IHSG9.064▲ 0.35%
USD/IDR17.145▼ 0.12%
Emas$4.377▲ 0.79%
WTI$60.10▼ 0.26%
DXY104.22▼ 0.11%
Bisnis-27567.89▲ 0.44%
Berita Terkini Mon, 26 Oct 2026 · 16:27
Info Broker dan Analisa Forex Harian
Edukasi Trading

Jenis Order dalam Trading: Market, Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, Sell Stop, Stop-Limit, dan OCO Beserta Contohnya

✍️ Redaksi KabarPialang 📅 Oktober 26, 2026 👁 1 views

Dalam trading, cara Anda memberi perintah beli atau jual disebut order. Memahami jenis-jenis order membantu Anda masuk di harga yang direncanakan, keluar tepat waktu, dan membatasi risiko.

Fakta kunci: Jenis Order dalam Trading: Market, Buy Limit, Sell Limit, Buy Stop, Sell Stop, Stop-Limit, dan OCO Beserta Contohnya
Posisi pending order terhadap harga saat ini.

1. Market Order

Market order dieksekusi segera di harga terbaik yang tersedia saat itu.

  • Kelebihan: pasti tereksekusi.
  • Kekurangan: harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang terlihat (slippage), terutama saat pasar bergerak cepat.

2. Pending Order

Pending order adalah perintah yang menunggu harga mencapai level tertentu.

JenisPosisi levelTujuan
Buy limitDi bawah harga saat iniMembeli lebih murah, berharap harga memantul naik
Sell limitDi atas harga saat iniMenjual lebih mahal, berharap harga berbalik turun
Buy stopDi atas harga saat iniMembeli saat harga menembus naik (breakout)
Sell stopDi bawah harga saat iniMenjual saat harga menembus turun

Contoh EUR/USD di 1,1220:

  • Buy limit di 1,1190: beli jika harga turun ke support.
  • Sell limit di 1,1250: jual jika harga naik ke resistance.
  • Buy stop di 1,1260: beli jika harga menembus resistance.
  • Sell stop di 1,1170: jual jika harga menembus support.

3. Stop-Limit Order

Gabungan stop dan limit. Saat harga menyentuh level stop, order berubah menjadi limit order di harga tertentu. Kelebihannya mengendalikan harga eksekusi, tetapi order bisa tidak tereksekusi jika harga melompat melewati batas limit.

4. Stop Loss dan Take Profit

  • Stop loss (SL): menutup posisi otomatis saat rugi mencapai batas tertentu.
  • Take profit (TP): menutup posisi otomatis saat target keuntungan tercapai.

Menentukan jarak SL dan TP sebaiknya mengikuti rencana risiko, seperti dijelaskan di rasio risk-reward dan win rate.

5. OCO (One Cancels the Other)

Dua order dipasang bersamaan; jika satu tereksekusi, yang lain otomatis batal. Contoh: menjelang keputusan bank sentral, pasang buy stop di atas resistance dan sell stop di bawah support. Arah mana pun yang tertembus, order lainnya dibatalkan.

Perlu diingat, saat rilis berita besar, harga bisa melompat dan menyebabkan slippage besar.

6. Trailing Stop

Stop loss yang bergerak mengikuti harga dengan jarak tetap. Jika harga naik, stop ikut naik; jika harga turun, stop tetap di tempat. Cocok untuk mengamankan keuntungan saat tren berlanjut.

Kesalahan Umum

  1. Tertukar antara limit dan stop. Buy limit di atas harga akan langsung tereksekusi sebagai beli di harga pasar.
  2. Lupa memasang stop loss.
  3. Memasang stop terlalu dekat di area yang sering tersentuh fluktuasi normal.
  4. Mengabaikan gap akhir pekan, yang bisa membuat order tereksekusi jauh dari level. Penjelasannya di gap akhir pekan dalam trading.

Catat setiap order dan hasilnya dalam jurnal trading. Penjelasan tambahan tersedia di Investopedia.

Artikel ini bersifat edukasi dan analisis, bukan rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka dan forex berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya buy limit dan buy stop?

Buy limit dipasang di bawah harga saat ini untuk membeli lebih murah, sedangkan buy stop dipasang di atas harga saat ini untuk membeli saat harga menembus naik.

Apa itu order OCO?

OCO (One Cancels the Other) adalah dua order yang dipasang bersamaan; jika satu tereksekusi, order lainnya otomatis dibatalkan.

Apa risiko market order?

Market order pasti tereksekusi, tetapi harga eksekusinya bisa berbeda dari harga yang terlihat (slippage), terutama saat pasar bergerak cepat.

Redaksi KabarPialang
Redaksi KabarPialang