Saham BUMI Hari Ini: UBS Group Jual 588,9 Juta Lembar, Nilai Transaksi Rp86,28 Miliar

KabarPialang –  UBS Group kembali menjual 588,9 juta lembar saham BUMI senilai Rp86,28 miliar pada 9 Oktober 2025. Saham BUMI Hari Ini naik tipis 0,74% ke level Rp138 setelah aksi divestasi ini.

UBS Group AG, salah satu investor institusional besar, kembali melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi ini dilakukan pada 9 Oktober 2025 dengan jumlah mencapai 588.905.500 lembar saham.

Aksi divestasi UBS ini menandai langkah lanjutan dari aktivitas jual-beli agresif yang dilakukan sejak pertengahan September. Menurut laporan resmi, tujuan penjualan adalah untuk “kegiatan lindung nilai derivatif klien (hedging)”, sebagaimana dijelaskan oleh Irana Candra Mala, Corporate Secretary BUMI.

Langkah UBS ini menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai strategi jangka pendek terhadap portofolio derivatif di sektor pertambangan.

Detail Transaksi Saham BUMI oleh UBS Group

Transaksi penjualan 588,9 juta saham BUMI dilakukan di kisaran harga Rp146,525 per saham, dengan total nilai mencapai Rp86,28 miliar.
Jika dibandingkan dengan harga pasar BUMI saat itu, transaksi ini relatif wajar dan mencerminkan kegiatan penyesuaian portofolio.

Berikut detail ringkasan transaksi:

  • Tanggal transaksi: 9 Oktober 2025
  • Jumlah saham dijual: 588.905.500 lembar
  • Harga rata-rata: Rp146,525
  • Total nilai transaksi: ±Rp86,28 miliar
  • Tujuan: Lindung nilai derivatif klien UBS

Menurut catatan BEI, aksi ini termasuk dalam kategori transaksi crossing antar pihak terkait UBS, yang umum dilakukan oleh lembaga keuangan internasional untuk manajemen risiko derivatif.

Kepemilikan UBS Group Setelah Penjualan Saham BUMI

Pasca transaksi tersebut, kepemilikan UBS AG di BUMI turun tipis sebesar 0,16%, menjadi 25,71 miliar saham atau 6,92%.
Sebelumnya, UBS menguasai sekitar 26,3 miliar saham atau 7,08% dari total saham beredar BUMI.

Meskipun persentase penurunan terlihat kecil, aksi ini tetap diperhatikan pelaku pasar karena UBS merupakan salah satu pemegang saham asing terbesar di emiten Grup Bakrie tersebut.

Menurut analis dari Indo Premier Sekuritas, perubahan kepemilikan UBS tidak mencerminkan sinyal negatif terhadap kinerja BUMI, melainkan lebih pada pengelolaan risiko derivatif global yang wajar dilakukan oleh lembaga keuangan besar.

Riwayat Aksi Jual-Beli UBS di Saham BUMI

Aksi UBS Group di saham BUMI tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya, pada 16 dan 17 September 2025, perusahaan juga tercatat melakukan dua transaksi besar senilai Rp46,1 miliar.

  • 16 September 2025: UBS menjual 306.758.500 saham di harga rata-rata Rp117,05, dengan nilai transaksi Rp35,9 miliar.
  • 17 September 2025: UBS kembali membeli 89.966.900 saham di harga rata-rata Rp113,42, senilai Rp10,2 miliar.

Aksi jual-beli ini menandakan UBS aktif melakukan rebalancing portofolio, mengikuti volatilitas harga komoditas global dan dinamika pasar batu bara internasional.

Pergerakan Saham BUMI Hari Ini di Pasar

Pada perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 09.25 WIB, Saham BUMI Hari Ini tercatat naik tipis 0,74% ke level Rp138 per saham.
Kenaikan ini terjadi meski UBS baru saja menjual sebagian kepemilikannya. Hal ini menandakan sentimen pasar terhadap BUMI masih positif, terutama dari investor ritel.

Selama sebulan terakhir, saham BUMI meroket 20,18%, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek harga batu bara dan restrukturisasi utang yang semakin solid.
Volume perdagangan juga mengalami lonjakan signifikan, menandakan arus masuk modal baru dari pelaku pasar domestik.

Menurut data RTI Business, kapitalisasi pasar BUMI kini mencapai sekitar Rp96 triliun, menjadikannya salah satu emiten sektor tambang terbesar di Indonesia.

Analisis & Dampak Bagi Investor

1. Strategi UBS dan Sentimen Pasar

Meskipun UBS menjual sebagian kepemilikan, banyak analis menilai langkah ini bukan sinyal bearish. Aksi tersebut murni bersifat manajerial dan taktis untuk memenuhi kebutuhan derivatif klien, bukan indikasi pelepasan strategis.

2. Fundamental BUMI Masih Solid

BUMI menunjukkan kinerja keuangan yang membaik pada semester pertama 2025, dengan laba bersih meningkat 18% yoy menjadi US$210 juta.
Produksi batu bara juga meningkat berkat efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas anak usaha seperti Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia.

3. Faktor Eksternal: Harga Batu Bara Dunia

Harga batu bara Newcastle kembali menembus US$135/ton, mendukung pergerakan saham BUMI.
Jika tren kenaikan harga ini berlanjut, margin laba perusahaan diperkirakan akan tetap kuat hingga akhir tahun.

4. Pandangan Analis

Analis dari CGS-CIMB Sekuritas menilai, “Dengan harga batu bara yang stabil dan kinerja operasional BUMI yang membaik, aksi jual UBS tidak akan berdampak signifikan terhadap prospek jangka panjang.”

Arah Pergerakan Saham BUMI Selanjutnya

Secara keseluruhan, Saham BUMI Hari Ini masih menunjukkan ketahanan meski ada aksi jual dari UBS Group.
Dengan kinerja keuangan yang positif, harga batu bara yang stabil, serta optimisme terhadap restrukturisasi bisnis, BUMI berpotensi menjaga tren penguatan menuju Rp145–Rp150 dalam jangka pendek.

Investor disarankan tidak panik terhadap aksi jual asing dan fokus pada fundamental jangka panjang perusahaan.
Jika momentum ini berlanjut, BUMI bisa kembali menjadi salah satu saham tambang dengan performa terbaik di akhir 2025.

  • Related Posts

    PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

    PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

    Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

    Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

    One thought on “Saham BUMI Hari Ini: UBS Group Jual 588,9 Juta Lembar, Nilai Transaksi Rp86,28 Miliar

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

    • By Team
    • November 28, 2025
    • 2 views
    PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

    Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

    • By Team
    • November 28, 2025
    • 4 views
    Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

    Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

    • By Team
    • November 27, 2025
    • 4 views
    Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

    Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

    • By Team
    • November 27, 2025
    • 7 views
    Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

    Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

    • By Team
    • November 26, 2025
    • 5 views
    Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

    Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

    • By Team
    • November 26, 2025
    • 6 views
    Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026