Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

Saham RMKE diproyeksikan menuju Rp10.000 seiring ekspansi logistik batu bara, efisiensi capex, dan dukungan regulasi. Simak profil dan pemiliknya.

KabarPialang – Optimisme terhadap saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus meningkat seiring prospek pertumbuhan bisnis yang dinilai solid. Rekomendasi beli kembali ditegaskan dengan target harga saham yang dipatok hingga Rp10.000 per saham, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kinerja perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.

RMKE dinilai berada pada jalur ekspansi agresif, ditopang fundamental yang kuat serta posisi strategis sebagai pemain utama dalam ekosistem logistik batu bara terintegrasi di Sumatera Selatan. Keunggulan ini membuat RMKE memiliki visibilitas pendapatan yang relatif jelas dibandingkan banyak emiten batu bara lainnya.

Ekosistem Logistik Terintegrasi Jadi Kunci

Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir

Salah satu kekuatan utama RMKE terletak pada integrasi rantai pasok logistik batu bara. Perseroan mengelola proses secara menyeluruh, mulai dari bongkar muat di Stasiun Simpang, pengangkutan melalui hauling road eksklusif, hingga pemuatan ke tongkang di Pelabuhan Musi 2.

Model bisnis terintegrasi ini menciptakan efisiensi operasional yang signifikan, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing. Di tengah keterbatasan infrastruktur logistik batu bara di Sumatera Selatan, posisi RMKE menjadi sulit ditandingi oleh pemain lain.

Kapasitas Besar, Utilisasi Masih Rendah

Dari sisi belanja modal, RMKE berada pada posisi yang sangat menguntungkan. Stasiun Simpang saat ini memiliki kapasitas terpasang hingga 30 juta ton per tahun. Namun, utilisasi sepanjang 2025 masih berada di kisaran 30% atau sekitar 9 juta ton.

Rendahnya tingkat utilisasi ini justru membuka ruang pertumbuhan volume yang besar tanpa harus melakukan investasi besar dalam waktu dekat. Dengan infrastruktur yang sudah siap, setiap kenaikan volume akan langsung berdampak positif terhadap margin dan laba bersih perseroan.

Target Volume dan Prospek Pertumbuhan

Kinerja operasional RMKE juga menunjukkan tren yang konsisten. Volume bongkaran yang terealisasi tercatat lebih tinggi dari ekspektasi awal, sejalan dengan target manajemen yang membidik volume hingga 15 juta ton pada 2026.

Lebih jauh, RMKE dinilai memiliki jalur strategis untuk menembus 20 juta ton pada 2027. Pencapaian tersebut akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai tulang punggung logistik batu bara di Sumatera Selatan.

Dukungan Regulasi Daerah

Momentum positif RMKE turut diperkuat oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang pengangkutan batu bara melalui jalan umum. Kebijakan ini secara struktural mengalihkan arus logistik ke jalur kereta api dan pelabuhan, segmen yang justru menjadi kekuatan utama RMKE.

Dengan dukungan regulasi tersebut, keberlanjutan volume angkutan RMKE menjadi lebih terjamin, sekaligus mempersempit ruang persaingan bagi operator logistik non-terintegrasi.

Pergerakan Saham Mencerminkan Sentimen Positif

Optimisme pasar tercermin jelas pada pergerakan harga saham RMKE. Pada awal pekan ini, saham RMKE ditutup melonjak 17,10% ke level Rp7.875. Dalam sepekan, kenaikannya mencapai 34,62%, sementara dalam sebulan terakhir saham ini telah melesat 79,79%.

Kinerja harga tersebut menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham RMKE, terutama di tengah narasi efisiensi logistik, pertumbuhan volume berkelanjutan, serta dukungan kebijakan pemerintah.

Profil PT RMK Energy Tbk

PT RMK Energy Tbk didirikan pada Juni 2009 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021. Sejak awal berdiri, perseroan fokus membangun reputasi sebagai penyedia layanan logistik batu bara yang andal bagi perusahaan tambang dari berbagai skala.

Pada 2010, manajemen memutuskan untuk memusatkan operasional di Palembang, Sumatera Selatan, seiring potensi wilayah tersebut yang memiliki cadangan batu bara terbesar di Indonesia. Dengan sumber daya melimpah, pengembangan infrastruktur logistik menjadi langkah strategis untuk menjamin kesinambungan pasokan.

Hingga kini, RMKE tercatat sebagai penyedia logistik batu bara terbesar di Sumatera Selatan, dengan layanan berbasis jalur kereta api dari Lahat dan Muara Enim yang terintegrasi dengan jaringan PT KAI.

Diversifikasi Bisnis Perdagangan Batu Bara

Selain logistik, RMKE juga menjalankan bisnis perdagangan batu bara untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat laba bersih. Aktivitas ini dijalankan melalui anak usaha PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara, yang berperan sebagai pelengkap ekosistem bisnis perseroan.

Sosok Pemilik dan Pengendali RMKE

Pendiri sekaligus pemegang saham utama dan pengendali RMKE adalah Tony Saputra. Saat ini, ia menjabat sebagai Komisaris Utama PT RMK Energy Tbk, posisi yang diembannya sejak Desember 2023.

Tony Saputra merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro Universitas Atmajaya. Di bawah kepemimpinannya, RMKE tumbuh menjadi pemain dominan di sektor logistik batu bara regional.

Keberlanjutan kepemimpinan juga terlihat dari keterlibatan keluarga, di mana Vincent Saputra dan William Saputra menjabat sebagai direktur di dalam perseroan. Struktur ini mencerminkan kesinambungan strategi dan visi jangka panjang perusahaan

Related Posts

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

IHSG hari ini Selasa 13 Januari 2026 dibuka menguat 0,69% ke level 8.946. Mayoritas saham naik, SOTS pimpin top gainers. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa,…

2 Saham UMA BEI, BSIM Anjlok, SOFA Masih Kuat

BEI menetapkan saham BSIM dan SOFA dalam status Unusual Market Activity akibat lonjakan harga tak wajar. Saham BSIM anjlok tajam, SOFA masih bertahan. KabarPialang – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali…

One thought on “Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 5 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 8 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya