IHSG Tembus 8.217 di Awal Perdagangan, Saham FAST Jadi Primadona

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,79% ke level 8.217 pada Kamis (23/10/2025). Saham FAST menjadi sorotan setelah melonjak hingga 25% di awal perdagangan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak positif di awal perdagangan Kamis (23/10/2025).
Mengawali sesi pagi, indeks acuan bursa Indonesia ini dibuka menguat 64,79 poin atau 0,79% ke level 8.217,34, menurut data RTI Business pukul 09.10 WIB.

Kinerja positif IHSG kali ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih menaruh kepercayaan terhadap prospek ekonomi domestik, di tengah campuran sentimen global dan regional yang cenderung berfluktuasi.
Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 8.226,83, sebelum terkoreksi tipis ke kisaran 8.179,61 sebagai level terendah sementara.

Secara teknikal, pergerakan indeks yang stabil di atas 8.200 memperlihatkan adanya arus beli baru dari investor, terutama pada saham-saham sektor konsumer, perbankan, dan energi. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai kembali melakukan re-entry setelah dua hari terakhir IHSG bergerak mendatar.

Saham FAST Melejit 25% Jadi Top Gainer Pagi Ini

Dari sisi emiten, saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) — pengelola gerai KFC di Indonesia — menjadi sorotan utama pagi ini.
Saham FAST melonjak 25% di awal perdagangan, menjadikannya top gainer di antara ratusan saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan tajam saham FAST diyakini tidak terlepas dari ekspektasi positif terhadap kinerja keuangan kuartal ketiga 2025, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan pemulihan daya beli.
Selain itu, rencana ekspansi perseroan membuka gerai baru di luar Pulau Jawa juga disebut-sebut menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar.

Analis memperkirakan, saham FAST masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek apabila volume transaksi tetap tinggi dan tidak muncul aksi ambil untung (profit taking) secara agresif.
“Lonjakan saham FAST ikut memberikan kontribusi terhadap sektor konsumsi yang pagi ini menjadi salah satu motor utama kenaikan IHSG,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.

Selain FAST, saham-saham lain yang ikut menanjak signifikan berasal dari sektor perbankan besar, energi, dan properti.
Saham-saham unggulan seperti BBRI, BMRI, ASII, dan MDLN tercatat ikut mengalami kenaikan di awal sesi perdagangan, memperkuat arah positif indeks secara keseluruhan.

Sebaran Saham Pagi Ini: 305 Menguat, 188 Melemah

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia hingga pukul 09.10 WIB, terdapat 305 saham yang menguat, 188 saham melemah, dan 172 saham stagnan.
Total frekuensi transaksi mencapai 232.783 kali, dengan volume perdagangan 2,63 miliar lembar saham dan nilai transaksi sekitar Rp1,88 triliun.

Dominasi saham yang menguat menunjukkan sentimen pasar masih condong ke arah positif, didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.
Di sisi eksternal, penguatan indeks global seperti Dow Jones dan Nikkei 225 memberikan efek positif terhadap bursa Asia, termasuk Indonesia.
Sementara dari dalam negeri, stabilnya nilai tukar rupiah di kisaran Rp15.750 per dolar AS serta kabar positif terkait kenaikan penjualan sektor konsumsi menjadi katalis tambahan bagi pergerakan IHSG.

Selain itu, beberapa investor juga mulai melakukan rotasi portofolio ke saham-saham berfundamental baik yang sebelumnya undervalued.
Pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar domestik masih memiliki daya tarik di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

Sentimen Pasar dan Prospek IHSG Hari Ini

Meski bergerak menguat, analis menilai IHSG masih akan menghadapi tantangan di paruh kedua sesi perdagangan, terutama dari potensi aksi ambil untung di saham-saham big cap.
Pergerakan indeks akan banyak dipengaruhi oleh arah pasar global, terutama perkembangan suku bunga The Fed dan harga komoditas utama seperti minyak dan batu bara.

“Level 8.250 menjadi resistance psikologis bagi IHSG hari ini. Jika mampu bertahan di atas 8.200 dan menembus 8.250, maka peluang untuk melanjutkan tren naik cukup terbuka,” ujar analis tersebut.
Sementara itu, area support terdekat berada di kisaran 8.160–8.170, yang menjadi batas bawah apabila tekanan jual meningkat menjelang sesi siang.

Analis juga menyoroti bahwa investor akan mencermati laporan kinerja kuartal ketiga dari sejumlah emiten besar, khususnya perbankan dan pertambangan.
Jika hasilnya positif, maka bukan tidak mungkin IHSG mampu menguat hingga ke area 8.280–8.300 dalam waktu dekat.

Faktor Domestik Masih Jadi Penopang Utama IHSG

Secara fundamental, stabilitas ekonomi Indonesia masih menjadi alasan utama investor mempertahankan eksposur di pasar saham domestik.
Inflasi yang terkendali di bawah 3%, defisit fiskal yang terjaga, serta tren penurunan harga pangan memberikan ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tumbuh lebih kuat.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempercepat realisasi belanja infrastruktur dan sosial menjelang akhir tahun, yang berpotensi meningkatkan arus likuiditas di pasar.
Hal ini memberi peluang bagi emiten di sektor konstruksi, semen, dan konsumsi untuk mencatatkan pertumbuhan laba yang lebih baik.

Investor asing pun kembali mencatatkan net buy dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan minat terhadap aset berisiko di kawasan Asia Tenggara masih terjaga.
Dengan kombinasi faktor makro dan kinerja korporasi yang positif, IHSG berpeluang mempertahankan tren penguatan hingga akhir pekan.

Pergerakan IHSG pagi ini yang menguat ke level 8.217 memberikan sinyal bahwa pasar saham Indonesia masih punya momentum positif di tengah dinamika global.
Namun, investor tetap disarankan untuk selektif memilih saham, terutama fokus pada sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan laba yang solid.

Saham seperti FAST, BBRI, dan ASII masih berpotensi menopang indeks, sementara saham-saham berkapitalisasi kecil diharapkan tidak mengalami volatilitas ekstrem.
Analis mengingatkan agar investor tidak tergoda oleh euforia jangka pendek, dan tetap memperhatikan faktor risiko, termasuk pergerakan nilai tukar serta kebijakan moneter global.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

One thought on “IHSG Tembus 8.217 di Awal Perdagangan, Saham FAST Jadi Primadona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026