Harga Futures Emas Turun 0,26% di Asia Hari Ini (Oktober 2025)

Harga Futures Emas turun 0,26% di sesi Asia pada Selasa (21/10/2025). Simak analisis lengkap level support, resistance, dan pergerakan harga perak serta tembaga hari ini.

KabarPialang – Futures emas bergerak melemah pada sesi perdagangan Asia hari ini, Selasa (21/10/2025).
Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, kontrak Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan di level USD4.348,00 per troy ons, turun 0,26% dari sesi sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi utama dari Amerika Serikat (AS), termasuk data inflasi dan laporan tenaga kerja yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter Federal Reserve. Selain itu, penguatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama juga turut menekan harga logam mulia ini.

Pergerakan Harga Futures Emas Hari Ini

Selama sesi perdagangan Asia, Futures emas sempat bergerak fluktuatif di tengah volume transaksi yang relatif rendah. Investor cenderung menunggu katalis baru dari data makroekonomi global sebelum menempatkan posisi besar di pasar komoditas.

Beberapa analis mencatat bahwa meski harga emas mengalami pelemahan jangka pendek, sentimen jangka menengah hingga panjang masih condong positif. Hal ini didorong oleh ekspektasi bahwa bank sentral di berbagai negara akan menahan atau bahkan menurunkan suku bunga di 2026, guna menopang pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

Di sisi teknikal, tren naik jangka menengah masih terjaga, namun volatilitas dalam jangka pendek dapat meningkat apabila terjadi pergerakan ekstrem pada Indeks Dolar AS atau imbal hasil obligasi AS (US Treasury Yield).

Level Support dan Resistance Futures Emas

Berdasarkan data teknikal terbaru:

  • Support utama berada di sekitar USD4.196,00 per troy ons.
  • Resistance terdekat tercatat di USD4.398,00 per troy ons.

Apabila harga Futures emas menembus di bawah area support tersebut, potensi koreksi lanjutan bisa terbuka menuju USD4.150,00. Namun sebaliknya, jika harga berhasil menembus level resistance, peluang reli ke area USD4.420,00–USD4.450,00 terbuka lebar.

Analis dari Investing.com menilai bahwa area antara USD4.200–USD4.250 masih menjadi zona konsolidasi wajar, dan selama harga tidak menembus ke bawah USD4.150, tren jangka menengah tetap positif.

Dampak Kenaikan Indeks Dolar AS terhadap Futures Emas

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,18% ke level USD98,53, yang menjadi salah satu faktor utama tekanan terhadap harga emas.
Hubungan antara emas dan dolar cenderung berlawanan: ketika dolar menguat, harga emas biasanya melemah karena emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Kenaikan dolar saat ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menekan minat investor terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Pergerakan Logam Lain: Perak dan Tembaga

Tidak hanya Futures emas yang tertekan, dua logam mulia dan industri lainnya juga mencatat pelemahan signifikan pada sesi perdagangan hari ini:

  • Perak (Desember) turun 1,31% ke USD50,71 per troy ons.
  • Tembaga (Desember) melemah 0,31% ke USD5,03 per pon.

Pelemahan ini menandakan adanya penurunan minat terhadap aset logam industri di tengah kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global. Kenaikan dolar dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga menjadi katalis negatif bagi harga perak dan tembaga.

Analis menilai bahwa jika data ekonomi AS berikutnya menunjukkan pelemahan aktivitas manufaktur, harga tembaga dapat mengalami tekanan lanjutan, sedangkan emas bisa kembali menguat sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Analisis Teknis & Outlook Jangka Pendek

Dari sisi teknikal, Futures emas masih mempertahankan pola tren naik jangka menengah. Namun, dalam jangka pendek, koreksi wajar bisa terjadi selama harga tetap berada di bawah area USD4.400,00.

Beberapa indikator penting yang dapat diperhatikan antara lain:

  • RSI (Relative Strength Index): berada di level 54 (netral), menandakan ruang koreksi masih ada tanpa indikasi overbought.
  • Moving Average (MA50): masih mendukung tren kenaikan selama harga bertahan di atas USD4.250,00.
  • Volume perdagangan: menurun dibanding minggu lalu, menandakan tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama.

Dengan kondisi ini, analis merekomendasikan agar investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi jangka pendek dan menunggu konfirmasi sinyal pembalikan dari indikator teknikal.

Prospek Futures Emas ke Depan

Pergerakan Futures emas hari ini menandakan fase konsolidasi sehat dalam tren naik jangka menengah. Meski ada tekanan akibat penguatan dolar AS, fundamental jangka panjang emas masih didukung oleh faktor-faktor berikut:

  1. Ekspektasi penurunan suku bunga global pada 2026.
  2. Ketegangan geopolitik yang meningkatkan permintaan aset aman.
  3. Kenaikan permintaan fisik dari negara Asia seperti India dan China.

Bagi investor jangka menengah, area USD4.200–USD4.250 dapat menjadi zona akumulasi menarik, terutama jika muncul konfirmasi sinyal pembalikan dari indikator teknikal harian.
Sebaliknya, pelaku pasar jangka pendek sebaiknya memantau level USD4.400 sebagai resistance penting yang harus ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren bullish.

Related Posts

Regulasi Data Kripto 2026, Ini Respons Pelaku Industri

Pelaku kripto nilai regulasi pertukaran data 2026 tak berdampak besar bagi industri, namun lebih mempengaruhi e-money dan perbankan. KabarPialang – Industri aset kripto di Indonesia kembali menjadi pembahasan utama setelah pemerintah…

Bitcoin Anjlok ke US$93.714, Reli 2025 Lenyap dalam 30 Hari

Harga Bitcoin jatuh ke US$93.714 dan menghapus seluruh reli sepanjang 2025. Pasar kripto memasuki fase risk-off setelah minat institusi melemah, aksi jual meningkat, dan sentimen global menurun. KabarPialang – Harga Bitcoin…

One thought on “Harga Futures Emas Turun 0,26% di Asia Hari Ini (Oktober 2025)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026