IHSG9.064▲ 0.35%
USD/IDR17.145▼ 0.12%
Emas$4.377▲ 0.79%
WTI$60.10▼ 0.26%
DXY104.22▼ 0.11%
Bisnis-27567.89▲ 0.44%
Berita Terkini Fri, 23 Oct 2026 · 15:08
Info Broker dan Analisa Forex Harian
Edukasi Trading

Margin Call dan Stop Out: Cara Menghitung Margin Level dan Batas Kerugian Sebelum Posisi Ditutup

✍️ Redaksi KabarPialang 📅 Oktober 23, 2026 👁 2 views

Dalam trading berjangka dan forex dengan sistem margin, trader hanya perlu menyetor sebagian nilai transaksi sebagai jaminan (margin). Sistem ini memungkinkan posisi besar dengan modal kecil, tetapi juga membawa risiko margin call dan stop out.

Fakta kunci: Margin Call dan Stop Out: Cara Menghitung Margin Level dan Batas Kerugian Sebelum Posisi Ditutup
Konsep margin call dan stop out.

Istilah Dasar

IstilahArti
BalanceSaldo akun tanpa memperhitungkan posisi terbuka
EquityBalance ± keuntungan/kerugian posisi terbuka
Used marginDana yang “dikunci” sebagai jaminan posisi
Free marginEquity − used margin
Margin level(Equity ÷ used margin) × 100%

Apa Itu Margin Call dan Stop Out?

  • Margin call adalah peringatan ketika margin level turun ke batas tertentu, misalnya 100%. Trader diminta menambah dana atau mengurangi posisi.
  • Stop out adalah penutupan posisi secara otomatis oleh sistem ketika margin level turun ke batas yang lebih rendah, misalnya 50%, untuk mencegah saldo menjadi negatif.

Besaran persentase ini berbeda-beda di setiap pialang dan tercantum dalam perjanjian nasabah.

Contoh Perhitungan

  • Modal (equity awal): US$1.000
  • Posisi: beli 0,5 lot EUR/USD di 1,1220
  • Leverage: 1:100
  • Used margin = 50.000 × 1,1220 ÷ 100 = US$561
  • Margin level awal = 1.000 ÷ 561 × 100% ≈ 178%

Nilai pip untuk 0,5 lot EUR/USD sekitar US$5.

Kapan margin call (100%)? Saat equity turun ke US$561, artinya kerugian US$439, atau sekitar 88 pip.

Kapan stop out (50%)? Saat equity turun ke US$280,5, artinya kerugian US$719,5, atau sekitar 144 pip.

Pergerakan 88 pip bisa terjadi dalam satu hari saat volatilitas tinggi, misalnya menjelang keputusan bank sentral. Lihat agenda pasar 26 Oktober–5 November.

Mengapa Stop Out Bisa Lebih Buruk dari Perkiraan?

Saat pasar bergerak sangat cepat atau terjadi gap harga, penutupan posisi bisa dieksekusi di harga yang lebih buruk dari batas stop out. Dalam kondisi ekstrem, saldo dapat mendekati nol.

Cara Menghindari Margin Call

  1. Gunakan ukuran posisi yang wajar. Risiko per transaksi 1%–2% dari modal jauh lebih aman.
  2. Selalu pasang stop loss, sehingga kerugian dibatasi sebelum mencapai margin call.
  3. Jangan memakai seluruh free margin. Sisakan ruang untuk fluktuasi.
  4. Hati-hati menambah posisi rugi (averaging down), karena used margin bertambah.
  5. Perhatikan jadwal rilis data dan kurangi posisi menjelang agenda besar.

Konsep titik impas juga membantu merencanakan posisi, seperti dijelaskan di 5 cara gunakan titik impas. Perhitungan ekspektasi hasil trading dibahas di rasio risk-reward dan win rate.

Pastikan Anda memahami ketentuan margin dalam perjanjian dengan pialang yang berizin; penjelasan umum tentang margin juga tersedia di Investopedia. Cara memeriksa legalitasnya ada di cara cek legalitas pialang berjangka.

Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu margin call?

Margin call adalah peringatan ketika margin level akun turun ke batas tertentu, misalnya 100%, sehingga trader perlu menambah dana atau mengurangi posisi.

Bagaimana cara menghitung margin level?

Margin level dihitung dengan rumus (equity ÷ used margin) × 100%. Contoh: equity US$1.000 dan used margin US$561 menghasilkan margin level sekitar 178%.

Apa bedanya margin call dan stop out?

Margin call adalah peringatan, sedangkan stop out adalah penutupan posisi secara otomatis ketika margin level turun ke batas yang lebih rendah.

Redaksi KabarPialang
Redaksi KabarPialang