Energi Mega Persada (ENRG) memberikan pinjaman Rp105,14 miliar kepada anak usaha BSSL untuk melunasi utang bank, memperkuat struktur keuangan tanpa dampak operasional.
KabarPialang – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali melakukan langkah strategis di awal tahun dengan memberikan pinjaman kepada anak usahanya, PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL). Nilai pinjaman yang dikucurkan mencapai Rp105,14 miliar. Transaksi ini diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia dan dikategorikan sebagai transaksi afiliasi.
Langkah ini menjadi bagian dari pengelolaan struktur keuangan grup usaha ENRG, khususnya dalam mendukung kewajiban keuangan anak perusahaan yang bergerak di sektor penunjang energi dan kelautan.
Detail Pinjaman yang Diberikan ENRG
Nilai dan Jangka Waktu
Pinjaman yang diberikan ENRG kepada BSSL tercatat sebesar Rp105.140.600.000. Berdasarkan perjanjian, pinjaman tersebut memiliki jangka waktu hingga maksimal lima tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian pinjaman.
Jangka waktu yang relatif panjang ini memberikan ruang bagi BSSL untuk mengelola arus kas dengan lebih fleksibel tanpa tekanan pembayaran jangka pendek yang berlebihan.
Tingkat Suku Bunga
Suku bunga yang dikenakan atas pinjaman ini mengacu pada tingkat bunga obligasi seri C ENRG dalam Penawaran Umum Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025. Dengan skema ini, suku bunga pinjaman bersifat sejalan dengan biaya pendanaan ENRG sendiri, sehingga dinilai wajar dan sesuai prinsip kewajaran transaksi afiliasi.
Tujuan Penggunaan Dana
Pelunasan Utang ke Bank Mandiri
Tujuan utama pemberian pinjaman ini adalah untuk melunasi seluruh pokok utang beserta bunga yang dimiliki BSSL kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dengan pelunasan tersebut, BSSL diharapkan dapat memperbaiki struktur liabilitasnya dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman perbankan.
Langkah ini juga mencerminkan strategi ENRG dalam melakukan sentralisasi pengelolaan pendanaan di tingkat induk usaha, sehingga kontrol terhadap kewajiban keuangan grup menjadi lebih optimal.
Sesuai Rencana PUB
Manajemen ENRG menegaskan bahwa transaksi ini telah sesuai dengan rencana penggunaan dana yang tercantum dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap I. Artinya, dana hasil penerbitan obligasi memang dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pendanaan anak usaha, termasuk pelunasan utang yang sudah ada.
Status Transaksi Afiliasi
Kepemilikan Saham ENRG di BSSL
ENRG tercatat sebagai pemilik tidak langsung atas 99,8% modal ditempatkan dan disetor di BSSL. Dengan tingkat kepemilikan tersebut, BSSL secara substansial berada di bawah kendali ENRG.
Oleh karena itu, transaksi pinjaman ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal.
Pengecualian Berdasarkan POJK
Manajemen ENRG menyebutkan bahwa transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi yang dikecualikan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK 42/2020. Dengan demikian, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham independen melalui RUPS.
Pengecualian ini umumnya diberikan untuk transaksi antar entitas yang memiliki hubungan kepemilikan kuat dan dilakukan untuk mendukung kegiatan usaha grup.
Dampak terhadap Kinerja Perusahaan
Tidak Mengganggu Operasional
ENRG menegaskan bahwa pemberian pinjaman kepada BSSL tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional perusahaan induk. Arus kas dan aktivitas bisnis utama ENRG tetap berjalan normal sesuai rencana.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah kondisi industri energi yang masih menghadapi berbagai tantangan global.
Kondisi Keuangan Tetap Stabil
Dari sisi keuangan, transaksi ini juga disebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan ENRG. Pinjaman diberikan dengan perhitungan yang matang serta disesuaikan dengan kemampuan pendanaan perusahaan.
Selain itu, karena bunga pinjaman mengacu pada bunga obligasi internal, risiko penurunan margin keuangan dapat ditekan.
Perspektif Strategis bagi Grup ENRG
Penguatan Struktur Keuangan Anak Usaha
Dengan melunasi utang BSSL ke Bank Mandiri, struktur keuangan anak usaha diharapkan menjadi lebih sehat. Beban bunga perbankan dapat ditekan, sementara fleksibilitas pembayaran meningkat karena pinjaman berasal dari perusahaan induk.
Langkah ini juga dapat meningkatkan daya saing BSSL dalam menjalankan proyek-proyeknya di sektor terkait.
Sinyal Konsolidasi Internal
Transaksi ini mencerminkan strategi konsolidasi internal yang dilakukan ENRG untuk memperkuat sinergi antar entitas dalam grup. Pendekatan ini lazim dilakukan oleh perusahaan terbuka yang memiliki banyak anak usaha dengan kebutuhan pendanaan berbeda-beda.
Bagi pasar, langkah ini dapat dibaca sebagai upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan usaha jangka panjang.
Pemberian pinjaman Rp105,14 miliar oleh PT Energi Mega Persada Tbk kepada PT Bangun Sarana Samudra Laut merupakan langkah strategis yang terencana dan sesuai regulasi. Dengan tujuan utama melunasi utang anak usaha ke bank, transaksi ini diharapkan memperbaiki struktur keuangan grup tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap operasional maupun kondisi keuangan ENRG.
Bagi investor, langkah ini menunjukkan komitmen manajemen dalam mengelola pendanaan secara terintegrasi serta menjaga kesehatan keuangan seluruh entitas dalam grup usaha ENRG.






