IHSG Turun 3,22% BEI Buka Suara

IHSG anjlok 3,22% ke level 7.863. BEI buka suara, sentimen global AS-China hingga kekhawatiran perbankan membayangi pasar saham Indonesia.

KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025. Hingga pukul 14.48 WIB, IHSG tertekan 3,22% ke level 7.863,32. Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari, indeks sempat menguat tipis 0,10% ke posisi 8.132,75. Pergerakan ini menandai perubahan sentimen yang cepat dalam satu hari perdagangan dan memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Tekanan jual terjadi secara merata di berbagai sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks. Kondisi tersebut membuat volatilitas pasar meningkat dan mendorong investor bersikap lebih defensif menjelang penutupan perdagangan.

BEI: Pergerakan Cerminan Mekanisme Pasar

Menanggapi kejatuhan IHSG, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa pergerakan indeks sepenuhnya mencerminkan mekanisme pasar. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa bursa tidak melakukan intervensi terhadap arah pergerakan harga saham.

Pernyataan Singkat Otoritas Bursa

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait faktor penyebab anjloknya IHSG, Jeffrey mengarahkan pertanyaan tersebut kepada analis pasar. Menurutnya, dinamika indeks merupakan hasil dari akumulasi sentimen dan keputusan investor.

Sikap ini menunjukkan bahwa BEI menempatkan diri sebagai penyedia infrastruktur perdagangan yang netral, sementara penilaian fundamental dan sentimen pasar menjadi ranah analis dan pelaku pasar.

Kelakar Dirut BEI di Tengah Tekanan Pasar

Direktur Utama BEI Iman Rachman turut menyinggung kondisi IHSG yang dibuka melemah saat membuka acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 di Jakarta. Dengan nada berkelakar, ia berharap pelemahan tersebut bersifat sementara.

Optimisme di Tengah Pelemahan

Iman menyampaikan harapan agar setelah acara selesai, indeks dapat kembali menguat. Pernyataan ini mencerminkan optimisme otoritas bursa bahwa fundamental pasar modal Indonesia tetap solid, meskipun tekanan jangka pendek tidak terhindarkan.

Sentimen Global Jadi Faktor Utama

Tekanan terhadap IHSG tidak lepas dari pengaruh sentimen global. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kebijakan ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya tensi perdagangan antara AS dan China menjadi faktor dominan yang membebani pasar.

Risiko Ekonomi Global

Isu potensi penutupan pemerintahan AS dan ketegangan dagang dua ekonomi terbesar dunia tersebut memicu sikap risk-off di pasar global. Investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang seperti Indonesia.

Selain itu, kekhawatiran di sektor perbankan Amerika Serikat turut menambah tekanan psikologis pasar. Meskipun belum ada dampak langsung, sentimen negatif cepat menyebar ke pasar regional.

Harapan Penurunan Fed Rate

Di sisi lain, pasar juga mencermati meningkatnya optimisme terhadap potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral AS pada akhir Oktober. Ekspektasi ini sejatinya bisa menjadi katalis positif, namun dalam jangka pendek belum mampu menahan tekanan jual.

Dampak pada Arus Modal

Ketidakpastian waktu dan besaran penurunan suku bunga membuat investor global memilih menunggu kepastian. Akibatnya, arus modal asing ke pasar saham Indonesia cenderung tertahan.

Sentimen Domestik Ikut Membebani

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti rilis data investasi kuartal III 2025 yang diperkirakan mengalami kontraksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka pendek.

Kekhawatiran Pertumbuhan

Apabila investasi melemah, maka prospek kinerja emiten juga berpotensi tertekan. Hal ini menjadi pertimbangan investor untuk melakukan aksi ambil untung atau mengurangi posisi di pasar saham.

Pandangan Analis Lain

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa sentimen global masih menjadi penekan utama IHSG, khususnya kekhawatiran di sektor perbankan AS dan eskalasi tensi dagang China-AS.

Potensi Meredanya Tekanan

Menurut Lukman, sentimen negatif dari sektor perbankan dapat mereda apabila tidak ada perkembangan lanjutan yang menyeret institusi keuangan lain. Sementara itu, ketegangan dagang dinilai masih meningkat, namun pasar berharap adanya pertemuan antara pemimpin kedua negara dalam waktu dekat.

Prospek Jangka Pendek IHSG

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih volatil. Investor disarankan mencermati perkembangan kebijakan global, data ekonomi domestik, serta sinyal dari bank sentral utama dunia.

Meskipun tekanan saat ini cukup dalam, optimisme terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetap ada. Stabilitas makroekonomi dan peran investor domestik diharapkan dapat menjadi penopang pasar di tengah gejolak global.

Related Posts

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,44% ke 567,89 pada Kamis (15/1/2026), ditopang saham ADMR, ADRO, ANTM, BBRI, BBCA hingga MAPI. Analis memproyeksikan IHSG berpotensi lanjut menguat. KabarPialang – Indeks Bisnis-27 mengawali…

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

IHSG dibuka menguat 0,35% ke 9.064 pada Kamis 15 Januari 2026. Saham MBMA, NCKL, dan IRSX kompak terbang, sementara analis memproyeksikan indeks berpotensi lanjut menguat. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan…

One thought on “IHSG Turun 3,22% BEI Buka Suara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 6 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya