Futures Gas Alam Menguat 3% di Sesi AS, Investor Waspadai Resistance Penting

Futures gas alam naik 3% pada sesi AS dan diperdagangkan di USD4,67 per mmBTU. Pasar menguji resistance kunci di USD4,675 di tengah pelemahan indeks dolar AS.

KabarPialang – Futures gas alam mencatat penguatan signifikan dalam sesi perdagangan Amerika Serikat pada hari Kamis. Pergerakan ini menjadi sorotan penting di pasar energi global, terutama ketika komoditas lainnya menunjukkan dinamika yang beragam. Pada New York Mercantile Exchange (NYMEX), kontrak gas alam untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD 4,67 per mmBTU, naik 3,11% pada saat penulisan. Lonjakan ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap gas alam meningkat, baik dari sisi trader jangka pendek maupun investor institusional yang melihat peluang momentum bullish.

Sebelumnya, kontrak gas alam sempat menyentuh level tertinggi sesi, meskipun angka pastinya tidak dicantumkan dalam data awal. Fakta bahwa harga masih mampu bertahan di atas level kenaikan harian menunjukkan adanya momentum kuat yang mendorong reli dalam jangka pendek. Kenaikan ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, mulai dari proyeksi permintaan musim dingin, perkembangan cuaca, hingga dinamika pasokan yang kerap mempengaruhi volatilitas harga gas alam.

Level Support dan Resistance Penting

Dalam analisis teknikal, Futures gas alam saat ini berada pada area harga yang memiliki level krusial, yakni:

  • Support utama: USD 4,262
  • Resistance utama: USD 4,675

Level resistance menjadi titik pengujian penting. Jika harga mampu menembus area tersebut, maka pergerakan bullish berpotensi berlanjut dan membawa gas alam ke level harga yang lebih tinggi. Hal ini bisa membuka peluang bagi trader momentum yang menunggu breakout untuk membuka posisi long.

Sebaliknya, jika harga gagal menembus resistance dan terkoreksi, maka support di USD 4,262 akan menjadi benteng utama. Penembusan di bawah level ini dapat memicu konsolidasi atau bahkan pembalikan arah menuju tren bearish jangka pendek. Oleh karena itu, kedua level tersebut menjadi acuan penting dalam strategi trading harian maupun swing trading.

Dampak Pelemahan Indeks Dolar AS

Dalam waktu yang sama, Indeks Dolar AS Berjangka turun 0,44% dan diperdagangkan pada USD 98,93. Pelemahan dolar biasanya menjadi faktor pendukung bagi komoditas, termasuk gas alam, karena membuatnya lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Kondisi ini sering membantu mendorong permintaan tambahan dari pasar global.

Namun, penguatan komoditas energi tidak selalu disebabkan oleh pelemahan dolar semata. Pasar energi memiliki karakteristik unik yang dipengaruhi oleh pasokan, permintaan musiman, kondisi cuaca, tingkat penyimpanan, hingga kebijakan energi negara-negara produsen. Karena itu, meski dolar melemah, faktor fundamental seperti ekspektasi cuaca dingin atau gangguan pasokan sering menjadi pendorong utama pergerakan harga gas alam.Pergerakan Komoditas Energi Lain: Tidak Seragam

Sementara gas alam menguat, komoditas energi lainnya di NYMEX menunjukkan gerakan yang bervariasi, mencerminkan kondisi pasar yang tidak seragam.

Minyak Mentah (Crude Oil) – Kontrak Desember

  • Naik 0,50%
  • Diperdagangkan pada USD 58,78 per barel

Kenaikan minyak mentah mencerminkan sentimen positif terkait permintaan global, terutama setelah muncul ekspektasi bahwa konsumsi energi akan meningkat seiring pemulihan aktivitas ekonomi. Selain itu, faktor geopolitik serta kebijakan produksi dari negara-negara OPEC+ kerap menjadi katalis penggerak harga minyak.

Heating Oil – Kontrak Desember

  • Turun 1,13%
  • Diperdagangkan pada USD 2,45 per galon

Penurunan pada heating oil mengindikasikan tekanan pada komoditas bahan bakar pemanas. Faktor seperti tingginya stok atau penyesuaian permintaan musiman dapat menjadi penyebab melemahnya harga. Karena heating oil berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga dan industri, volatilitas pada komoditas ini sering mengikuti pola cuaca dan tren konsumsi domestik.

Sentimen Pasar Energi: Apa Artinya?

Kenaikan pada Futures gas alam mengirimkan sinyal positif bagi pelaku pasar yang memantau dinamika energi. Meski komoditas lain tidak bergerak seragam, gas alam menunjukkan kekuatan tersendiri. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa permintaan energi primer ini tengah meningkat, baik untuk kebutuhan pemanas maupun industri.

Bagi trader, level teknikal yang telah terbentuk memberikan peluang untuk memanfaatkan pergerakan harga, baik melalui strategi jangka pendek seperti scalping hingga swing trading. Sementara bagi investor jangka panjang, tren penguatan mungkin mengindikasikan bahwa gas alam dapat menjadi aset yang menarik di tengah kenaikan kebutuhan energi global.

Pergerakan Futures gas alam yang menguat sebesar 3,11% ke level USD 4,67 per mmBTU mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap komoditas energi ini. Dengan support di USD 4,262 dan resistance di USD 4,675, trader kini memiliki gambaran teknikal yang jelas untuk memantau potensi kelanjutan tren.

Di tengah pelemahan indeks dolar dan pergerakan yang bervariasi pada crude oil serta heating oil, gas alam tampil sebagai komoditas yang menunjukkan kinerja paling kuat pada sesi perdagangan hari ini. Pergerakan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pasar energi global tetap dinamis dan penuh peluang bagi pelaku pasar yang jeli membaca momentum.

Related Posts

Regulasi Data Kripto 2026, Ini Respons Pelaku Industri

Pelaku kripto nilai regulasi pertukaran data 2026 tak berdampak besar bagi industri, namun lebih mempengaruhi e-money dan perbankan. KabarPialang – Industri aset kripto di Indonesia kembali menjadi pembahasan utama setelah pemerintah…

Bitcoin Anjlok ke US$93.714, Reli 2025 Lenyap dalam 30 Hari

Harga Bitcoin jatuh ke US$93.714 dan menghapus seluruh reli sepanjang 2025. Pasar kripto memasuki fase risk-off setelah minat institusi melemah, aksi jual meningkat, dan sentimen global menurun. KabarPialang – Harga Bitcoin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 6 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026