Kongres terbelah atau blue wave menjadi dua skenario utama dari pemilu sela AS 2026: jika Demokrat menguasai DPR tetapi Republik tetap memegang Senat, kebuntuan legislasi cenderung membatasi perubahan fiskal; jika Demokrat menguasai keduanya, kebijakan fiskal yang diusulkan pemerintah akan lebih sulit lolos. Pada 4 November pagi, sejumlah media AS memproyeksikan Demokrat merebut DPR, sementara Senat masih ketat.
Pasar bereaksi dengan yield Treasury 10 tahun turun 6 basis poin ke 4,906% dan indeks dolar melemah 0,32% ke 101,39.

Mengapa Komposisi Kongres Penting?
Kongres mengendalikan anggaran, pajak, dan batas utang. Presiden membutuhkan persetujuan Kongres untuk sebagian besar perubahan fiskal. Jika partai oposisi menguasai satu atau kedua kamar, kebijakan pemerintah lebih sulit diloloskan. Skenario sebelum pemilu dibahas di pemilu sela AS 3 November 2026: skenario Kongres.
Skenario 1: Kongres Terbelah

Jika DPR dikuasai Demokrat dan Senat tetap Republik, legislasi besar cenderung macet. Pemotongan pajak baru atau belanja besar sulit lolos. Defisit tidak bertambah dari kebijakan baru, tetapi juga tidak berkurang signifikan. Pasar obligasi biasanya menyambut kebuntuan karena mengurangi risiko lonjakan penerbitan utang.
Skenario 2: Blue Wave
Jika Demokrat menguasai DPR dan Senat, Kongres bisa menolak agenda fiskal pemerintah dan mengajukan prioritas sendiri. Namun, Presiden Trump tetap memiliki hak veto, seperti diingatkan Tai Hui dari J.P. Morgan Asset Management. Hasilnya bisa berupa negosiasi panjang dan kebijakan yang lebih moderat.
| Skenario | Kebijakan fiskal | Yield | Dolar |
|---|---|---|---|
| Kongres terbelah | Kebuntuan | Stabil hingga turun | Netral |
| Blue wave | Agenda pemerintah terhambat | Turun | Melemah |
| Republik bertahan di Senat 50–50 | Kebuntuan | Stabil | Netral |
Bagaimana Dampaknya ke Defisit?
Defisit AS sudah besar. Kongres yang membatasi kebijakan baru bisa mencegah defisit membengkak lebih jauh. Carsten Menke dari Julius Baer sebelumnya menilai hasil pemilu kecil kemungkinannya mengubah kondisi fiskal AS secara signifikan, karena belanja wajib dan bunga utang mendominasi anggaran.
Bagaimana Dampaknya ke Yield?
Ekspektasi defisit yang lebih kecil mengurangi pasokan obligasi di masa depan, sehingga yield tenor panjang cenderung turun. Penurunan yield 10 tahun ke 4,906% mencerminkan ekspektasi ini. Departemen Keuangan juga mengumumkan rencana penerbitan utang kuartalan pada 4 November, yang bisa memperkuat atau melemahkan tren.
Bagaimana Dampaknya ke Dolar?
Yield yang turun mengurangi daya tarik dolar. Namun, Jesper Koll dari Monex memperkirakan dolar bisa sedikit menguat karena persepsi independensi Fed yang lebih besar jika Kongres dikuasai oposisi. Dua efek ini bisa saling meniadakan dalam jangka menengah.
Bagaimana Dampaknya ke Fed?
Kongres yang lebih kuat dalam pengawasan bisa membatasi tekanan politik terhadap Fed. Peluang kenaikan suku bunga Desember sekitar 78% menurut CME FedWatch, lebih dipengaruhi data inflasi dan tenaga kerja dibanding politik. Analisis peluang Fed sebelumnya ada di ISM manufaktur AS 55,5: membaca tekanan inflasi dan peluang Fed.
Bagaimana Dampaknya ke Saham?
Kebuntuan legislasi historis sering tidak buruk bagi saham karena mengurangi ketidakpastian kebijakan besar. Namun, kekhawatiran regulasi teknologi bisa menekan saham teknologi besar. Futures Nasdaq turun 1,8% pada 4 November pagi.
Bagaimana Dampaknya ke Perdagangan Global?
Presiden memiliki kewenangan besar dalam tarif melalui perintah eksekutif. Kongres yang dikuasai oposisi bisa mengawasi lebih ketat, tetapi perubahan kebijakan tarif tetap sebagian besar di tangan pemerintah. Jesper Koll menilai kebijakan tidak akan banyak berubah karena pemerintahan banyak memakai perintah eksekutif.
Apa Implikasinya bagi Indonesia?
Yield AS yang lebih rendah dan dolar yang melemah cenderung mendukung rupiah dan pasar negara berkembang. Rupiah dibuka menguat ke Rp18.132 per dolar pada 4 November. Namun, arus keluar dana asing dari saham Indonesia dan isu MSCI tetap menjadi tekanan. Pembahasan arus modal ada di isu MSCI standalone dan arus modal asing.
Bagaimana dengan Batas Utang?
Kongres juga menentukan batas utang pemerintah. Jika Kongres terbelah, negosiasi batas utang bisa menjadi sumber ketegangan dan volatilitas pasar, seperti yang terjadi beberapa kali dalam sejarah AS. Pasar akan memantau jadwal batas utang berikutnya.
Bagaimana dengan Nominasi Pejabat Fed?
Senat menyetujui nominasi pejabat penting, termasuk anggota Dewan Gubernur Fed. Komposisi Senat memengaruhi peluang calon yang diajukan presiden untuk disetujui. Hal ini menjadi bagian dari persepsi independensi Fed.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Proyeksi akhir kendali Senat.
- Pengumuman refunding Departemen Keuangan.
- Pernyataan pimpinan Kongres tentang anggaran.
- Data tenaga kerja dan inflasi AS.
Data resmi tersedia di Congressional Budget Office dan U.S. Department of the Treasury.
Perdagangan berjangka, forex, dan saham berisiko tinggi. Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana dampaknya ke Fed?
Peluang kenaikan Desember tetap sekitar 78% dan lebih dipengaruhi data inflasi serta tenaga kerja.
Apa itu Kongres terbelah?
Kondisi ketika DPR dan Senat dikuasai partai berbeda, sehingga legislasi besar sulit lolos.
Apa itu blue wave?
Kemenangan Partai Demokrat di DPR dan Senat sekaligus.
Bagaimana dampaknya ke yield?
Ekspektasi defisit lebih kecil cenderung menurunkan yield tenor panjang.
Apakah presiden masih bisa memveto?
Ya, presiden tetap memiliki hak veto atas undang-undang dari Kongres.
Bagaimana dampaknya bagi Indonesia?
Yield AS dan dolar yang lebih rendah cenderung mendukung rupiah dan pasar negara berkembang.
