Uptober: Sejarah, Asal Usul, dan Fenomena Reli Bitcoin di Bulan Oktober

Istilah menggambarkan tren positif Bitcoin di bulan Oktober. Simak asal usul, sejarah penggunaannya, hingga data historis yang menjadikannya fenomena unik di pasar kripto.

KabarPialang –  Dalam komunitas kripto global, istilah Uptober menjadi salah satu jargon yang paling populer setiap memasuki bulan Oktober. Uptober merujuk pada tren historis yang menunjukkan harga Bitcoin dan altcoin cenderung mengalami kenaikan signifikan selama bulan ini. Walaupun tidak selalu terjadi, pola tersebut telah cukup sering berulang sehingga dianggap sebagai fenomena khas pasar kripto.

Asal Usul Istilah Uptober

Kata Uptober merupakan gabungan dari dua kata, yaitu up (naik) dan October (Oktober). Istilah ini mulai populer di media sosial kripto sekitar tahun 2020–2021. Komunitas trader dan investor menggunakan kata tersebut untuk mengekspresikan optimisme bahwa harga aset kripto, terutama Bitcoin, akan mengalami reli setiap bulan Oktober.

Popularitas Uptober semakin meningkat setelah Michael Saylor, pendiri sekaligus Executive Chairman MicroStrategy, turut menggunakan istilah ini dalam unggahannya di media sosial X (dulu Twitter). Saylor dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia kripto karena perusahaannya memiliki cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Peran Michael Saylor dan MicroStrategy

MicroStrategy, sebuah perusahaan penyedia perangkat lunak intelijen bisnis, pertama kali mengumumkan strategi investasi di Bitcoin pada Juli 2020. Kala itu, perusahaan mengalokasikan sekitar US$250 juta dari kasnya untuk membeli lebih dari 21.000 Bitcoin. Langkah ini disusul dengan pembelian tambahan senilai US$175 juta pada September 2020 dan US$50 juta lagi pada Desember di tahun yang sama.

Seiring waktu, MicroStrategy terus menambah kepemilikan Bitcoin hingga per November 2024 tercatat memiliki 252.220 Bitcoin dengan nilai perolehan US$9,9 miliar. Nilai ini kemudian melonjak hingga sekitar US$25,6 miliar, naik lebih dari 460%. Besarnya eksposur MicroStrategy pada Bitcoin menjadikan setiap pernyataan Saylor berpengaruh kuat pada sentimen pasar.

Unggahannya bertajuk “Happy Uptober” pada 1 Oktober 2025 langsung viral. Postingan tersebut dilihat lebih dari 1 juta kali, mendapat ribuan komentar, ribuan posting ulang, dan puluhan ribu suka dari komunitas kripto global.

Tren Historis Uptober

Meski istilah Uptober mengandung optimisme, faktanya tidak semua Oktober memberikan keuntungan bagi investor Bitcoin. Sejak 2019, tercatat ada satu tahun di mana harga justru terkoreksi, yaitu pada Oktober 2022.

Menurut data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin pada akhir Oktober 2022 turun 52,85% secara year-to-date (YtD) dan anjlok 63,25% secara tahunan (YoY), meskipun secara month-to-month (MtM) sempat naik 7,68%. Koreksi tajam tersebut terjadi di tengah tekanan makroekonomi global dan sentimen negatif pasar kripto akibat kasus besar seperti runtuhnya beberapa bursa aset digital.

Namun, di tahun-tahun lain, Oktober terbukti menjadi bulan penuh harapan bagi investor. Pada 2020, harga Bitcoin naik lebih dari 25% sepanjang Oktober. Setahun kemudian, di 2021, reli spektakuler kembali terjadi dengan kenaikan bulanan hampir 39% sekaligus lonjakan tahunan lebih dari 333%. Pada 2023 dan 2024, tren positif ini berlanjut dengan pertumbuhan harga yang solid, menambah reputasi Uptober sebagai bulan istimewa bagi pasar kripto.

Data Terkini Uptober 2025

Memasuki Oktober 2025, harga Bitcoin kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan data 5 Oktober 2025, harga Bitcoin mencapai sekitar Rp2,04 miliar per koin. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 12,90% secara bulanan, 32,96% sejak awal tahun, dan melonjak lebih dari 110% secara tahunan.

Dengan data ini, Uptober 2025 tampaknya kembali membuktikan reputasinya sebagai bulan yang mendukung reli harga kripto. Lonjakan ini juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap aset digital, perkembangan regulasi yang lebih jelas di beberapa negara, serta meningkatnya kepercayaan investor ritel terhadap potensi jangka panjang Bitcoin.

Uptober dalam Perspektif Investor

Bagi komunitas kripto, Uptober bukan hanya istilah populer, melainkan bagian dari psikologi pasar. Optimisme kolektif dapat menciptakan efek self-fulfilling prophecy, di mana keyakinan bahwa harga akan naik justru mendorong lebih banyak investor membeli, sehingga benar-benar memicu reli.

Namun, investor berpengalaman tetap menekankan pentingnya kewaspadaan. Meski historis menunjukkan tren positif, tidak ada jaminan pasti bahwa harga akan selalu naik di bulan Oktober. Faktor eksternal seperti kebijakan bank sentral, kondisi geopolitik, hingga krisis industri kripto tetap bisa memengaruhi pergerakan harga.

Uptober kini telah menjadi bagian dari tradisi komunitas kripto global. Dari asal-usulnya di media sosial hingga viral berkat Michael Saylor, istilah ini mencerminkan optimisme yang kerap mewarnai pasar kripto setiap bulan Oktober.

Sejarah harga Bitcoin membuktikan bahwa sebagian besar Oktober memang berakhir dengan reli, meski ada pengecualian seperti tahun 2022. Dengan data terbaru di 2025 yang kembali menunjukkan tren positif, Uptober semakin mengukuhkan posisinya sebagai fenomena unik di dunia aset digital.

Bagi investor, Uptober bisa menjadi momentum, tetapi juga pengingat untuk selalu bijak dalam mengambil keputusan. Optimisme perlu dibarengi dengan strategi manajemen risiko agar tidak terjebak euforia semata.

Related Posts

Regulasi Data Kripto 2026, Ini Respons Pelaku Industri

Pelaku kripto nilai regulasi pertukaran data 2026 tak berdampak besar bagi industri, namun lebih mempengaruhi e-money dan perbankan. KabarPialang – Industri aset kripto di Indonesia kembali menjadi pembahasan utama setelah pemerintah…

Bitcoin Anjlok ke US$93.714, Reli 2025 Lenyap dalam 30 Hari

Harga Bitcoin jatuh ke US$93.714 dan menghapus seluruh reli sepanjang 2025. Pasar kripto memasuki fase risk-off setelah minat institusi melemah, aksi jual meningkat, dan sentimen global menurun. KabarPialang – Harga Bitcoin…

One thought on “Uptober: Sejarah, Asal Usul, dan Fenomena Reli Bitcoin di Bulan Oktober

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 3 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 5 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 4 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026