Harga futures emas melonjak naik 2,9% di sesi perdagangan AS seiring pelemahan dolar. Perak dan tembaga ikut menguat tajam, menandai reli kuat logam mulia dan industri.
KabarPialang – Harga futures emas mencatatkan lonjakan signifikan selama sesi perdagangan Amerika Serikat. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Kenaikan harga emas yang mendekati 3% menandai salah satu pergerakan harian terkuat dalam beberapa waktu terakhir.
Emas kembali menjadi pusat perhatian pasar seiring meningkatnya ketidakpastian global. Kombinasi faktor makroekonomi, pergerakan nilai tukar, serta sentimen risiko mendorong investor untuk kembali mengoleksi logam mulia sebagai aset defensif.
Futures Emas Menguat Mendekati USD4.455
Pada perdagangan di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, futures emas untuk kontrak penyerahan Februari diperdagangkan di level USD4.454,55 per troy ons, naik 2,89% pada waktu penulisan.
Kenaikan tajam ini membawa harga emas mendekati area tertinggi sesi perdagangan. Pergerakan tersebut mencerminkan kuatnya arus masuk dana ke pasar emas, baik dari investor jangka pendek maupun pelaku pasar institusional.
Pergerakan Intraday dan Area Teknis Emas
Sepanjang sesi perdagangan, harga emas sempat bergerak mendekati level tertinggi harian sebelum mengalami konsolidasi ringan. Secara teknikal, emas kini berada di zona krusial yang berpotensi menentukan arah pergerakan selanjutnya.
- Area support utama: USD4.284,30 per troy ons
- Area resistance terdekat: USD4.466,80 per troy ons
Jika harga mampu menembus resistance tersebut secara konsisten, maka peluang penguatan lanjutan menuju level psikologis berikutnya akan terbuka. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi memicu koreksi teknikal dalam jangka pendek.
Pelemahan Dolar AS Dorong Harga Emas
Salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga emas adalah pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat turun 0,17% dan diperdagangkan di level 97,99.
Dolar AS yang melemah membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini biasanya mendorong peningkatan permintaan global, baik untuk tujuan investasi maupun lindung nilai.
Hubungan Dolar dan Logam Mulia
Emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Ketika dolar melemah, daya tarik emas cenderung meningkat. Selain itu, emas sering dipandang sebagai aset alternatif ketika kepercayaan terhadap mata uang fiat melemah, sehingga permintaan terhadap logam mulia meningkat secara signifikan.
Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global.
Perak Melonjak Lebih dari 7%
Tak hanya emas, harga perak juga mencatatkan penguatan luar biasa. Di Comex, perak untuk kontrak penyerahan Maret melonjak 7,20% dan diperdagangkan di level USD76,13 per troy ons.
Lonjakan tajam ini menunjukkan kuatnya minat beli di pasar perak. Selain faktor lindung nilai, perak juga mendapat dukungan dari prospek permintaan industri, mengingat logam ini banyak digunakan dalam sektor teknologi dan energi.
Perak di Persimpangan Safe Haven dan Industri
Perak memiliki karakter unik karena berfungsi sebagai logam mulia sekaligus logam industri. Ketika sentimen pasar membaik atau muncul ekspektasi peningkatan aktivitas industri, harga perak sering kali bergerak lebih agresif dibandingkan emas.
Kombinasi peran tersebut membuat pergerakan harga perak cenderung lebih volatil, namun juga menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar.
Tembaga Ikut Reli Lebih dari 5%
Selain logam mulia, harga tembaga juga mencatatkan penguatan signifikan. Tembaga untuk kontrak penyerahan Maret naik 5,25% dan diperdagangkan di level USD5,99 per pon.
Kenaikan harga tembaga mencerminkan optimisme terhadap prospek aktivitas industri dan infrastruktur. Sebagai indikator kesehatan ekonomi global, pergerakan tembaga sering dijadikan acuan untuk membaca arah permintaan sektor manufaktur.
Sentimen Pasar Logam Masih Dinamis
Meski harga emas, perak, dan tembaga bergerak naik tajam, sentimen pasar secara keseluruhan masih dinamis. Investor tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter, data ekonomi utama, serta pergerakan nilai tukar dolar AS.
Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beberapa faktor penting yang menjadi perhatian pelaku pasar antara lain:
- Arah kebijakan suku bunga bank sentral global
- Pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi
- Permintaan industri terhadap logam utama
- Sentimen risiko dan kondisi geopolitik global
Prospek Jangka Pendek Harga Emas
Dalam jangka pendek, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas area support kunci. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring respons pasar terhadap data ekonomi dan pergerakan dolar AS.
Bagi investor, manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi fluktuasi pasar logam. Lonjakan harga emas saat ini menunjukkan bahwa logam mulia kembali memainkan peran penting sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.






