PT Madhani Talatah Nusantara kembali melepas 105 juta saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai transaksi sekitar Rp7,87 miliar. Langkah divestasi ini menurunkan kepemilikan Madhani di DEWA menjadi 5,81 persen.
KabarPialang – Madhani Talatah Nusantara DEWA kembali mencuri perhatian pasar modal dengan langkah divestasi terbarunya. Perusahaan kontraktor tambang tersebut kembali melepas sebagian kepemilikannya di PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melalui transaksi penjualan sebanyak 105 juta saham pada 13 Oktober 2025.
Dengan harga jual di kisaran Rp75 per saham, Madhani Talatah Nusantara berhasil mengantongi dana segar sekitar Rp7,87 miliar dari transaksi tersebut.
Langkah Divestasi untuk Efisiensi Portofolio
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Mukson Arif Rosyidi, selaku Director & Corporate Secretary Darma Henwa (DEWA), menyampaikan bahwa transaksi dilakukan untuk kepentingan divestasi langsung.
“Tujuan transaksi adalah untuk divestasi saham dengan status kepemilikan saham secara langsung,” ujar Mukson dalam laporan resminya kepada otoritas bursa.
Langkah ini menegaskan bahwa Madhani Talatah Nusantara DEWA tengah melakukan penataan portofolio investasi untuk menjaga efisiensi keuangan dan memperkuat fokus bisnis intinya di sektor jasa pertambangan dan konstruksi.
Kepemilikan Turun Jadi 5,81 Persen
Setelah transaksi penjualan 105 juta saham tersebut, kepemilikan Madhani Talatah Nusantara di Darma Henwa (DEWA) kini berkurang menjadi 2.364.015.622 saham atau sekitar 5,81% dari total modal disetor.
Sebelumnya, perusahaan tercatat memiliki 2.469.015.622 saham, yang setara dengan 6,07% kepemilikan.
Penurunan ini menandakan adanya langkah bertahap dari pihak Madhani untuk mengurangi eksposur investasinya di DEWA, setelah sebelumnya juga menjual sebagian kepemilikan di awal Oktober.
Transaksi Sebelumnya Capai Rp61,2 Miliar
Aksi jual kali ini bukan yang pertama. Hanya tiga hari sebelum transaksi 13 Oktober, yakni pada 10 Oktober 2025, Madhani Talatah Nusantara DEWA juga tercatat melakukan divestasi besar dengan melepas 816 juta saham DEWA atau sekitar 2% kepemilikan.
Dengan harga pelaksanaan yang sama, yakni Rp75 per saham, penjualan tersebut menghasilkan dana sekitar Rp61,2 miliar.
Secara total, hanya dalam waktu kurang dari satu pekan, Madhani Talatah Nusantara telah melepas lebih dari 900 juta saham DEWA, dengan total nilai transaksi mencapai hampir Rp70 miliar.
Dampak terhadap Struktur Pemegang Saham DEWA
Penjualan saham oleh Madhani ini berdampak pada perubahan komposisi kepemilikan di tubuh PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Dengan kepemilikan yang kini berada di bawah 6%, posisi Madhani masih tergolong pemegang saham signifikan, namun tidak lagi termasuk dalam kelompok pemegang saham utama.
Kendati demikian, langkah divestasi ini tidak menimbulkan gejolak besar terhadap struktur manajemen maupun operasional DEWA. Hingga kini, Darma Henwa tetap fokus menjalankan kegiatan jasa pertambangan di Kalimantan Timur dan Sumatra Selatan, serta mengembangkan lini bisnis jasa konstruksi pertambangan.
Kinerja Saham DEWA di Pasar
Menariknya, meski terjadi aksi jual besar-besaran oleh salah satu pemegang sahamnya, kinerja saham DEWA tetap menunjukkan tren positif sepanjang Oktober 2025.
Pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/10), saham DEWA sempat melemah 1,24% ke level Rp318 per saham, namun dalam sebulan terakhir harganya tercatat melesat hingga 48,6%.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten tambang seiring dengan kenaikan harga batu bara global dan sentimen positif terhadap sektor energi.
Motif Divestasi dan Strategi Madhani
Langkah Madhani Talatah Nusantara DEWA melakukan divestasi diyakini sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio investasi. Dalam industri pertambangan yang dinamis, menjaga likuiditas menjadi kunci penting untuk mendukung operasional proyek baru dan memperkuat posisi keuangan jangka panjang.
Selain itu, pelepasan sebagian saham juga bisa menjadi sinyal realisasi keuntungan (profit taking) setelah nilai saham DEWA meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Di sisi lain, pasar menilai langkah ini tidak berdampak negatif terhadap prospek DEWA secara keseluruhan, mengingat fundamental perusahaan masih solid dengan proyek pertambangan aktif yang berkelanjutan.
Prospek Saham DEWA ke Depan
Dengan tren kenaikan harga komoditas batu bara dan prospek positif di sektor energi, analis menilai saham DEWA masih memiliki potensi pertumbuhan yang menarik. Meski terjadi aksi jual dari salah satu pemegang saham besar, prospek jangka menengah perusahaan dinilai tetap stabil.
Madhani Talatah Nusantara DEWA diprediksi akan terus melakukan penyesuaian investasi sambil tetap menjaga hubungan bisnis dengan Darma Henwa dalam proyek-proyek pertambangan nasional.
Ke depan, langkah diversifikasi dan penguatan likuiditas ini diharapkan menjadi strategi adaptif menghadapi fluktuasi pasar global dan kebutuhan modal kerja proyek besar.
Melalui aksi penjualan 105 juta saham DEWA senilai Rp7,87 miliar, Madhani Talatah Nusantara DEWA kembali menunjukkan strategi aktif dalam mengelola portofolio investasinya.
Dengan total divestasi hampir Rp70 miliar hanya dalam sepekan, perusahaan tampak fokus pada efisiensi modal dan penguatan arus kas.
Meski kepemilikannya di DEWA kini berkurang menjadi 5,81%, langkah ini tidak mengubah prospek positif emiten pertambangan tersebut yang masih menikmati sentimen kenaikan harga batu bara dan peningkatan permintaan energi di pasar domestik.






