Outlook Morgan Stanley menunjukkan EUR/NOK berpotensi bergerak datar sepanjang 2026 akibat faktor global dan domestik yang saling menahan.
KabarPialang – Morgan Stanley merilis proyeksi terbaru mengenai pergerakan pasangan mata uang EUR/NOK, dengan kesimpulan bahwa nilai tukar ini kemungkinan akan bergerak datar sepanjang 2026. Pandangan tersebut didasarkan pada kondisi fundamental global dan domestik yang memberikan sinyal berbeda, sehingga peluang untuk terjadi pergerakan besar di EUR/NOK menjadi terbatas. Menurut analis Morgan Stanley, terdapat sejumlah faktor yang dapat mendukung penguatan krone Norwegia (NOK), tetapi berbagai hambatan struktural dan kebijakan membuat ruang apresiasi krone terhadap euro terlihat sempit.
Sentimen Global yang Mendukung Krone, tetapi Tidak Cukup Kuat
Dalam laporan risetnya, Morgan Stanley menyoroti bahwa suasana global yang lebih positif terhadap aset berisiko pada umumnya menjadi latar belakang yang mendukung untuk krone Norwegia. NOK selama ini dikenal sebagai mata uang yang sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global. Ketika investor menjauhi dolar AS dan mencari aset yang lebih berisiko, mata uang komoditas seperti NOK, AUD, dan CAD biasanya mendapatkan dorongan dari aliran modal masuk.
Secara historis, krone bahkan termasuk salah satu mata uang dengan kinerja terbaik secara global pada periode ketika dolar AS berada dalam tren pelemahan panjang. Dalam rezim bear USD, krone mendapatkan keuntungan dari kombinasi risk appetite yang meningkat dan ekspektasi terhadap permintaan komoditas global.
Namun, Morgan Stanley menekankan bahwa meskipun sentimen global memberikan beberapa dukungan, faktor tersebut tidak cukup untuk mendorong NOK menguat signifikan terhadap euro. Dengan kata lain, dukungan eksternal saja tidak sanggup mengimbangi tekanan domestik yang membatasi ruang gerak NOK.
Harga Minyak yang Lemah Menjadi Beban untuk NOK
Faktor paling dominan yang menahan penguatan krone adalah kondisi pasar minyak global. Sebagai salah satu produsen minyak utama, ekonomi Norwegia sangat erat kaitannya dengan perkembangan harga minyak mentah. Karena itu, nilai tukar NOK cenderung berkorelasi dengan pergerakan harga Brent.
Morgan Stanley memperkirakan bahwa harga minyak Brent kemungkinan akan stabil di sekitar $60 per barel, atau sekitar 5% lebih rendah dari harga saat ini. Proyeksi ini muncul dari penilaian bahwa pasokan minyak global masih tinggi dan pertumbuhan permintaan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Pasokan yang berlimpah—baik dari negara-negara OPEC maupun produsen non-OPEC—membatasi potensi kenaikan harga minyak.
Harga minyak yang stagnan atau cenderung turun menjadi hambatan besar bagi NOK. Sebagai mata uang sensitif minyak, krone membutuhkan dinamika pasar minyak yang lebih positif agar mampu menguat terhadap euro. Tanpa kenaikan harga minyak, ekspektasi penguatan berkelanjutan pada NOK menjadi lebih sulit terwujud.
Pemangkasan Suku Bunga Mengikis Daya Tarik NOK
Selain faktor minyak, ekspektasi kebijakan suku bunga juga menjadi elemen kunci dalam proyeksi Morgan Stanley. Norges Bank—bank sentral Norwegia—diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada September mendatang. Penurunan ini cukup agresif jika dibandingkan dengan proyeksi bank sentral besar lainnya:
- European Central Bank (ECB) diperkirakan akan menurunkan suku bunga sekitar 50 basis poin
- Riksbank Swedia kemungkinan tidak mengubah suku bunga
Perbedaan laju pemangkasan ini dapat mengikis keuntungan carry trade yang selama ini membuat NOK menarik bagi investor global. Ketika suku bunga Norwegia turun lebih cepat daripada Eropa, spread atau selisih imbal hasil antara NOK dan EUR mengecil. Hal ini dapat membuat investor lebih memilih euro, terutama jika pandangan risiko global tidak terlalu ekstrem.
Jika pasar mulai memproyeksikan suku bunga Norwegia turun menuju sekitar 3% atau lebih rendah, nilai tambah NOK sebagai mata uang berimbal hasil tinggi akan semakin berkurang. Ini menjadi salah satu alasan tambahan mengapa Morgan Stanley melihat EUR/NOK cenderung stabil, bukan turun.
Prospek Valuta: NOK Bisa Menguat, tetapi Tidak Terhadap Euro
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor di atas, Morgan Stanley menyimpulkan bahwa krone Norwegia masih berpotensi menguat—namun bukan terhadap euro. Analis memperkirakan bahwa NOK kemungkinan akan menguat terhadap dolar AS (USD) pada paruh pertama 2026 jika dolar berada dalam tren melemah secara global.
Namun untuk pasangan EUR/NOK, pergerakannya diperkirakan tetap datar. Artinya, keunggulan fundamental Norwegia tidak cukup kuat untuk mengimbangi stabilitas euro, terutama ketika faktor minyak dan kebijakan suku bunga bersifat menahan.
Morgan Stanley juga menambahkan bahwa NOK kemungkinan akan underperform jika dibandingkan dengan mata uang sensitif risiko lain seperti dolar Australia (AUD) dan krona Swedia (SEK). Mata uang-mata uang tersebut dinilai memiliki prospek yang lebih positif karena ditopang oleh fundamental komoditas atau kebijakan moneter yang lebih mendukung.
Tahun “Netral” untuk EUR/NOK pada 2026
Berdasarkan analisis menyeluruh dari Morgan Stanley, tahun 2026 diperkirakan menjadi tahun yang relatif netral bagi pasangan EUR/NOK. Dukungan global terhadap aset berisiko memang ada, tetapi belum mampu mengimbangi tekanan dari pasar minyak dan kebijakan suku bunga Norges Bank.
Dengan demikian, EUR/NOK kemungkinan besar akan bergerak sideways, tanpa tren penguatan atau pelemahan yang dominan. Sementara itu, NOK mungkin menemukan peluang penguatan terhadap mata uang lain yang lebih dipengaruhi dinamika dolar daripada terhadap euro.






