IHSG9.064▲ 0.35%
USD/IDR17.145▼ 0.12%
Emas$4.377▲ 0.79%
WTI$60.10▼ 0.26%
DXY104.22▼ 0.11%
Bisnis-27567.89▲ 0.44%
Berita Terkini Fri, 23 Oct 2026 · 15:17
Info Broker dan Analisa Forex Harian
Komoditas

Chokepoint Minyak Dunia: Hormuz, Bab el-Mandeb, Suez, dan Malaka, serta Mengapa Harga Minyak Begitu Sensitif

✍️ Redaksi KabarPialang 📅 Oktober 23, 2026 👁 3 views

Minyak mentah dan produk minyak sebagian besar diangkut menggunakan kapal tanker. Rute pengirimannya melewati beberapa selat dan kanal sempit yang disebut chokepoint. Karena volume yang melintas sangat besar, gangguan di satu titik saja dapat membuat harga minyak dunia melonjak.

Topik ini kembali relevan setelah serangan Houthi ke Arab Saudi dan pergerakan mereka ke arah Bab el-Mandeb pada Oktober 2026.

Fakta kunci: Chokepoint Minyak Dunia: Hormuz, Bab el-Mandeb, Suez, dan Malaka, serta Mengapa Harga Minyak Begitu Sensitif
Chokepoint utama pengiriman minyak dunia.

Chokepoint Utama

ChokepointMenghubungkanPerkiraan volume (EIA)
Selat MalakaSamudra Hindia – Laut China Selatan~23,7 juta barel/hari (2023)
Selat HormuzTeluk Persia – Teluk Oman~20,9 juta barel/hari (2023)
Terusan Suez & pipa SUMEDLaut Merah – Laut Tengah~9,2 juta barel/hari (semester I 2023)
Bab el-MandebLaut Merah – Teluk Aden~8,6 juta barel/hari (semester I 2023)

Angka-angka ini adalah perkiraan U.S. Energy Information Administration (EIA) dan dapat berubah, terutama setelah gangguan keamanan di Laut Merah sejak akhir 2023 yang membuat sebagian kapal memutar.

Selat Hormuz: Yang Paling Kritis

Sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Minyak dari Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran sebagian besar harus melewati selat ini. Alternatif pipa yang tersedia hanya mampu mengalihkan sebagian kecil volume tersebut.

Pada 2026, serangan terhadap kapal di sekitar Hormuz berulang kali mendorong harga minyak naik, seperti yang juga tercermin pada lonjakan harga di Brent US$112,96.

Bab el-Mandeb dan Suez

Kedua jalur ini saling terkait. Kapal dari Teluk Persia menuju Eropa melewati Bab el-Mandeb, Laut Merah, lalu Terusan Suez. Jika Bab el-Mandeb terganggu, kapal harus memutar lewat Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika, menambah jarak ribuan mil laut dan waktu tempuh beberapa pekan.

Selat Malaka: Dekat dengan Indonesia

Selat Malaka adalah jalur tersibuk dalam volume minyak, terutama untuk pasokan ke China, Jepang, dan Korea Selatan. Bagi Indonesia, stabilitas Selat Malaka sangat penting bagi perdagangan dan keamanan energi kawasan.

Mengapa Harga Sangat Sensitif?

  1. Premi risiko. Pedagang langsung memasukkan kemungkinan gangguan ke dalam harga, bahkan sebelum pasokan benar-benar berkurang.
  2. Biaya pengiriman dan asuransi naik saat risiko keamanan meningkat.
  3. Waktu tempuh lebih lama menurunkan ketersediaan minyak di pasar dalam jangka pendek.
  4. Kapasitas cadangan terbatas. Tidak semua produsen dapat cepat menambah produksi atau mengalihkan rute.

Dampak ke Indonesia

Sebagai importir minyak, Indonesia terdampak melalui harga BBM, subsidi energi, inflasi, dan nilai tukar rupiah. Skenario dampaknya dibahas di skenario minyak di atas US$100.

Data chokepoint lengkap tersedia di U.S. Energy Information Administration.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu chokepoint minyak?

Chokepoint minyak adalah jalur laut sempit, seperti selat atau kanal, yang dilalui volume besar minyak sehingga gangguan di jalur tersebut dapat memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia.

Berapa banyak minyak yang melintasi Selat Hormuz?

Menurut perkiraan EIA, sekitar 20,9 juta barel per hari pada 2023, atau sekitar seperlima konsumsi minyak dunia.

Apa rute alternatif jika Laut Merah terganggu?

Kapal dapat memutar melalui Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika, tetapi rute ini menambah jarak, waktu tempuh, dan biaya pengiriman.

Redaksi KabarPialang
Redaksi KabarPialang