IHSG Hari Ini, Kamis 6 November 2025, tembus 8.337. Saham TRIS naik 19,34% dan WOOD melesat 13,74%. Simak analisis lengkap pergerakan IHSG, sektor unggulan, top gainers & losers.
KabarPialang – IHSG Hari Ini, Kamis 6 November 2025, kembali mencatatkan rekor baru dengan menembus level 8.337,05. Berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,22%, sementara indeks LQ45 turut menguat 0,09% ke level 847,64. Lonjakan ini menunjukkan adanya optimisme dari investor domestik dan respon positif terhadap sentimen ekonomi dan pasar global.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.362,91 dan level terendah 8.289,89. Dari total saham yang diperdagangkan, 394 saham menguat, 259 saham melemah, dan 158 saham stagnan. Peningkatan mayoritas saham ini menjadi salah satu faktor kunci mengangkat IHSG hingga tembus 8.337 — sebuah capaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.
Saham TRIS dan WOOD Naik Signifikan
Saham-saham yang mencuri perhatian investor hari ini adalah TRIS dan WOOD, yang mencatatkan kenaikan harga signifikan.
- Saham TRIS (Trisula Textile Industries Tbk) melonjak 19,34% ke posisi Rp 216 per saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 209 miliar. Saham ini sempat dibuka di harga Rp 180 dan mencatat harga tertinggi Rp 244.
- Saham WOOD (Integra Indocabinet Tbk) naik 13,74% ke posisi Rp 505 per saham, dengan frekuensi perdagangan 999 kali dan nilai transaksi Rp 3,9 miliar. Saham ini dibuka stagnan di Rp 444 dan menyentuh harga tertinggi Rp 525.
Selain TRIS dan WOOD, saham PICO juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 18,97% ke harga Rp 276 per saham, menandakan adanya minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi menengah yang berpotensi memberikan keuntungan tinggi dalam jangka pendek.
Sentimen yang Menggerakkan IHSG
Menurut Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, kenaikan IHSG 6 November 2025 didorong oleh beberapa faktor, termasuk sentimen positif dari review kuartalan indeks MSCI dan optimisme terhadap pemulihan ekonomi domestik.
“Beberapa saham berhasil masuk dalam perhitungan indeks MSCI, menjadi faktor positif yang mengangkat IHSG,” ujar Ratna.
Selain itu, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia untuk Oktober 2025, yang akan dirilis pada 7 November 2025. Data cadangan devisa sebelumnya turun ke level terendah sejak Juli 2024 akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian investor karena dapat mempengaruhi arah pasar jangka pendek.
Dari kancah global, pasar juga mencermati data ekspor-impor China serta Michigan Consumer Sentiment Index (AS). Ekonomi China yang masih menunjukkan pertumbuhan ekspor dan impor memberikan sentimen positif bagi pasar regional, sementara indeks kepercayaan konsumen AS menjadi indikator arah pasar global yang bisa memengaruhi aliran modal ke Indonesia.
Pergerakan Sektor dan Saham Unggulan
Dari 11 sektor saham, 7 sektor mencatatkan penguatan dan 4 sektor melemah. Beberapa sektor dengan performa terbaik hari ini antara lain:
| Sektor | Kenaikan |
|---|---|
| Industri | +2,08% |
| Energi | +1,74% |
| Transportasi | +1,41% |
| Consumer Siklikal | +1,02% |
| Infrastruktur | +0,91% |
Sementara itu, sektor Basic Materials dan Consumer Nonsiklikal mengalami penurunan sekitar 0,9%, menunjukkan adanya rotasi investor dari sektor defensif ke sektor yang lebih agresif dan berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.
Top Gainers dan Top Losers IHSG Hari Ini
Top Gainers:
- LABA (+34,67%)
- UNTD (+34,52%)
- NIRO (+25%)
- PJHB (+24,85%)
- DFAM (+24,66%)
Top Losers:
- BABY (−14,71%)
- ATIC (−14,63%)
- PTSP (−13,19%)
- BAPA (−11,96%)
- KICI (−11,76%)
Pergerakan saham-saham kecil ini menunjukkan adanya rotasi investor ke saham berkapitalisasi kecil (small caps), yang berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi dalam jangka pendek karena volatilitasnya.
Saham Teraktif Berdasarkan Nilai dan Frekuensi
Berdasarkan Nilai Transaksi:
- BRMS – Rp 1,2 triliun
- BREN – Rp 1 triliun
- PTRO – Rp 942,6 miliar
- BBCA – Rp 772,4 miliar
- COIN – Rp 723,3 miliar
Berdasarkan Frekuensi:
- BRMS – 136.646 kali
- COIN – 75.140 kali
- CBRE – 60.016 kali
- NTBK – 53.293 kali
- BREN – 52.864 kali
Aktivitas perdagangan yang tinggi ini menunjukkan partisipasi aktif investor ritel dan institusional, menjadi indikator positif terhadap kepercayaan pasar di tengah momentum IHSG tembus 8.337.
Outlook Pasar Saham Indonesia
Dengan optimisme terhadap ekonomi kuartal IV 2025 dan ekspektasi penguatan data makro, IHSG Hari Ini 6 November 2025 diyakini menjadi sinyal positif untuk tren bullish jangka pendek hingga menengah. Namun, investor tetap disarankan berhati-hati terhadap fluktuasi kurs rupiah, data cadangan devisa, serta dinamika global dari AS dan China, karena faktor-faktor ini berpotensi memicu volatilitas pasar.
- IHSG Hari Ini naik 0,22% ke 8.337, mencatat rekor tertinggi baru.
- Saham TRIS dan WOOD menjadi bintang dengan kenaikan masing-masing 19,34% dan 13,74%.
- Sentimen positif datang dari review indeks MSCI, optimisme ekonomi domestik, dan data makro global yang mendukung.
- Aktivitas perdagangan tinggi menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Dengan kondisi ini, IHSG menunjukkan momentum bullish yang kuat, sementara saham-saham unggulan seperti TRIS, WOOD, dan PICO menawarkan peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan tren naik pasar.






