IHSG9.064▲ 0.35%
USD/IDR17.145▼ 0.12%
Emas$4.377▲ 0.79%
WTI$60.10▼ 0.26%
DXY104.22▼ 0.11%
Bisnis-27567.89▲ 0.44%
Berita Terkini Fri, 23 Oct 2026 · 15:10
Info Broker dan Analisa Forex Harian
Komoditas

Brent di US$112,96, Tertinggi sejak Mei: Serangan Houthi, Evakuasi Aramco Dhahran, dan Gangguan Libya

✍️ Redaksi KabarPialang 📅 Oktober 23, 2026 👁 4 views

Harga minyak bertahan di level tinggi. Pada awal perdagangan Asia Jumat, 23 Oktober 2026, minyak Brent berada di US$112,96 per barel (turun tipis 21 sen), sementara WTI di US$98,12 (turun 27 sen). Sehari sebelumnya, Brent melonjak sekitar 4% dan ditutup di level tertinggi sejak 4 Mei.

Brent juga berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, sedangkan WTI berpotensi mengakhiri kenaikan dua pekan dengan penurunan mingguan.

Fakta kunci: Brent di US$112,96, Tertinggi sejak Mei: Serangan Houthi, Evakuasi Aramco Dhahran, dan Gangguan Libya
Harga minyak acuan dan pemicu kenaikannya.

Pemicu Kenaikan

1. Serangan Houthi ke Arab Saudi. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meningkatkan serangan terhadap sasaran di Arab Saudi. Saudi Aramco memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran pada Kamis seiring meningkatnya pertempuran. Houthi juga bergerak ke arah Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting di Laut Merah.

2. Gangguan pasokan Libya. Sebuah katup pada pipa yang menghubungkan ladang minyak Hamada dan Tahara ke pelabuhan Zawiya ditutup, sehingga produksi kedua ladang berkurang.

3. Sanksi energi Rusia masih menopang harga, meski Rusia menyatakan siap melanjutkan perundingan dengan Ukraina yang dimediasi AS pada bulan depan.

Mengapa Bab el-Mandeb Penting?

Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan di jalur ini memaksa kapal tanker memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika, menambah waktu dan biaya pengiriman. Penjelasan jalur-jalur sempit minyak dunia ada di chokepoint minyak dunia.

Dampak ke Pasar Lain

  • Emas justru tertekan karena minyak yang mahal memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Lihat emas spot turun ke US$4.024.
  • Saham AS ikut tertekan, dengan Nasdaq anjlok 2,6% pada 22 Oktober.
  • Rupiah tertekan karena kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat.

Perbandingan dengan Awal Tahun

Kondisi saat ini jauh berbeda dengan April 2026, ketika WTI masih berada di kisaran US$104, seperti diulas di harga minyak WTI stabil di $104, dan apalagi November 2025, ketika pasar justru khawatir kelebihan pasokan, seperti di harga minyak melemah akibat oversupply.

Yang Perlu Dipantau

  • Perkembangan konflik Houthi–Arab Saudi dan keamanan pelayaran di Laut Merah.
  • Pemulihan produksi Libya.
  • Rencana perundingan Rusia–Ukraina pada awal November.
  • Skenario dampaknya ke inflasi dan bank sentral dibahas di skenario minyak di atas US$100.

Data pasar minyak tersedia di U.S. Energy Information Administration.

Artikel ini bersifat informasi, bukan ajakan membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Perdagangan berjangka dan saham mengandung risiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga minyak Brent pada 23 Oktober 2026?

Brent berada di US$112,96 per barel pada awal perdagangan Asia 23 Oktober 2026, sedangkan WTI di US$98,12.

Kenapa harga minyak naik?

Kenaikan dipicu serangan Houthi ke Arab Saudi yang membuat Aramco mengevakuasi kantor pusat di Dhahran, gangguan pasokan di Libya, serta sanksi energi Rusia.

Apa itu Bab el-Mandeb?

Bab el-Mandeb adalah selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, jalur penting pengiriman minyak dan barang antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Redaksi KabarPialang
Redaksi KabarPialang