Harga minyak WTI sempat turun di bawah US$100 per barel pada siang hari Selasa, 27 Oktober 2026, dari sekitar US$101,20 sebelumnya. Penurunan dipicu harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Brent, acuan internasional, masih bertahan di sekitar US$115,50.

Mengapa Minyak Turun?
- Harapan de-eskalasi. Sinyal meredanya ketegangan mengurangi premi risiko pasokan.
- Aksi ambil untung setelah kenaikan tajam beberapa pekan terakhir.
- Dolar AS kuat, yang membuat minyak lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Konsep premi risiko ini dijelaskan di premi risiko geopolitik harga minyak.
Selisih Brent dan WTI Tetap Lebar
Dengan Brent di sekitar US$115,50, selisih dengan WTI sekitar US$15. Selisih yang lebar mencerminkan gangguan pasokan yang lebih terasa di luar AS, terutama di jalur pelayaran Timur Tengah. Sebelumnya selisih ini sekitar US$13,8, seperti dibahas di selisih Brent–WTI melebar.
Dampak ke Pasar Lain
| Pasar | Dampak minyak turun |
|---|---|
| Emas | Naik karena ekspektasi inflasi mereda |
| CAD dan NOK | Cenderung tertekan |
| Saham energi | Melemah; Valero turun 6,55% |
| Rupiah dan APBN | Positif bila berlanjut, karena biaya impor energi turun |
Yang Perlu Dipantau
- Perkembangan diplomasi AS–Iran. Harapan bisa cepat berbalik.
- Data stok minyak AS pada Rabu malam WIB.
- Keputusan FOMC yang memengaruhi dolar.
Minyak tetap berada di level tinggi secara historis. Penurunan di bawah US$100 belum berarti tren turun telah dimulai. Data resmi pasokan tersedia di EIA.
Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga minyak WTI pada 27 Oktober 2026?
WTI sempat turun di bawah US$100 per barel pada siang hari 27 Oktober 2026, dari sekitar US$101,20 sebelumnya.
Mengapa harga minyak turun?
Minyak turun karena harapan meredanya ketegangan AS–Iran, aksi ambil untung, dan dolar AS yang kuat.
Berapa selisih Brent dan WTI?
Dengan Brent di sekitar US$115,50, selisihnya dengan WTI sekitar US$15 per barel.
