Harga Minyak Naik 1,6% di Sesi AS

Harga futures minyak mentah naik 1,6% di sesi perdagangan AS. Penguatan didukung pelemahan dolar AS dan pergerakan teknikal mendekati area resistance utama.

KabarPialang – Harga futures minyak mentah mencatatkan penguatan signifikan pada sesi perdagangan Amerika Serikat. Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS serta meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset komoditas energi. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent sama-sama bergerak di zona hijau dengan kenaikan di atas 1,5%, menandai pemulihan harga setelah tekanan yang cukup panjang dalam beberapa pekan terakhir.

Pergerakan positif harga minyak ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai membaik. Sebelumnya, harga minyak berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang berdampak pada prospek permintaan energi. Namun, melemahnya dolar AS dan faktor teknikal mendorong investor kembali masuk ke pasar minyak.

Penguatan Harga WTI di Atas USD58

Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange (NYMEX), futures minyak mentah WTI untuk kontrak penyerahan Februari diperdagangkan di level USD58,26 per barel, naik 1,64% pada waktu penulisan. Kenaikan ini membawa harga WTI kembali ke area penting yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Penguatan tersebut juga mencerminkan adanya pergeseran sentimen jangka pendek, dari dominasi tekanan jual menuju minat beli yang lebih kuat. Meski belum menembus resistance utama, pergerakan ini dinilai cukup konstruktif bagi kelanjutan tren.

Pergerakan Intraday dan Area Teknis WTI

Sepanjang sesi perdagangan, kontrak WTI sempat bergerak mendekati area tertinggi harian sebelum mengalami konsolidasi ringan. Pola ini menunjukkan adanya aksi ambil untung, namun tidak diikuti tekanan jual besar.

Secara teknikal, area penting yang diperhatikan pelaku pasar meliputi:

  • Support utama: USD56,32 per barel
  • Resistance terdekat: USD58,55 per barel

Jika harga mampu menembus resistance secara konsisten, peluang penguatan lanjutan menuju level psikologis berikutnya akan terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas area saat ini berpotensi memicu koreksi jangka pendek.

Harga Minyak Brent Ikut Menguat

Selain WTI, harga minyak Brent yang diperdagangkan di ICE juga mencatatkan kenaikan solid. Kontrak minyak Brent untuk penyerahan Maret naik 1,58% dan diperdagangkan di level USD61,71 per barel.

Penguatan Brent ini mengindikasikan bahwa sentimen positif tidak hanya terjadi di pasar Amerika Serikat, tetapi juga tercermin di pasar global. Harga Brent yang bertahan di atas level USD60 dinilai masih cukup stabil di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Spread Brent–WTI Masih Terjaga

Spread antara kontrak minyak Brent dan WTI berada di kisaran USD3,45 per barel. Selisih harga ini mencerminkan perbedaan kondisi pasokan dan permintaan antara pasar AS dan pasar internasional.

Spread yang relatif stabil menunjukkan bahwa pasar belum mengantisipasi gangguan besar pada rantai pasok global. Namun, pelaku pasar tetap mencermati potensi risiko geopolitik serta kebijakan energi dari negara-negara produsen utama.

Pelemahan Dolar AS Menopang Harga Minyak

Salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan harga minyak adalah pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat turun 0,16% ke level 98,00.

Dolar AS yang melemah cenderung memberikan dorongan positif bagi harga komoditas, termasuk minyak mentah, karena membuat harga menjadi lebih terjangkau bagi pembeli dengan mata uang lain.

Dampak Dolar Lemah terhadap Komoditas Energi

Minyak mentah diperdagangkan dalam denominasi dolar AS. Ketika nilai dolar melemah, permintaan dari luar AS cenderung meningkat. Selain itu, investor juga lebih tertarik menempatkan dana pada aset riil seperti komoditas energi sebagai sarana lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang.

Kondisi ini sering kali memperkuat tren kenaikan harga minyak dalam jangka pendek, terutama saat tidak ada tekanan fundamental besar dari sisi pasokan.

Sentimen Pasar Masih Waspada

Meski harga minyak menunjukkan penguatan, sentimen pasar secara keseluruhan masih cenderung hati-hati. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global, arah kebijakan moneter bank sentral negara maju, serta prospek permintaan energi jangka menengah masih membayangi pergerakan harga.

Pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil posisi, menunggu kejelasan arah ekonomi global dan kebijakan moneter yang akan datang.

Faktor yang Menjadi Perhatian Investor

Beberapa faktor yang terus dipantau investor antara lain:

  • Arah kebijakan suku bunga bank sentral global
  • Data permintaan energi dari negara konsumen utama
  • Kebijakan produksi dan pasokan minyak global
  • Perkembangan geopolitik yang memengaruhi distribusi energi

Prospek Jangka Pendek Harga Minyak

Dalam jangka pendek, harga minyak mentah berpeluang melanjutkan penguatan terbatas selama mampu bertahan di atas area support kunci. Namun, tekanan jual dapat kembali muncul jika dolar AS menguat atau jika data ekonomi global menunjukkan perlambatan permintaan energi.

Bagi pelaku pasar dan investor, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar energi. Pergerakan harga minyak saat ini mencerminkan upaya pasar mencari keseimbangan baru setelah tekanan yang cukup dalam pada periode sebelumnya.

Related Posts

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Harga minyak dunia melemah di sesi Asia. WTI turun 0,26% ke USD60,99 per barel, Brent ikut terkoreksi. Simak level support, resistance, dan prospek harga minyak terbaru. KabarPialang – Harga futures minyak…

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

Harga futures emas melemah 0,26% di sesi perdagangan AS seiring penguatan dolar AS. Simak level support, resistance, serta pergerakan perak dan tembaga terbaru. KabarPialang – Harga futures emas mencatat pelemahan moderat…

One thought on “Harga Minyak Naik 1,6% di Sesi AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 6 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya