Saham MGNA dan SSTM kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) usai suspensi dicabut. Kedua saham langsung melesat tajam — MGNA naik lebih dari 8%, sementara SSTM menembus kenaikan 9,71% di awal sesi perdagangan Kamis (13/11/2025).
KabarPialang – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) setelah sempat disuspensi karena lonjakan harga yang terlalu cepat.
Keduanya kembali diperdagangkan mulai sesi pertama Kamis, 13 November 2025, dan langsung melesat signifikan di awal perdagangan.
Dalam pengumuman resminya, BEI menyampaikan:
“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00355/BEI.WAS/11-2025 tanggal 11 November 2025 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham MGNA di Pasar Reguler dan Tunai serta Waran Seri II (MGNA-W) dibuka kembali mulai sesi I tanggal 13 November 2025,” tulis BEI.
Latar Belakang Suspensi Saham MGNA dan SSTM
Sebelumnya, pada Rabu (12/11/2025), BEI menjatuhkan suspensi sementara terhadap saham MGNA dan MGNA-W, menyusul adanya lonjakan harga kumulatif signifikan dalam waktu singkat.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa tindakan tersebut diambil untuk melindungi investor dan mencegah overheating pasar.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan,” jelasnya.
Langkah cooling down seperti ini merupakan praktik umum di pasar modal, terutama saat harga saham mengalami kenaikan ekstrem yang dapat menimbulkan risiko volatilitas tinggi.
Kinerja Saham MGNA: Melesat Setelah Suspensi Dicabut
Setelah suspensi dicabut, saham MGNA langsung melanjutkan tren positifnya.
Pada Kamis (13/11/2025) pukul 09.55 WIB, harga saham MGNA naik 8,16% ke level Rp106.
Sebelum disuspensi, pergerakannya memang terbilang luar biasa:
- Selasa (11/11): naik 8,89% ke Rp98
- Dalam sepekan: melesat 36,11%
- Dalam sebulan: mencatat kenaikan fantastis 139,02%
Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham MGNA, meskipun perlu diwaspadai potensi koreksi setelah reli panjang.
Selain saham induk, Waran Seri II (MGNA-W) juga dibuka kembali dan berpotensi mengikuti arah positif saham utama.
SSTM Ikut Menguat Usai Suspensi Dihentikan
Tak hanya MGNA, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) juga kembali diperdagangkan setelah disuspensi sejak 30 Oktober 2025.
Sebelum penghentian sementara, saham SSTM sempat menguat 25% ke Rp875, mencatat kenaikan 95,31% dalam sepekan dan bahkan 212,50% dalam sebulan — sebuah lonjakan yang sangat signifikan untuk saham di sektor tekstil.
Usai suspensi dicabut, SSTM kembali tancap gas, naik 9,71% ke Rp960 pada awal perdagangan Kamis (13/11).
Kenaikan ini menandakan optimisme pelaku pasar terhadap saham-saham lapis ketiga (third liner) yang kerap menarik minat spekulan karena volatilitas tinggi dan potensi keuntungan besar dalam jangka pendek.
Pandangan BEI dan Investor: Waspada Euforia Pasar
Meskipun lonjakan saham MGNA dan SSTM tampak menggembirakan bagi investor jangka pendek, BEI mengingatkan agar pasar tetap berhati-hati.
Kenaikan tajam dalam waktu singkat sering kali diikuti oleh tekanan jual (profit taking).
Analis pasar modal menyebutkan bahwa investor perlu mencermati fundamental emiten di balik pergerakan harga yang ekstrem.
Saham MGNA dan SSTM diketahui memiliki kapitalisasi kecil, sehingga mudah mengalami fluktuasi besar karena volume perdagangan terbatas.
Selain itu, BEI terus memantau pola transaksi untuk memastikan tidak terjadi manipulasi harga (cornering) atau praktik perdagangan yang tidak wajar.
“Kenaikan ekstrem perlu dilihat secara hati-hati. Kami mendorong investor untuk selalu mempertimbangkan aspek fundamental, bukan hanya momentum harga,” ujar seorang analis pasar di Jakarta.
Potensi dan Risiko Saham MGNA dan SSTM ke Depan
Pergerakan saham MGNA dan SSTM dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa minat terhadap saham berkapitalisasi kecil (small caps) meningkat di tengah fluktuasi IHSG.
Investor jangka pendek cenderung memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk trading harian, sementara investor institusi masih berhati-hati menanti konsistensi kinerja keuangan emiten.
Namun, jika euforia pasar berlanjut, kedua saham ini berpotensi mencatat rebound lebih tinggi, terutama jika didukung oleh peningkatan volume perdagangan dan sentimen positif di pasar.
Sebaliknya, tanpa dukungan fundamental yang kuat, reli ini bisa berbalik menjadi koreksi tajam, sebagaimana kerap terjadi pada saham-saham dengan volatilitas tinggi.
Pembukaan kembali perdagangan saham MGNA dan SSTM oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sorotan investor pada Kamis (13/11/2025).
Setelah suspensi dicabut, keduanya langsung melesat — MGNA naik 8,16% ke Rp106 dan SSTM menguat 9,71% ke Rp960.
Meski kenaikannya menggembirakan, BEI mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap potensi volatilitas tinggi.
Kinerja kedua saham ini akan terus diawasi pasar untuk memastikan tidak terjadi pergerakan yang tidak wajar dan tetap sesuai prinsip transparansi serta perlindungan investor.







