Harga Perak Tembus US$80 di Tengah Gejolak Global

Harga perak mencetak rekor baru di atas US$80 per ons seiring meningkatnya permintaan safe haven, ketegangan geopolitik, dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed.

KabarPialang – Harga perak dunia mencatatkan sejarah baru pada Senin (29/12/2025) dengan menembus level US$80 per ons untuk pertama kalinya. Lonjakan ini memperpanjang reli akhir tahun yang luar biasa dan menempatkan perak sebagai salah satu komoditas dengan kinerja terbaik sepanjang 2025. Kenaikan tajam tersebut mencerminkan kombinasi faktor fundamental dan sentimen global yang saling menguatkan.

Reli perak tidak terjadi secara terisolasi. Logam mulia lain seperti emas dan platinum juga mencetak rekor tertinggi, menandakan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Harga Perak Melonjak Tajam di Akhir Tahun

Pada perdagangan terbaru, harga perak spot bergerak di kisaran US$83 per ons. Kenaikan ini terjadi setelah perak mencatat enam sesi penguatan berturut-turut, termasuk lonjakan harian sekitar 10% pada akhir pekan lalu. Kenaikan satu hari tersebut menjadi yang terbesar sejak krisis keuangan global 2008.

Dalam denominasi rupiah, harga perak setara dengan lebih dari Rp1,3 juta per ons. Level ini mempertegas posisi perak sebagai aset yang kembali menarik perhatian investor ritel maupun institusional, terutama menjelang penutupan tahun.

Reli Terkuat Sejak Krisis Global

Lonjakan harga perak saat ini dinilai sebagai salah satu reli terkuat dalam lebih dari satu dekade. Aksi beli masif dan likuiditas pasar yang relatif tipis menjelang akhir tahun mempercepat pergerakan harga, memicu efek bola salju di pasar komoditas.

Arus Spekulatif dan Dislokasi Pasokan

Dampak Short Squeeze

Kenaikan harga perak tidak lepas dari dampak lanjutan short squeeze yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. Posisi jual yang besar di pasar derivatif memaksa pelaku pasar melakukan pembelian cepat untuk menutup kerugian, sehingga mendorong harga naik secara agresif.

Dislokasi pasokan juga masih terasa di pusat-pusat perdagangan utama. Ketersediaan fisik perak yang terbatas, dikombinasikan dengan permintaan yang meningkat, menciptakan ketidakseimbangan pasar yang signifikan.

Permintaan Fisik Tetap Kuat

Selain faktor spekulatif, permintaan fisik perak tetap solid. Perak banyak digunakan dalam industri, terutama pada sektor energi terbarukan, elektronik, dan teknologi. Permintaan industri yang stabil menjadi fondasi kuat bagi reli harga jangka menengah.

Logam Mulia Jadi Favorit Investor

Emas dan Platinum Ikut Cetak Rekor

Tidak hanya perak, emas dan platinum juga mencatatkan rekor harga baru. Fenomena ini menunjukkan pergeseran sentimen investor ke aset lindung nilai, seiring meningkatnya risiko global dan ketidakpastian arah ekonomi dunia.

Ketegangan geopolitik, mulai dari konflik regional hingga dinamika hubungan antarnegara besar, menjadi katalis utama lonjakan harga logam mulia. Investor cenderung mencari aset yang dianggap aman saat risiko meningkat.

Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis

Pelemahan dolar AS turut memperkuat daya tarik logam mulia. Ketika nilai dolar melemah, harga komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global.

Peran Bank Sentral dan Kebijakan The Fed

Pembelian Bank Sentral dan Arus ETF

Lonjakan harga perak juga didukung oleh pembelian aktif bank sentral dan arus masuk ke produk investasi berbasis logam mulia, seperti ETF. Minat institusional ini memperkuat tren naik dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek logam mulia.

Harapan Penurunan Suku Bunga 2026

Kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor penting lainnya. The Fed telah memangkas suku bunga beberapa kali, dan pasar memperkirakan pelonggaran lanjutan pada 2026. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti perak dan emas.

Geopolitik dan Pasar Keuangan Global

Geopolitik tetap menjadi fokus utama pelaku pasar. Upaya diplomatik untuk meredakan konflik global belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian. Kondisi ini mendorong investor meningkatkan eksposur pada aset safe haven.

Sementara itu, pasar obligasi relatif stabil meskipun masih mencatatkan kinerja bulanan yang beragam. Fluktuasi dolar dan imbal hasil obligasi memberikan latar belakang yang kondusif bagi reli logam mulia.

Prospek Harga Perak ke Depan

Dengan menembus level US$80 per ons, perhatian pasar kini tertuju pada keberlanjutan reli perak. Selama pasokan tetap ketat, dolar AS lemah, dan kebijakan moneter longgar berlanjut, harga perak berpotensi tetap tinggi.

Namun, volatilitas juga diperkirakan meningkat. Aksi ambil untung dan perubahan sentimen global dapat memicu koreksi jangka pendek. Meski demikian, posisi perak sebagai aset strategis di tengah ketidakpastian global semakin menguat menjelang 2026.

Related Posts

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat 0,44% ke 567,89 pada Kamis (15/1/2026), ditopang saham ADMR, ADRO, ANTM, BBRI, BBCA hingga MAPI. Analis memproyeksikan IHSG berpotensi lanjut menguat. KabarPialang – Indeks Bisnis-27 mengawali…

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

IHSG dibuka menguat 0,35% ke 9.064 pada Kamis 15 Januari 2026. Saham MBMA, NCKL, dan IRSX kompak terbang, sementara analis memproyeksikan indeks berpotensi lanjut menguat. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan…

One thought on “Harga Perak Tembus US$80 di Tengah Gejolak Global

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 4 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 6 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya