Dalam trading, cara Anda memberi perintah beli atau jual disebut order. Memahami jenis-jenis order membantu Anda masuk di harga yang direncanakan, keluar tepat waktu, dan membatasi risiko.

1. Market Order
Market order dieksekusi segera di harga terbaik yang tersedia saat itu.
- Kelebihan: pasti tereksekusi.
- Kekurangan: harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang terlihat (slippage), terutama saat pasar bergerak cepat.
2. Pending Order
Pending order adalah perintah yang menunggu harga mencapai level tertentu.
| Jenis | Posisi level | Tujuan |
|---|---|---|
| Buy limit | Di bawah harga saat ini | Membeli lebih murah, berharap harga memantul naik |
| Sell limit | Di atas harga saat ini | Menjual lebih mahal, berharap harga berbalik turun |
| Buy stop | Di atas harga saat ini | Membeli saat harga menembus naik (breakout) |
| Sell stop | Di bawah harga saat ini | Menjual saat harga menembus turun |
Contoh EUR/USD di 1,1220:
- Buy limit di 1,1190: beli jika harga turun ke support.
- Sell limit di 1,1250: jual jika harga naik ke resistance.
- Buy stop di 1,1260: beli jika harga menembus resistance.
- Sell stop di 1,1170: jual jika harga menembus support.
3. Stop-Limit Order
Gabungan stop dan limit. Saat harga menyentuh level stop, order berubah menjadi limit order di harga tertentu. Kelebihannya mengendalikan harga eksekusi, tetapi order bisa tidak tereksekusi jika harga melompat melewati batas limit.
4. Stop Loss dan Take Profit
- Stop loss (SL): menutup posisi otomatis saat rugi mencapai batas tertentu.
- Take profit (TP): menutup posisi otomatis saat target keuntungan tercapai.
Menentukan jarak SL dan TP sebaiknya mengikuti rencana risiko, seperti dijelaskan di rasio risk-reward dan win rate.
5. OCO (One Cancels the Other)
Dua order dipasang bersamaan; jika satu tereksekusi, yang lain otomatis batal. Contoh: menjelang keputusan bank sentral, pasang buy stop di atas resistance dan sell stop di bawah support. Arah mana pun yang tertembus, order lainnya dibatalkan.
Perlu diingat, saat rilis berita besar, harga bisa melompat dan menyebabkan slippage besar.
6. Trailing Stop
Stop loss yang bergerak mengikuti harga dengan jarak tetap. Jika harga naik, stop ikut naik; jika harga turun, stop tetap di tempat. Cocok untuk mengamankan keuntungan saat tren berlanjut.
Kesalahan Umum
- Tertukar antara limit dan stop. Buy limit di atas harga akan langsung tereksekusi sebagai beli di harga pasar.
- Lupa memasang stop loss.
- Memasang stop terlalu dekat di area yang sering tersentuh fluktuasi normal.
- Mengabaikan gap akhir pekan, yang bisa membuat order tereksekusi jauh dari level. Penjelasannya di gap akhir pekan dalam trading.
Catat setiap order dan hasilnya dalam jurnal trading. Penjelasan tambahan tersedia di Investopedia.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya buy limit dan buy stop?
Buy limit dipasang di bawah harga saat ini untuk membeli lebih murah, sedangkan buy stop dipasang di atas harga saat ini untuk membeli saat harga menembus naik.
Apa itu order OCO?
OCO (One Cancels the Other) adalah dua order yang dipasang bersamaan; jika satu tereksekusi, order lainnya otomatis dibatalkan.
Apa risiko market order?
Market order pasti tereksekusi, tetapi harga eksekusinya bisa berbeda dari harga yang terlihat (slippage), terutama saat pasar bergerak cepat.
