Futures emas turun 0,75% di sesi Asia pada Selasa. Simak analisis lengkap harga emas dunia, pergerakan dolar AS, dan faktor global yang mempengaruhi pasar logam mulia hari ini.
KabarPialang – Futures emas tercatat melemah selama perdagangan di sesi Asia pada Selasa (28/10/2025).
Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX), kontrak emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan di USD3.989,44 per troy ons, turun 0,75% dibandingkan sesi sebelumnya.
Instrumen ini sempat menyentuh posisi terendah harian di sekitar USD3.980 per troy ons. Berdasarkan analisis teknikal, support kuat berada di USD3.978,84, sedangkan resistance terdekat diperkirakan di USD4.171,50.
Penurunan ini terjadi setelah harga emas mengalami reli selama dua pekan terakhir akibat meningkatnya permintaan aset aman. Kini, investor mulai melakukan aksi ambil untung seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik dan menguatnya data ekonomi AS.
Analisis Teknis Harga Emas
Dari sisi teknikal, futures emas memperlihatkan sinyal koreksi wajar setelah sempat berada di area overbought. Indikator Relative Strength Index (RSI) kini bergerak di kisaran 58, turun dari posisi 65 minggu lalu, menunjukkan tekanan jual mulai meningkat.
Sementara itu, Moving Average (MA-20) masih menunjukkan tren positif, menandakan bahwa koreksi ini belum mengubah arah jangka menengah. Jika harga mampu bertahan di atas USD3.980, potensi penguatan kembali menuju USD4.100 masih terbuka.
Namun jika harga menembus support utama, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju USD3.950. Banyak analis menilai, level USD4.000 tetap menjadi titik psikologis penting bagi pasar, dan penutupan harian di bawah level tersebut bisa memicu aksi jual lanjutan.
“Secara teknikal, emas tengah mengalami fase konsolidasi sehat. Investor mengambil napas setelah kenaikan tajam minggu lalu,” ujar salah satu analis pasar komoditas di Singapura.
Pengaruh Dolar AS terhadap Emas
Indeks Dolar AS Berjangka yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama tercatat melemah 0,20% ke level USD98,37.
Biasanya, pelemahan dolar AS mendukung kenaikan harga futures emas, karena komoditas ini menjadi lebih menarik bagi investor non-dolar.
Namun, kali ini penurunan dolar belum cukup kuat untuk mendorong harga emas naik. Investor masih memantau arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve, yang berpotensi menentukan pergerakan aset berisiko maupun logam mulia.
Jika The Fed memberikan sinyal pelonggaran moneter dalam waktu dekat, futures emas berpeluang rebound karena bunga rendah meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Kinerja Logam Lain: Perak dan Tembaga
Selain emas, dua logam industri lainnya juga melemah di sesi perdagangan yang sama.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,27% menjadi USD46,65 per troy ons, sementara tembaga berjangka merosot 0,44% ke USD5,14 per pon.
Pelemahan ini memperlihatkan bahwa pasar logam secara keseluruhan tengah berada dalam fase koreksi tipis, terutama karena kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan dari sektor manufaktur global.
Meskipun begitu, analis menilai bahwa koreksi ini masih dalam batas normal. Jika aktivitas industri global kembali meningkat pada kuartal IV 2025, harga logam dasar seperti perak dan tembaga bisa kembali menguat.
Faktor Global yang Mempengaruhi Harga Emas
Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi futures emas dalam beberapa pekan terakhir, antara lain:
- Data inflasi global yang masih tinggi di sejumlah negara, meningkatkan daya tarik aset lindung nilai seperti emas.
- Kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat dan Eropa yang menekan daya beli dan memperlambat permintaan logam mulia.
- Perubahan yield obligasi AS, yang sering kali berbanding terbalik dengan pergerakan harga emas.
- Kondisi geopolitik global, termasuk situasi di Timur Tengah dan Eropa Timur, yang memicu permintaan aset aman.
Selain itu, volatilitas di pasar saham global juga membuat sebagian investor kembali melirik emas sebagai sarana diversifikasi portofolio. Namun, reli jangka panjang hanya bisa berlanjut jika sentimen risiko global memburuk secara signifikan.
Kesimpulan dan Prospek Pasar
Secara keseluruhan, futures emas mengalami penurunan ringan namun tetap bertahan di level psikologis penting di sekitar USD4.000 per troy ons. Tekanan jual saat ini lebih banyak dipicu oleh aksi profit taking setelah kenaikan kuat sebelumnya.
Dalam jangka pendek, harga diperkirakan akan bergerak dalam rentang USD3.950 – USD4.150, menunggu arah yang lebih jelas dari kebijakan The Fed dan perkembangan ekonomi global.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap rilis data inflasi dan pernyataan pejabat bank sentral AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar logam mulia.
Jika kondisi ekonomi global melemah dan dolar terus tertekan, harga futures emas berpotensi menguat kembali pada bulan depan. Namun, jika data ekonomi AS menunjukkan kekuatan baru, tekanan pada emas bisa berlanjut hingga akhir kuartal keempat 2025.








