Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Wall Street menguat ditopang 6 faktor utama, dari saham teknologi hingga ekspektasi pemangkasan suku bunga.

KabarPialang –  Wall Street menguat pada perdagangan Rabu (26/11), memperpanjang reli menjelang libur Thanksgiving. Kenaikan ini menggambarkan optimisme solid di kalangan investor, terutama karena meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Selain itu, sektor teknologi kembali menjadi motor penggerak pasar berkat laporan kinerja yang kuat dari perusahaan besar seperti Nvidia dan Dell Technologies.

Reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan sentimen dari kekhawatiran sebelumnya mengenai tingginya valuasi saham teknologi. Investor kini lebih fokus pada prospek pelonggaran kebijakan moneter, stabilitas inflasi, dan momentum belanja konsumen menjelang musim liburan akhir tahun.

Data Indeks Utama AS Menguat Konsisten

Tiga indeks saham utama Amerika Serikat kembali mencatat penguatan signifikan:

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,67% ke 47.427,12
  • S&P 500 menguat 0,69% ke 6.812,61
  • Nasdaq Composite melesat 0,82% ke 23.214,69

Kenaikan ini menandai empat hari reli berturut-turut, menegaskan bahwa Wall Street menguat secara konsisten menjelang liburan Thanksgiving. Volume transaksi cenderung lebih tipis dibanding hari-hari normal, namun hal ini lazim terjadi menjelang libur nasional besar di AS. Meskipun demikian, kepercayaan investor tetap tinggi, terutama karena sejumlah katalis fundamental mendukung penguatan pasar.

Sektor Teknologi Jadi Pendorong Utama Reli

Penguatan Wall Street menguat kali ini sangat dipengaruhi oleh performa solid dari perusahaan-perusahaan teknologi besar.

Nvidia Laporkan Laba dan Prospek Cerah

Nvidia kembali membukukan laporan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Permintaan chip berbasis kecerdasan buatan (AI) tetap sangat kuat, sehingga proyeksi masa depan perusahaan semakin optimis. Kinerja Nvidia yang memimpin pasar AI menjadi salah satu alasan kuat yang mendorong reli saham teknologi.

Proyeksi Dell Technologies Lampaui Ekspektasi

Dell Technologies juga melaporkan proyeksi pendapatan kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan pasar. Hal ini memperkuat sentimen positif di sektor teknologi yang memiliki bobot signifikan dalam indeks Nasdaq dan S&P 500. Kombinasi laporan keuangan yang solid dan ekspektasi pertumbuhan yang kuat membuat saham-saham teknologi menjadi pendorong terbesar mengapa Wall Street menguat pada pekan ini.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Semakin Menguat

Faktor fundamental lainnya yang mendorong Wall Street menguat adalah meningkatnya harapan bahwa The Fed segera memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan peluang pemangkasan pada Desember berada di 84,9%, mencerminkan keyakinan kuat bahwa kebijakan moneter akan mulai dilonggarkan.

Inflasi yang menunjukkan tanda perlambatan serta data ekonomi yang moderat memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran. Jika suku bunga diturunkan, biaya pinjaman akan berkurang dan memberi dukungan terhadap aktivitas bisnis serta meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko seperti saham.

Beige Book Tidak Mengubah Arah Sentimen

The Fed merilis laporan Beige Book yang berisi kondisi ekonomi regional di AS, namun publikasi tersebut tidak memberikan dampak besar terhadap pasar. Investor menilai isi laporan tidak mengubah ekspektasi terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga. Dengan demikian, Wall Street menguat meskipun Beige Book tidak memberi kejutan atau informasi baru yang signifikan.

Sektor Transportasi dan Maskapai Terbang Tinggi

Saham maskapai penerbangan turut naik seiring lonjakan perjalanan menjelang liburan Thanksgiving, salah satu periode tersibuk dalam setahun. Kenaikan ini biasanya menjadi indikasi:

  • stabilnya belanja konsumen,
  • meningkatnya aktivitas ekonomi domestik, dan
  • membaiknya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

Transportasi merupakan sektor sensitif terhadap perubahan permintaan konsumen, sehingga penguatan sektor ini turut memberikan sinyal positif mengapa Wall Street menguat menjelang akhir November.

Prospek Ritel Bercampur Jelang Musim Belanja

Dari sisi ritel, prospek terlihat beragam. Walmart memberikan panduan bisnis yang lebih berhati-hati, sementara Target memberikan outlook yang relatif stabil. Meski begitu, estimasi total belanja liburan diperkirakan akan melampaui US$1 triliun, mencerminkan daya beli konsumen yang tetap solid menjelang Black Friday dan Cyber Monday.

Dengan belanja konsumen yang tetap kuat, sektor ritel masih menjadi komponen penting dalam mendukung reli pasar secara keseluruhan.

Data Ekonomi AS: Campuran Namun Masih Mendukung Pasar

Beberapa indikator ekonomi yang dirilis juga memberi dukungan terhadap momentum Wall Street menguat:

  1. Pesanan barang modal inti naik di atas ekspektasi, menunjukkan bahwa belanja modal perusahaan tetap kuat meski data dirilis terlambat akibat dampak penutupan pemerintahan.
  2. Klaim awal tunjangan pengangguran tercatat lebih rendah dari konsensus, menandakan stabilitas pasar tenaga kerja.
  3. Klaim lanjutan meningkat, mengindikasikan adanya sedikit pelemahan namun belum mengkhawatirkan pasar.

Secara keseluruhan, data ekonomi ini menciptakan keseimbangan yang mendukung ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

Outlook Pasar Saham AS Tetap Bullish

Dengan ekspektasi penurunan suku bunga, kinerja kuat sektor teknologi, peningkatan belanja konsumen, serta data ekonomi yang mendukung, outlook jangka pendek untuk pasar saham AS masih berada pada zona bullish. Namun, investor tetap mewaspadai beberapa risiko seperti valuasi teknologi yang masih tinggi dan ketidakpastian inflasi global.

Untuk saat ini, sentimen positif dominan dan menjadi alasan mengapa Wall Street menguat secara konsisten menjelang akhir bulan.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026