AIATA Gandeng Astra, Kontrak Tambang Rp5 T

IATA melalui anak usaha APE meneken kerja sama jasa pertambangan batubara senilai Rp5 triliun dengan grup Astra untuk periode lima tahun mulai 2026.

KabarPialang – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) memperkuat ekspansi bisnisnya di sektor energi dengan menandatangani kerja sama strategis jasa pertambangan batubara bersama grup Astra. Kesepakatan bernilai Rp5 triliun tersebut menjadi salah satu kontrak besar yang menandai keseriusan IATA dalam meningkatkan skala dan efisiensi operasional tambang batubaranya.

Kerja sama ini dilakukan melalui anak usaha IATA, PT Arthaco Prima Energy (APE), dengan PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING), perusahaan jasa pertambangan yang berada di bawah naungan PT United Tractors Tbk, bagian dari grup Astra. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan produksi jangka panjang.

Ruang Lingkup Kerja Sama Jasa Pertambangan

Fokus pada Operasi Tambang Batubara

Perjanjian kerja sama mencakup penyediaan jasa pertambangan batubara secara menyeluruh. Salah satu ruang lingkup utama dalam kontrak ini adalah kegiatan pengupasan lapisan penutup atau waste removal, yang merupakan tahap krusial dalam proses produksi tambang batubara.

Dengan menggandeng kontraktor berpengalaman, IATA berupaya memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan lebih efektif, aman, dan sesuai standar industri. KPP MINING akan bertindak sebagai kontraktor utama di wilayah izin usaha pertambangan milik APE.

Lokasi Proyek di Sumatera Selatan

Seluruh kegiatan jasa pertambangan akan dilaksanakan di area Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) APE yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Wilayah ini menjadi salah satu aset strategis IATA yang telah memasuki fase produksi komersial.

Kontrak Lima Tahun Mulai 2026

Nilai dan Durasi Perjanjian

Kontrak kerja sama ini disepakati untuk jangka waktu lima tahun dan akan mulai efektif pada Januari 2026. Dengan nilai mencapai Rp5 triliun, perjanjian ini menjadi salah satu kontrak jasa pertambangan terbesar yang diamankan IATA dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai kontrak tersebut mencerminkan skala proyek yang besar serta target produksi yang ambisius sepanjang masa kerja sama.

Target Produksi Jangka Panjang

Selama periode kontrak, target produksi batubara ditetapkan mencapai 33,6 juta metrik ton. Untuk tahun pertama pelaksanaan, yaitu 2026, target produksi dipatok sebesar 3 juta metrik ton.

Selain itu, total volume material yang akan dikelola selama masa kontrak diperkirakan mencapai 140,9 juta bank cubic meter (BCM). Angka ini menunjukkan intensitas kegiatan operasional yang cukup tinggi dan membutuhkan dukungan kontraktor dengan kapasitas besar.

Strategi IATA Tingkatkan Kinerja Operasional

Optimalisasi Skala Produksi

Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan kinerja tambang perseroan. Kolaborasi dengan pemain jasa pertambangan terkemuka dinilai mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.

Masuknya KPP MINING sebagai mitra diharapkan dapat membantu IATA memaksimalkan skala produksi batubara secara berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika industri energi.

Fase Produksi Komersial APE

IUP Arthaco Prima Energy saat ini telah memasuki fase produksi komersial. Oleh karena itu, penguatan operasional menjadi fokus utama agar produksi dapat berjalan konsisten dan sesuai target jangka panjang perusahaan.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi IATA untuk menciptakan nilai tambah dari aset tambang yang dimiliki, baik dari sisi volume produksi maupun efisiensi biaya.

Komitmen KPP MINING dan Grup Astra

Penguatan Portofolio Proyek

Dari sisi KPP MINING, kerja sama dengan IATA dinilai memiliki nilai strategis dalam memperluas portofolio proyek jasa pertambangan. Keterlibatan dalam proyek ini juga membuka peluang optimalisasi kapabilitas operasional yang dimiliki perusahaan.

Sebagai bagian dari grup Astra, KPP MINING membawa pengalaman panjang dalam pengelolaan tambang skala besar dengan standar operasional yang ketat.

Fokus Keselamatan dan Keberlanjutan

KPP MINING menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi standar keselamatan kerja, praktik pertambangan berkelanjutan, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Aspek keselamatan dan keberlanjutan menjadi elemen penting dalam mendukung kelangsungan proyek jangka panjang.

Dampak Strategis bagi Bisnis IATA

Penguatan Posisi di Sektor Energi

Kerja sama ini memperkuat posisi IATA sebagai pemain yang semakin serius dalam industri energi, khususnya batubara. Dengan dukungan mitra strategis dari grup Astra, IATA memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saing dan stabilitas operasional.

Prospek Jangka Panjang

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis lanjutan. Sinergi antara pemilik IUP dan kontraktor berpengalaman menjadi kunci dalam menghadapi tantangan industri pertambangan yang semakin kompleks.

Dengan kontrak bernilai besar dan jangka waktu panjang, kerja sama antara IATA dan grup Astra ini menandai babak baru dalam pengembangan aset tambang batubara nasional yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Related Posts

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

IHSG hari ini Selasa 13 Januari 2026 dibuka menguat 0,69% ke level 8.946. Mayoritas saham naik, SOTS pimpin top gainers. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa,…

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

Saham RMKE diproyeksikan menuju Rp10.000 seiring ekspansi logistik batu bara, efisiensi capex, dan dukungan regulasi. Simak profil dan pemiliknya. KabarPialang – Optimisme terhadap saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus meningkat…

One thought on “AIATA Gandeng Astra, Kontrak Tambang Rp5 T

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 6 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya