Pasar 3 November 2026 dibuka dengan tekanan berat di Asia: KOSPI Korea Selatan anjlok sekitar 3,7%, Kosdaq 3,8%, yuan offshore melemah 0,26% ke 6,6642 per dolar, dan IHSG turun 2,01% ke 4.994,43 pada pukul 11.02 WIB. Tekanan muncul pada hari pemungutan suara pemilu sela AS.
Pada pagi yang sama, Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga ke 4,85% dan PBOC menaikkan rasio giro wajib minimum valas. Pasar Jepang libur untuk Hari Kebudayaan, sehingga likuiditas sesi Asia lebih tipis.

Mengapa KOSPI Anjlok?
KOSPI berisi banyak saham teknologi dan semikonduktor yang sensitif terhadap sentimen sektor teknologi global. Pada 2 November, Nasdaq turun 1,07% dengan tekanan pada saham terkait kecerdasan buatan, termasuk Marvell dan Oracle. KOSPI sudah turun 1,6% ke 5.637,77 pada 2 November, lalu penurunan berlanjut lebih tajam pada 3 November. Pembahasan sebelumnya ada di KOSPI anjlok 1,6% ke 5.637.
Bagaimana IHSG Bergerak?

IHSG dibuka menguat ke 5.126,53 dan sempat menyentuh 5.143,58 sekitar pukul 09.00 WIB, lalu berbalik turun ke titik terendah 4.993,20. Nilai transaksi hingga pukul 11.02 sekitar Rp3,92 triliun. Sektor infrastruktur turun 3,1%, bahan baku 2,8%, dan energi 2,7%. Saham penekan utama antara lain TLKM, BBRI, ASII, BRPT, dan BRMS.
| Indikator 3 Nov 2026 (sesi I) | Data |
|---|---|
| IHSG pukul 11.02 | 4.994,43 (−2,01%) |
| Tertinggi | 5.143,58 |
| Terendah | 4.993,20 |
| Nilai transaksi | sekitar Rp3,92 triliun |
Mengapa Yuan Melemah?
PBOC menaikkan rasio giro wajib minimum valas dari 4% ke 6% mulai 15 November, sehingga dolar di pasar domestik Tiongkok lebih langka. PBOC juga menetapkan kurs tengah 6,7150, jauh lebih lemah dari perkiraan pasar 6,6489. Langkah ini dibaca sebagai upaya memperlambat penguatan yuan. Penurunan 0,26% menjadi yang terbesar sejak Juni.
Bagaimana Rupiah?
Rupiah dibuka menguat tipis 7 poin ke Rp18.149 per dolar dari penutupan Rp18.156. Analis Ibrahim Assuaibi dari Traze Andalan Futures menyebut keputusan Trump memberi waktu lebih panjang bagi diplomasi dengan Iran meredakan ketegangan, meski risiko geopolitik belum hilang. Pemilu sela AS dan data ekonomi AS pekan ini menjadi penggerak berikutnya.
Bagaimana Komoditas Pagi Ini?
Minyak naik tipis setelah anjlok lebih dari 7% pada 2 November. Emas bergerak di sekitar US$3.948, dekat level setelah memantul dari titik terendah tahunan di sekitar US$3.870. Pasar menunggu kepastian hasil perundingan AS–Iran dan hasil pemilu.
Apa Agenda Hari Ini dan Besok?
- Pemungutan suara pemilu sela AS berlangsung sepanjang Selasa waktu AS.
- Hasil awal mulai terlihat Rabu pagi WIB.
- Inflasi kilat zona euro dan keputusan Riksbank pada Rabu.
- Pengumuman rencana penerbitan utang Departemen Keuangan AS pada Rabu.
Skenario pemilu dan dampaknya ke dolar dibahas di pemilu sela AS 3 November 2026: skenario Kongres.
Bagaimana Trader Menyikapinya?
Likuiditas tipis karena libur Jepang dan ketidakpastian pemilu membuat volatilitas berpotensi tinggi. Trader sebaiknya mengurangi ukuran posisi, memperlebar jarak stop sesuai volatilitas, dan menghindari membuka posisi besar menjelang hasil pemilu. Mekanisme penghentian sementara perdagangan di bursa seperti Korea dijelaskan di sidecar dan circuit breaker.
Bagaimana Dolar dan Yield Bergerak?
Dolar AS cenderung melemah setelah data ISM dan anjloknya harga minyak pada 2 November, dengan indeks dolar turun sekitar 0,3%. Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,90%. Menjelang pemilu, pelaku pasar cenderung mengurangi posisi besar, sehingga pergerakan dolar pada sesi Asia relatif terbatas. Reaksi lebih besar biasanya terjadi setelah hasil di beberapa negara bagian kunci mulai terlihat.
Apa Pengaruh Libur Jepang?
Tanpa partisipasi pasar Tokyo, likuiditas di sesi Asia berkurang. Pasangan yen dan indeks berjangka Asia bisa bergerak lebih tajam dari biasanya karena jumlah pelaku pasar lebih sedikit. Kondisi ini menambah risiko bagi trader yang membuka posisi besar pada pagi hari WIB, terutama saat ada pengumuman penting seperti keputusan RBA dan kebijakan PBOC.
Bagaimana Hubungan Pemilu AS dan Pasar Asia?
Hasil pemilu sela AS memengaruhi ekspektasi kebijakan fiskal, perdagangan, dan hubungan dengan Tiongkok. Bursa Asia yang banyak bergantung pada ekspor teknologi ke AS cenderung berhati-hati menjelang hasil. Jika hasil memicu kekhawatiran tarif atau defisit, tekanan bisa berlanjut; jika hasil sesuai perkiraan pasar, sebagian penurunan bisa pulih.
Apa Pelajaran dari Pergerakan Pagi Ini?
Pergerakan IHSG yang naik di awal lalu berbalik tajam menunjukkan pasar masih rapuh di sekitar level psikologis 5.000. Sentimen regional, terutama dari Korea, dan arus dana asing sangat memengaruhi arah harian.
Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan Korea Exchange.
Perdagangan berjangka, forex, dan komoditas berisiko tinggi. Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi beli atau jual. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sektor apa yang menekan IHSG pada 3 November?
Infrastruktur, bahan baku, dan energi, dengan saham seperti TLKM, BBRI, dan ASII.
Berapa penurunan KOSPI pada 3 November 2026?
Sekitar 3,7%, sementara Kosdaq turun sekitar 3,8%.
Berapa IHSG pada sesi I 3 November?
Sekitar 4.994,43 pada pukul 11.02 WIB, turun 2,01%.
Mengapa yuan melemah?
PBOC menaikkan GWM valas ke 6% dan menetapkan kurs tengah lebih lemah dari perkiraan.
Bagaimana rupiah dibuka pada 3 November?
Menguat tipis ke Rp18.149 per dolar dari Rp18.156.
Apakah pasar Jepang buka?
Tidak, pasar Jepang libur pada 3 November untuk Hari Kebudayaan.
