IHSG Hari Ini Naik ke 8.080, Saham KICI Melejit 31% — Optimisme Pasar Meningkat

KabarPialang – IHSG Hari Ini dibuka menguat ke level 8.080 pada Kamis, 16 Oktober 2025. Saham KICI melonjak 31% disusul BLUE dan MORA. Simak analisis lengkap dan pergerakan pasar hari ini.

IHSG Hari Ini dibuka menguat di zona hijau pada sesi pembukaan Kamis, 16 Oktober 2025. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG naik 29,80 poin atau 0,37% ke posisi 8.080,97.

Sempat terkoreksi di menit awal hingga menyentuh titik terendah 8.030,77, indeks berhasil berbalik arah ke level tertingginya di 8.105,35.
Pergerakan pasar yang fluktuatif ini menunjukkan adanya antusiasme investor terhadap saham-saham domestik, terutama menjelang rilis laporan keuangan kuartal IV yang akan menjadi katalis utama pergerakan indeks hingga akhir bulan.

Pada awal sesi, 292 saham menguat, 211 saham melemah, dan 144 saham stagnan.
Total transaksi mencapai 2,37 miliar lembar saham dengan nilai Rp2,39 triliun dari 242.974 kali transaksi. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan rata-rata transaksi harian pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,8–Rp2,0 triliun.

Menurut analis Samuel Sekuritas Indonesia, kenaikan volume perdagangan ini menandakan minat beli investor mulai kembali meningkat, terutama pada saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil yang sebelumnya sempat tertekan.

Saham Top Gainers: KICI, BLUE, dan MORA Bersinar

Saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) menjadi top gainer IHSG Hari Ini dengan lonjakan 31,31% ke Rp260.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan di sektor manufaktur dan kemasan logam, serta ekspektasi peningkatan laba bersih pada kuartal akhir tahun.

Selain KICI, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) ikut melesat 24,85% ke Rp1.055, disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang menanjak 24,63% ke Rp1.265.

Menurut analis pasar dari CNBC Indonesia, lonjakan harga pada saham-saham ini menandakan adanya rotasi sektor dari komoditas ke industri dan teknologi.
“Investor mulai melihat potensi pertumbuhan jangka menengah pada emiten non-komoditas, terutama yang memiliki kinerja solid dan prospek ekspansi global,” ungkap analis tersebut.

Selain ketiga saham tersebut, beberapa saham lain yang turut mencatat kenaikan signifikan antara lain:

  • BBYB (Bank Neo Commerce) naik 8,50% ke Rp580
  • ADMR (Adaro Minerals) naik 6,73% ke Rp2.640
  • MEDC (Medco Energi) menguat 4,12% ke Rp1.770

Kenaikan saham-saham ini turut menjadi penopang penguatan IHSG Hari Ini di tengah tekanan eksternal seperti ketidakpastian suku bunga global.

Analisis Singkat: Faktor Pendorong Penguatan IHSG Hari Ini

Beberapa faktor utama yang mendorong IHSG Hari Ini naik antara lain:

  1. Stabilitas nilai tukar rupiah di kisaran Rp15.500/USD, yang memberikan kepercayaan bagi investor asing.
  2. Harga minyak dunia melemah di bawah $80 per barel, menekan biaya impor energi dan memperbaiki neraca perdagangan nasional.
  3. Kebijakan fiskal pemerintah 2025 yang pro-investasi, termasuk insentif pajak untuk sektor infrastruktur dan teknologi digital.
  4. Arus dana asing (net foreign buy) mencapai lebih dari Rp400 miliar di awal sesi perdagangan.

Menurut laporan Bloomberg, investor global mulai kembali melirik pasar Asia Tenggara karena valuasi saham yang masih relatif murah dibandingkan bursa Amerika dan Eropa.
Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat di angka 5,3% untuk tahun 2025 menjadi katalis positif bagi pasar modal.

Analis dari Mandiri Sekuritas menilai, pergerakan IHSG Hari Ini masih berpotensi melanjutkan penguatan hingga akhir pekan jika level support 8.000 mampu bertahan.
Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati terhadap potensi profit taking di saham-saham yang telah naik signifikan dalam waktu singkat.

Kinerja Bursa Global dan Dampaknya ke IHSG

Bursa global turut memberikan sentimen positif terhadap IHSG Hari Ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,42%, S&P 500 menguat 0,35%, dan Nikkei 225 Jepang menambah 0,67%.
Kenaikan bursa regional Asia turut menopang optimisme investor domestik, terutama setelah rilis data inflasi AS yang melambat ke 2,9% yoy, menambah harapan pemangkasan suku bunga The Fed di akhir tahun.

Kinerja positif di pasar saham AS juga ditopang oleh laporan keuangan sektor teknologi seperti NVIDIA, Apple, dan Microsoft, yang melampaui ekspektasi analis.
Permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor mendorong optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi digital global.

Dampaknya, IHSG Hari Ini mendapat dorongan kuat dari sektor teknologi, keuangan, dan infrastruktur, yang menjadi tiga penopang utama indeks pada sesi pagi ini.
Saham-saham seperti TLKM, BBRI, dan BBCA mencatat kenaikan antara 0,5%–1,2%, sementara WSKT dan PTPP di sektor konstruksi juga mulai rebound setelah sempat terkoreksi di pekan sebelumnya.

Strategi Investor dan Rekomendasi Saham

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG Hari Ini bergerak di rentang support 8.020 dan resistance 8.150.
Jika berhasil menembus resistance tersebut, indeks berpotensi menguji level psikologis 8.200 dalam waktu dekat.

Analis merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham-saham berfundamental kuat di sektor:

  • Perbankan: BBRI, BMRI, BBCA
  • Telekomunikasi: TLKM, MORA
  • Konsumer: ICBP, MYOR
  • Energi dan Infrastruktur: MEDC, ADRO, WIKA

Sementara bagi investor jangka pendek, saham KICI dan BLUE bisa menjadi opsi menarik karena momentum teknikal yang kuat.
Namun, potensi profit taking harus diantisipasi mengingat kenaikan harga yang sangat cepat dalam waktu singkat.

Investor asing juga terlihat kembali masuk ke saham-saham unggulan (blue chips) dengan nilai transaksi besar. Data RTI mencatat BBCA menjadi saham paling aktif dibeli asing dengan nilai mencapai Rp120 miliar hanya dalam dua jam perdagangan.

Prospek IHSG Hari Ini: Waspadai Data Inflasi dan The Fed

Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG Hari Ini akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor eksternal utama, yakni:

  1. Rilis data inflasi China bulan September yang akan menentukan arah harga komoditas global.

  2. Pernyataan terbaru pejabat The Fed terkait waktu pemangkasan suku bunga acuan.

Jika kedua faktor ini memberikan sinyal positif, maka peluang penguatan IHSG hingga ke level 8.200–8.250 terbuka lebar.
Namun, apabila data inflasi menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan, investor mungkin kembali mengambil posisi aman (safe haven) ke dolar AS dan emas.

Sinyal Positif dari IHSG Hari Ini

Secara keseluruhan, IHSG Hari Ini menunjukkan tren positif dengan penguatan ke level 8.080, menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid.

Meski masih diwarnai volatilitas, tren net buy asing, kinerja positif saham unggulan, serta sentimen global yang cenderung membaik menjadi kombinasi kuat yang dapat membawa IHSG ke fase konsolidasi positif.

Investor disarankan untuk memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi, terutama pada saham-saham berfundamental kuat di sektor perbankan dan telekomunikasi.
Jika tren ini berlanjut, IHSG Hari Ini bisa menjadi titik awal menuju rekor tertinggi baru di atas 8.300 menjelang akhir tahun 2025.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

One thought on “IHSG Hari Ini Naik ke 8.080, Saham KICI Melejit 31% — Optimisme Pasar Meningkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026