FTSE Russell resmi menaikkan status Vietnam dari pasar perbatasan menjadi pasar berkembang. Pengumuman ini mendorong indeks saham VN-Index melonjak 2% ke rekor tertinggi dan membuka peluang investasi asing hingga miliaran dolar.
KabarPialang – Pasar saham Vietnam mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Rabu (tanggal tidak disebutkan), setelah FTSE Russell mengumumkan peningkatan status Vietnam dari pasar perbatasan (frontier market) menjadi pasar berkembang (emerging market). Keputusan bersejarah ini disambut dengan antusias oleh pemerintah serta para investor, dan dipandang sebagai tonggak penting dalam perjalanan modernisasi pasar keuangan Vietnam.
Indeks acuan VN-Index (.VNI) melonjak hingga 2% pada awal perdagangan, menyentuh rekor tertinggi di level 1.735 poin. Meskipun kemudian memangkas sebagian kenaikan dan ditutup turun tipis 0,1%, performa tersebut mencerminkan optimisme tinggi pelaku pasar. Sepanjang tahun 2025, VN-Index telah menguat lebih dari 30%, menjadikannya pasar saham dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara.
Langkah Strategis FTSE Russell dan Dampaknya
Kenaikan status dari FTSE Russell ini merupakan terobosan besar bagi Vietnam. Dengan status baru sebagai pasar berkembang, berbagai dana investasi pasif global — termasuk ETF dan manajer dana internasional — kini memiliki akses untuk membeli saham-saham terdaftar di Vietnam. FTSE memperkirakan, peningkatan peringkat ini akan memicu arus masuk dana asing hingga USD 6 miliar atau sekitar Rp 96 triliun, yang akan memberi likuiditas baru dan meningkatkan kepercayaan investor.
Peningkatan status ini akan berlaku efektif mulai 21 September 2026, dengan tinjauan sementara pada Maret 2026. Periode ini memberikan waktu bagi otoritas Vietnam untuk melanjutkan reformasi pasar agar semakin transparan, efisien, dan menarik bagi investor global.
Komisi Sekuritas Negara Vietnam menyebut keputusan FTSE ini sebagai “tonggak sejarah bagi pasar modal Vietnam”, yang akan membuka fase pertumbuhan baru. Otoritas juga menegaskan, pengakuan ini adalah hasil nyata dari reformasi pasar dan kebijakan pro-investasi yang telah dilakukan pemerintah selama beberapa tahun terakhir.
Reformasi Pasar dan Posisi Baru Vietnam
Vietnam telah melaksanakan berbagai reformasi struktural yang memperkuat daya saing pasar modalnya. Langkah-langkah seperti peningkatan infrastruktur perdagangan saham, perbaikan tata kelola perusahaan, dan pengurangan batasan kepemilikan asing menjadi kunci utama dalam menarik perhatian lembaga global seperti FTSE Russell.
Dengan status sebagai pasar berkembang, Vietnam kini sejajar dengan ekonomi besar Asia seperti India, Tiongkok, dan Indonesia. Posisi baru ini diyakini akan mendorong aktivitas IPO di dalam negeri, karena semakin banyak perusahaan lokal yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk menarik modal internasional.
Kabar Positif di Tengah Tekanan Ekspor
Peningkatan status ini datang di tengah tantangan perdagangan global, terutama setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor 20% terhadap produk Vietnam sejak 7 Agustus 2025. Kebijakan ini berpotensi memangkas ekspor Vietnam ke AS hingga 20%, menjadikannya negara Asia Tenggara yang paling terdampak menurut laporan Program Pembangunan PBB (UNDP).
Namun demikian, pengakuan dari FTSE Russell memberikan sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi Vietnam tetap solid. Kenaikan status ini menjadi penyeimbang penting terhadap tekanan eksternal dan memperkuat keyakinan bahwa ekonomi Vietnam dapat bertahan dan tumbuh meskipun menghadapi hambatan perdagangan jangka pendek.
Kepercayaan Investor Kian Menguat
Menurut Suvir Loomba, Kepala Regional Layanan Sekuritas Asia di HSBC, “Peningkatan status pasar saham Vietnam oleh FTSE mengirimkan sinyal kuat kepada investor global bahwa negara ini mampu menghadapi tantangan perdagangan jangka pendek dan tetap menjadi destinasi investasi menarik.”
Dengan masuknya Vietnam ke dalam kategori pasar berkembang, aliran modal asing diperkirakan akan meningkat stabil, disertai likuiditas lebih tinggi, peningkatan valuasi saham, serta ketertarikan institusi besar terhadap perusahaan Vietnam. Negara ini kini dipandang sebagai pasar strategis bagi investor yang mencari pertumbuhan cepat dan stabilitas makro di kawasan Asia.
Prospek Cerah Menuju 2026
Ke depan, Vietnam diproyeksikan akan memasuki fase pertumbuhan baru di sektor keuangan dan pasar modal. Kombinasi fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan reformasi progresif, serta dukungan dari investor global akan menjadi pendorong utama menuju transformasi pasar yang lebih matang.
Seiring dengan berjalannya waktu menuju 2026, pemerintah dan otoritas pasar Vietnam diperkirakan akan mempercepat langkah-langkah penyempurnaan regulasi dan infrastruktur perdagangan agar sepenuhnya memenuhi standar pasar berkembang.
Dengan demikian, upgrade dari FTSE Russell bukan hanya pengakuan atas pencapaian Vietnam, tetapi juga landasan menuju masa depan cerah. Negara ini kini siap memainkan peran yang lebih besar di panggung keuangan global, dan menjadi pusat investasi utama di Asia Tenggara.






