Harga Perak Melejit ke Level Tertinggi Sejak 1980: Short Squeeze Picu Reli Dahsyat

KabarPialang – Harga perak melejit hingga US$52 per ons, tertinggi sejak 1980. Kenaikan dipicu short squeeze besar-besaran di pasar London, kelangkaan pasokan, dan ketegangan geopolitik global.

Harga perak melejit tajam ke level tertinggi dalam lebih dari empat dekade, mencapai US$52 per ons troi akibat fenomena short squeeze besar-besaran di pasar London. Reli ini mendorong lonjakan permintaan logam mulia di tengah gejolak geopolitik dan kekhawatiran pasokan global.

Kenaikan signifikan ini membuat pasar perak kembali menjadi sorotan utama investor global. Banyak pihak menilai lonjakan harga ini tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh sentimen makroekonomi yang semakin mendukung investasi pada aset lindung nilai.

Harga Perak Melejit Akibat Short Squeeze di Pasar London

Menurut laporan Bloomberg pada Senin (13/10/2025), harga spot perak naik hingga 3,7% ke posisi US$52 per ons, melampaui rekor pekan lalu dan mendekati level tertinggi sejak 1980 di US$52,50 per ons.
Fenomena short squeeze menyebabkan pelaku pasar berebut pasokan perak untuk menutup posisi jual mereka, mendorong harga naik drastis.

Ketimpangan harga antara pasar London dan New York bahkan mendorong pedagang mengekspor batangan perak lintas Atlantik menggunakan pengiriman udara mahal yang biasanya hanya digunakan untuk emas.
Selisih harga mencapai US$1,60 per ons, menandakan kelangkaan pasokan yang semakin nyata.

Di sisi lain, pasar perak dikenal memiliki likuiditas rendah dibandingkan logam lainnya. Itu sebabnya ketika terjadi tekanan permintaan mendadak, harga dapat melonjak jauh lebih cepat dibanding emas. Kondisi inilah yang kini memicu kepanikan di kalangan trader dan investor jangka pendek.

Pasar Logam Mulia Menguat, Harga Perak Melejit Bersama Emas

Tidak hanya perak, harga logam mulia lain seperti emas, platinum, dan paladium juga ikut menguat. Emas kini mendekati US$4.100 per ons, mencatat reli selama delapan pekan berturut-turut.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa investor global sedang berlomba mencari aset aman di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.

Menurut Goldman Sachs, pasar perak jauh lebih kecil dan kurang likuid dibandingkan emas, sehingga fluktuasinya lebih ekstrem.

“Tanpa intervensi bank sentral, aliran investasi yang tiba-tiba berhenti bisa memicu koreksi besar,” tulis Goldman dalam laporannya.

Sementara itu, biaya pinjaman perak di London melonjak lebih dari 30% untuk tenor satu bulan, membuat tekanan besar bagi pelaku pasar dengan posisi jual pendek (short position).
Pengetatan yang sama juga terlihat pada emas dan paladium, menandakan adanya penarikan besar-besaran cadangan logam mulia dari pasar.

Faktor Global di Balik Harga Perak Melejit

Reli perak tahun ini dipicu berbagai faktor global.
Beberapa di antaranya adalah:

  • Penurunan suku bunga oleh The Federal Reserve,
  • Ketegangan dagang AS–China, dan
  • Ketidakpastian politik di Washington.

Kondisi ini meningkatkan minat terhadap aset safe haven seperti emas dan perak.
Selain itu, defisit pasokan yang berkepanjangan memperkuat reli logam mulia. Menurut Bank of America, proyeksi harga perak akhir 2026 kini dinaikkan dari US$44 menjadi US$65 per ons, seiring tren suku bunga rendah dan pelebaran defisit fiskal global.

Sebagai tambahan, peningkatan permintaan industri terhadap perak di sektor energi terbarukan seperti panel surya dan baterai listrik juga menjadi faktor fundamental yang memperkuat tren bullish perak dalam jangka panjang.

Investigasi dan Kebijakan AS Dorong Ketidakpastian Pasar

Pemerintah AS dikabarkan tengah mengkaji ulang kebijakan mineral strategis, termasuk perak, platinum, dan paladium.
Ada kekhawatiran bahwa tarif baru akan dikenakan terhadap logam-logam tersebut, memperketat pasokan dan memicu kelanjutan short squeeze di London.

Selain itu, penyelidikan mengenai kepemilikan cadangan logam oleh beberapa bank besar juga menambah ketegangan di pasar. Jika ditemukan adanya praktik manipulasi, pemerintah AS kemungkinan akan memperketat regulasi ekspor–impor logam mulia.
Langkah ini bisa memperparah kekurangan pasokan di Eropa dan Asia.

Analis memprediksi harga perak masih akan berfluktuasi tinggi hingga akhir tahun, sebelum memasuki fase konsolidasi di kisaran US$48–US$55 per ons.

Prediksi Harga Perak Melejit hingga Tahun Depan

Dengan volatilitas pasar yang meningkat, banyak investor mulai melirik kembali logam perak sebagai alternatif investasi jangka menengah.
Beberapa analis bahkan memperkirakan harga bisa menembus US$60 per ons jika kondisi geopolitik memburuk atau inflasi global melonjak lagi.

“Permintaan industri untuk perak di sektor elektronik dan energi hijau akan memperkuat tren bullish jangka panjang,” tulis riset dari Kitco Metals.

Selain itu, platform investasi mencatat lonjakan minat terhadap ETF berbasis perak sebesar 24% hanya dalam dua bulan terakhir.
Investor individu dari Asia, terutama India dan Tiongkok, juga dilaporkan meningkatkan pembelian perak fisik karena melihat peluang keuntungan jangka panjang.

  • Related Posts

    Regulasi Data Kripto 2026, Ini Respons Pelaku Industri

    Pelaku kripto nilai regulasi pertukaran data 2026 tak berdampak besar bagi industri, namun lebih mempengaruhi e-money dan perbankan. KabarPialang – Industri aset kripto di Indonesia kembali menjadi pembahasan utama setelah pemerintah…

    Bitcoin Anjlok ke US$93.714, Reli 2025 Lenyap dalam 30 Hari

    Harga Bitcoin jatuh ke US$93.714 dan menghapus seluruh reli sepanjang 2025. Pasar kripto memasuki fase risk-off setelah minat institusi melemah, aksi jual meningkat, dan sentimen global menurun. KabarPialang – Harga Bitcoin…

    One thought on “Harga Perak Melejit ke Level Tertinggi Sejak 1980: Short Squeeze Picu Reli Dahsyat

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

    • By Team
    • November 28, 2025
    • 2 views
    PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

    Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

    • By Team
    • November 28, 2025
    • 4 views
    Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

    Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

    • By Team
    • November 27, 2025
    • 4 views
    Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

    Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

    • By Team
    • November 27, 2025
    • 7 views
    Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

    Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

    • By Team
    • November 26, 2025
    • 5 views
    Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

    Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

    • By Team
    • November 26, 2025
    • 6 views
    Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026