Harga emas futures naik 0,37% di sesi AS seiring penguatan dolar dan pergerakan komoditas lain seperti perak dan tembaga.
KabarPialang – Harga emas futures ditutup lebih tinggi selama sesi perdagangan Amerika Serikat pada Jumat. Kenaikan ini terjadi di tengah dinamika pergerakan dolar AS serta lonjakan signifikan pada komoditas logam lainnya, terutama perak dan tembaga. Pasar menunjukkan kombinasi sentimen defensif dan spekulatif yang masih kuat menjelang penutupan pekan.
Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, kontrak emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan di level USD4.380,50 per troy ons pada saat penulisan, atau menguat sekitar 0,37% dibandingkan sesi sebelumnya.
Pergerakan Harga Emas Futures
Kenaikan harga emas mencerminkan minat investor yang tetap solid terhadap aset lindung nilai, meskipun tekanan dari penguatan dolar AS masih terasa. Sepanjang sesi, kontrak emas sempat bergerak di kisaran yang relatif sempit, menandakan adanya keseimbangan antara aksi beli dan jual.
Area Support dan Resistance
Secara teknikal, emas diperkirakan memiliki area support di kisaran USD4.297,40 per troy ons. Level ini menjadi titik penting yang berpotensi menahan tekanan jual apabila terjadi koreksi jangka pendek. Sementara itu, area resistance berada di sekitar USD4.409,50 per troy ons, yang menjadi batas atas pergerakan harga dalam jangka dekat.
Apabila harga mampu menembus resistance tersebut secara konsisten, peluang penguatan lanjutan akan semakin terbuka. Namun, kegagalan menembus level tersebut dapat memicu konsolidasi atau koreksi terbatas.
Pengaruh Indeks Dolar AS
Salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan emas adalah kinerja dolar AS. Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat naik sekitar 0,20% dan diperdagangkan di level 98,28.
Hubungan Dolar dan Emas
Secara umum, penguatan dolar AS cenderung memberikan tekanan pada harga emas karena membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Namun, dalam sesi kali ini, emas tetap mampu mencatatkan kenaikan meskipun dolar menguat.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan emas tidak semata-mata dipengaruhi oleh pergerakan dolar, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi kebijakan moneter, serta pergeseran portofolio investor menuju aset safe haven.
Lonjakan Harga Perak
Selain emas, pergerakan signifikan juga terlihat pada pasar perak. Di Comex, kontrak perak untuk penyerahan Maret melonjak sekitar 3,55% dan diperdagangkan di level USD67,54 per troy ons.
Sentimen Positif di Logam Mulia
Kenaikan tajam harga perak menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia dengan karakteristik ganda, yaitu sebagai aset lindung nilai dan bahan baku industri. Permintaan industri yang kuat, dikombinasikan dengan spekulasi pasar, turut mendorong reli harga perak.
Pergerakan agresif perak ini juga memberikan sentimen positif tambahan bagi pasar logam mulia secara keseluruhan, termasuk emas.
Tembaga Ikut Menguat
Tak hanya logam mulia, logam industri juga mencatatkan penguatan. Harga tembaga untuk penyerahan Maret naik sekitar 1,12% dan diperdagangkan di level USD5,50 per pon.
Indikasi Optimisme Ekonomi
Kenaikan harga tembaga sering dianggap sebagai indikator optimisme terhadap aktivitas ekonomi global. Permintaan tembaga yang meningkat biasanya berkaitan dengan sektor konstruksi, infrastruktur, dan manufaktur.
Penguatan tembaga di sesi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih melihat prospek permintaan industri yang relatif solid, meskipun ketidakpastian ekonomi global belum sepenuhnya mereda.
Prospek Jangka Pendek Pasar Emas
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan akan tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Investor akan mencermati pergerakan dolar AS, ekspektasi kebijakan moneter, serta dinamika pasar keuangan global.
Dalam jangka pendek, emas berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat, selama mampu bertahan di atas area support kunci. Volatilitas tetap terbuka, terutama jika terjadi perubahan sentimen pasar secara tiba-tiba.
Harga emas futures berhasil mencatatkan kenaikan moderat sebesar 0,37% di sesi perdagangan AS, meskipun dolar AS menguat. Dukungan juga datang dari lonjakan harga perak dan penguatan tembaga, yang mencerminkan sentimen positif di pasar logam.
Dengan kombinasi faktor safe haven dan dinamika teknikal, emas masih memiliki peluang untuk mempertahankan tren positifnya dalam jangka pendek. Namun, investor tetap perlu mewaspadai fluktuasi pasar yang dapat terjadi seiring perubahan kondisi global.






