah 50?
Purchasing Managers’ Index di bawah 50 berarti lebih banyak perusahaan melaporkan penurunan aktivitas dibanding kenaikan. Penurunan dari 50,1 ke 49,3 menandakan sektor pabrik berbalik dari ekspansi tipis ke kontraksi. PMI nonmanufaktur, yang mencakup jasa dan konstruksi, juga berada di bawah 50, sehingga perlambatan tidak hanya terjadi di pabrik.
Mengapa Aktivitas Tiongkok Melemah?
Beberapa faktor dapat menjelaskan pelemahan ini. Permintaan global melambat di tengah suku bunga tinggi di banyak negara. Harga energi yang tinggi akibat konflik Timur Tengah menambah biaya produksi. Selain itu, pasar memantau apakah pemerintah akan memberi stimulus tambahan. Sidang Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional pada 2–6 November tidak memuat agenda fiskal seperti perubahan kuota utang, sehingga stimulus besar dalam waktu dekat dinilai kurang mungkin. Bank sentral Tiongkok juga beralih menggunakan suku bunga kebijakan overnight sebagai acuan.
Bagaimana Dampaknya ke Dolar Australia?

Australia mengekspor banyak bijih besi dan batu bara ke Tiongkok. PMI yang lemah biasanya menekan AUD karena prospek ekspor memburuk. Namun, saat ini AUD juga didukung ekspektasi kenaikan suku bunga RBA ke 4,85% pada 3 November. AUD/USD bertahan di sekitar 0,7030. Kombinasi dua faktor yang berlawanan ini membuat reaksi AUD terhadap keputusan RBA lebih sulit ditebak. PMI manufaktur Australia sendiri berada di 49,6, juga di bawah 50. Pembahasan divergensi kebijakan AUD dan NZD ada di divergensi AUD/NZD.
Bagaimana Dampaknya ke Komoditas?
Logam industri seperti tembaga, bijih besi, dan perak cenderung sensitif terhadap PMI Tiongkok. Perak yang separuh permintaannya dari industri turun sekitar 18% sejak awal Oktober. Untuk minyak, dampak PMI Tiongkok saat ini tertutup faktor geopolitik, karena risiko pasokan di Selat Hormuz lebih dominan dalam menentukan harga.
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
| Aspek | Dampak potensial |
|---|---|
| Ekspor batu bara | Permintaan bisa melemah |
| Ekspor nikel dan besi baja | Bergantung pada industri baja Tiongkok |
| Neraca perdagangan | Tiongkok mitra dengan defisit terbesar |
| Rupiah | Sentimen negatif bagi mata uang Asia |
Indonesia mencatat defisit perdagangan sekitar US$21,20 miliar dengan Tiongkok dalam data yang dirilis BPS, tetapi Tiongkok tetap pasar ekspor penting untuk batu bara, nikel, dan produk baja. Menariknya, PMI manufaktur Indonesia justru naik ke 54 pada Oktober dengan pesanan ekspor tercepat sejak 2011, menunjukkan diversifikasi tujuan ekspor mulai membantu.
Bagaimana Membaca PMI Resmi dan PMI Swasta?
Tiongkok memiliki dua PMI manufaktur: PMI resmi dari Biro Statistik Nasional yang lebih banyak mencakup perusahaan besar milik negara, dan PMI swasta yang lebih mewakili perusahaan kecil dan menengah serta berorientasi ekspor. Konsensus PMI swasta Oktober berada di sekitar 52,0. Jika PMI swasta tetap di atas 50 sementara PMI resmi di bawah 50, artinya perlambatan lebih terasa di perusahaan besar dan sektor yang terkait properti. Cara membaca data pertumbuhan secara umum dibahas di membaca data PDB qoq vs yoy.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Hasil PMI swasta dan data perdagangan Tiongkok.
- Kebijakan suku bunga dan likuiditas bank sentral Tiongkok.
- Harga bijih besi, batu bara, dan tembaga.
- Keputusan RBA pada 3 November dan reaksi AUD.
Bagaimana Kaitannya dengan Keputusan RBA?
RBA akan mengumumkan keputusan pada 3 November pukul 10.30 WIB. Jika RBA menaikkan suku bunga tetapi menyinggung risiko dari perlambatan Tiongkok, AUD bisa melemah meski suku bunga naik. Sebaliknya, jika RBA fokus pada inflasi domestik, AUD bisa menguat. Pembahasan skenario RBA ada di RBA diperkirakan naik ke 4,85%. Perak dan logam industri lainnya juga ikut terpengaruh data Tiongkok, seperti dijelaskan di perak anjlok ke dekat US$49.
Apa Pelajaran bagi Trader?
Data Tiongkok sering menjadi penggerak tersembunyi bagi mata uang komoditas dan saham sektor tambang. Trader yang memperdagangkan AUD, NZD, atau saham komoditas sebaiknya memasukkan jadwal data Tiongkok dalam kalender pekanan dan memahami apakah data sudah diperhitungkan pasar.
Data resmi tersedia di Biro Statistik Nasional Tiongkok, dan data perdagangan Indonesia di Badan Pusat Statistik.
Perdagangan saham, berjangka, dan forex berisiko tinggi. Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa PMI manufaktur resmi Tiongkok Oktober 2026?
49,3, turun dari 50,1 pada September.
Berapa PMI nonmanufaktur Tiongkok Oktober 2026?
49,7, juga di bawah 50.
Apa dampak PMI Tiongkok ke dolar Australia?
PMI lemah biasanya menekan AUD karena prospek ekspor komoditas memburuk, meski saat ini AUD juga didukung ekspektasi kenaikan RBA.
Apa dampaknya bagi Indonesia?
Permintaan ekspor batu bara, nikel, dan baja ke Tiongkok bisa melemah, serta sentimen negatif bagi mata uang Asia.
Apa perbedaan PMI resmi dan PMI swasta Tiongkok?
PMI resmi lebih banyak mencakup perusahaan besar milik negara, sedangkan PMI swasta lebih mewakili perusahaan kecil-menengah dan berorientasi ekspor.
