Wall Street ditutup menguat dengan Nasdaq naik 1,38% setelah inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, memperkuat harapan pemangkasan suku bunga The Fed.
KabarPialang – Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025. Penguatan ini didorong oleh rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pasar, sehingga memperkuat optimisme bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada tahun depan.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan tipis, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite menguat lebih signifikan. Kinerja positif ini mencerminkan meningkatnya selera risiko investor setelah tekanan inflasi dinilai mulai mereda dan membuka ruang kebijakan moneter yang lebih longgar.
Kinerja Indeks Saham Utama AS
Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Kompak Menguat
Pada akhir perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,14% ke level 47.951,85. Indeks S&P 500 menguat 0,79% dan ditutup di posisi 6.774,76. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatatkan lonjakan paling besar, naik 1,38% ke level 23.006,36.
Penguatan Nasdaq menunjukkan minat investor kembali mengalir ke saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang selama ini sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Turunnya tekanan inflasi memberikan angin segar bagi sektor ini setelah sebelumnya sempat tertekan oleh kekhawatiran kebijakan moneter ketat.
Sentimen Risiko Kembali Meningkat
Penguatan indeks utama Wall Street menandakan pergeseran sentimen pasar menuju sikap yang lebih optimistis. Investor mulai memperhitungkan peluang penurunan biaya pinjaman yang dapat mendukung ekspansi bisnis, konsumsi, serta valuasi saham dalam jangka menengah.
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan
CPI Menunjukkan Tekanan Harga Mereda
Laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) terbaru menunjukkan bahwa harga konsumen di Amerika Serikat meningkat lebih kecil dari perkiraan pasar dalam periode dua belas bulan hingga November. Data ini menjadi sinyal penting bahwa tekanan inflasi mulai terkendali setelah sebelumnya bertahan di level tinggi.
Bagi pelaku pasar, perlambatan inflasi merupakan faktor kunci yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed. Inflasi yang lebih jinak memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter tanpa khawatir memicu lonjakan harga baru.
Dampak Langsung ke Pasar Keuangan
Data CPI yang lebih rendah langsung direspons positif oleh pasar saham. Investor menilai kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed, sekaligus meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga acuan pada tahun 2026.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Peluang Kebijakan Dovish Meningkat
Harapan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin menguat seiring rilis data inflasi tersebut. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kebijakan moneter yang lebih dovish pada tahun depan mencapai sekitar 58%.
Kepala Riset Pasar Modal Asset Management Group U.S. Bank, Bill Merz, menilai laporan inflasi terbaru memberikan sinyal yang cukup konstruktif bagi para pembuat kebijakan. Menurutnya, tekanan terhadap bank sentral mulai berkurang, sehingga membuka kemungkinan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga secara bertahap.
Pasar Tunggu Konfirmasi Lanjutan
Meski optimisme meningkat, pasar masih menunggu data lanjutan untuk memastikan bahwa perlambatan inflasi bersifat berkelanjutan. Investor ingin memastikan bahwa data CPI tersebut tidak terlalu dipengaruhi oleh faktor sementara, seperti gangguan ekonomi akibat penutupan pemerintah.
Konfirmasi lanjutan dari data inflasi dan indikator ekonomi lainnya pada bulan depan akan menjadi penentu utama arah kebijakan moneter The Fed.
Data Tenaga Kerja Beri Sinyal Stabilitas
Klaim Pengangguran Menurun
Selain data inflasi, laporan klaim pengangguran mingguan juga memberikan sentimen positif bagi pasar. Jumlah pengajuan klaim pengangguran baru tercatat menurun pada pekan lalu, membalikkan lonjakan yang terjadi pada pekan sebelumnya.
Penurunan klaim pengangguran ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil pada Desember, meskipun terdapat tanda-tanda perlambatan ekonomi.
Kombinasi Inflasi Jinak dan Tenaga Kerja Stabil
Kombinasi antara inflasi yang mereda dan pasar tenaga kerja yang tetap solid menciptakan skenario yang dinilai ideal oleh pasar. Kondisi ini memungkinkan The Fed untuk melonggarkan kebijakan tanpa harus khawatir terhadap risiko resesi tajam atau lonjakan inflasi baru.
Implikasi bagi Investor Global
Arah Pasar Saham ke Depan
Penguatan Wall Street memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan global. Ekspektasi penurunan suku bunga AS cenderung mendukung arus modal ke aset berisiko, termasuk saham dan pasar negara berkembang.
Namun demikian, volatilitas masih berpotensi terjadi seiring pasar terus mencermati rilis data ekonomi lanjutan serta pernyataan resmi dari pejabat The Fed.
Kehati-hatian Tetap Diperlukan
Meski sentimen pasar membaik, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan tidak terlalu agresif dalam mengambil posisi. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat berlangsung cepat apabila data ekonomi berikutnya menunjukkan arah yang berbeda.
Wall Street ditutup menguat dengan Nasdaq mencatatkan kenaikan tertinggi setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan. Harapan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun depan semakin menguat, didukung oleh stabilnya kondisi pasar tenaga kerja.
Meski demikian, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan dari data ekonomi berikutnya untuk memastikan arah kebijakan moneter. Bagi investor, kondisi ini membuka peluang sekaligus menuntut kewaspadaan dalam menghadapi dinamika pasar global yang masih penuh ketidakpastian.






