BRI Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Akad Massal KUR 2025 untuk 800 Ribu Debitur & Peluncuran Kredit Perumahan Baru

BRI memperkuat perannya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui Akad Massal KUR 2025 bagi 800.000 debitur dan peluncuran Kredit Program Perumahan. Simak bagaimana langkah ini mendukung UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

KabarPialang – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mempertegas komitmennya dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Akad Massal KUR BRI 2025 di Surabaya, Jawa Timur, pada 21 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum besar bagi lebih dari 800.000 debitur di seluruh Indonesia serta menandai peluncuran perdana Kredit Program Perumahan (KPP).

Inisiatif ini menunjukkan peran aktif BRI sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga berfokus pada pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pelaksanaan Acara dan Kehadiran Tokoh Nasional

Acara Akad Massal KUR BRI 2025 dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan BRI. Selain peserta yang hadir langsung di lokasi, ribuan debitur lain berpartisipasi secara daring dari 38 provinsi di Indonesia.

Kehadiran pejabat lintas sektor menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran KUR dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi antara pemerintah dan BRI ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan sistem pembiayaan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Instrumen Vital bagi Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah menempatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen utama untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Melalui KUR, negara berupaya menciptakan wirausaha baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp300 triliun. Dengan asumsi setiap pelaku usaha produktif mampu menyerap tiga hingga lima tenaga kerja, maka Akad Massal KUR BRI 2025 diharapkan dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru di berbagai sektor ekonomi.

Capaian Penyaluran KUR BRI Hingga 2025

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI mencatat kinerja penyaluran yang solid sepanjang 2025. Hingga akhir September, BRI telah menyalurkan lebih dari Rp130 triliun kepada jutaan debitur, atau sekitar tiga perempat dari total target tahunan Rp175 triliun.

Penyaluran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk sektor produksi, mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa produktif lainnya. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan porsi lebih dari 40% dari total KUR yang disalurkan. Angka ini menegaskan peran BRI dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kemandirian ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor riil.

Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP)

Dalam acara yang sama, BRI juga meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai bentuk perluasan dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat. Program ini memiliki dua pendekatan utama, yakni dari sisi supply dan demand.

Dari sisi supply, pembiayaan diberikan kepada UMKM yang berperan sebagai pengembang perumahan, penyedia jasa konstruksi, dan pemasok bahan bangunan. Sementara dari sisi demand, pembiayaan ditujukan untuk masyarakat atau pelaku UMKM yang ingin membeli, membangun, atau merenovasi rumah.

Pendekatan dua arah ini dirancang untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional sekaligus mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di sektor konstruksi dan properti rakyat.

Dampak terhadap UMKM dan Ketahanan Pangan

Program Akad Massal KUR BRI 2025 memiliki potensi besar untuk memberikan dampak langsung terhadap UMKM di berbagai wilayah. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.

Selain itu, fokus penyaluran pada sektor pertanian dan perikanan turut mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui dukungan modal kerja dan investasi produktif, BRI mendorong petani serta nelayan agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan modern.

Tata Kelola dan Pendampingan Usaha

Untuk memastikan manfaat ekonomi dari program ini benar-benar dirasakan masyarakat, BRI menerapkan prinsip penyaluran kredit yang prudent, terukur, dan berkelanjutan. Proses seleksi calon debitur dilakukan secara ketat, diikuti dengan pendampingan usaha agar dana yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara produktif.

Pendekatan ini tidak hanya memperkecil risiko kredit bermasalah, tetapi juga membantu nasabah meningkatkan kemampuan manajerial dan literasi keuangan. Dalam jangka panjang, model ini diharapkan membentuk ekosistem pembiayaan mikro yang sehat dan mandiri.

Dukungan dan Komitmen Multi-Pihak

Dalam sambutan di acara Akad Massal KUR BRI 2025, para pejabat pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, serta lembaga keuangan diharapkan mempercepat pencapaian target wirausaha baru di Indonesia.

Pihak BRI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri. Dengan jaringan cabang yang luas dan digitalisasi layanan, BRI memastikan program KUR dapat menjangkau pelaku usaha kecil di desa, pesisir, dan wilayah terpencil.

Penyelenggaraan Akad Massal KUR BRI 2025 bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan langkah nyata dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan memperkuat kesejahteraan rakyat. Melalui kombinasi antara penyaluran KUR produktif dan peluncuran Kredit Program Perumahan, BRI berkontribusi aktif terhadap pembangunan ekonomi inklusif.

Dengan total target penyaluran Rp175 triliun, fokus pada sektor riil, dan dukungan penuh pemerintah, program ini menjadi fondasi kuat dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

BRI menegaskan posisinya sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan Indonesia — membangun dari desa, memberdayakan rakyat, dan menumbuhkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

 

Related Posts

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Jefferies memproyeksikan lonjakan server AI global dan menilai empat produsen Taiwan—Foxconn, Wiwynn, Quanta, Wistron akan jadi penerima manfaat utama. KabarPialang – Permintaan server AI global terus meningkat seiring pesatnya adopsi kecerdasan…

Harga Minyak Anjlok 1,42% di Asia: Tekanan Market Semakin Kuat Jelang Akhir Pekan

Harga minyak mentah turun 1,42% di sesi Asia. WTI jatuh ke $58,16 per barel sementara Brent melemah ke $62,56. Sentimen pasar tetap bearish. KabarPialang – Harga minyak mentah kembali mengalami…

One thought on “BRI Dorong Kesejahteraan Rakyat Lewat Akad Massal KUR 2025 untuk 800 Ribu Debitur & Peluncuran Kredit Perumahan Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 6 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026