BEI menghentikan sementara perdagangan enam saham setelah lonjakan harga signifikan. Langkah suspensi dilakukan sebagai upaya perlindungan investor.
KabarPialang – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap sejumlah saham yang mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat. Sepanjang awal Januari 2026, tercatat enam saham yang dikenakan suspensi sebagai bagian dari langkah cooling down guna menjaga keteraturan perdagangan serta melindungi kepentingan investor.
Kebijakan ini mencerminkan sikap kehati-hatian otoritas bursa dalam merespons pergerakan harga saham yang dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan maupun informasi material yang tersedia di pasar. BEI menilai lonjakan harga yang terlalu cepat berpotensi menimbulkan risiko, terutama bagi investor ritel yang masuk pada harga tinggi.
BBSS Jadi Perhatian Utama BEI
Lonjakan Harga Picu Suspensi
Salah satu saham yang paling menjadi sorotan adalah PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS). BEI menghentikan sementara perdagangan saham BBSS mulai 8 Januari 2026 setelah saham tersebut mencatat kenaikan harga kumulatif yang dinilai signifikan dalam waktu relatif singkat.
Pada penutupan perdagangan Rabu (7/1), saham BBSS melonjak 16,80% ke level Rp730. Jika ditarik dalam periode sepekan, penguatan saham ini bahkan mencapai 83,42%, sebuah lonjakan yang dinilai cukup ekstrem oleh otoritas bursa. Pergerakan harga tersebut memicu perhatian serius karena terjadi tanpa adanya keterbukaan informasi material yang signifikan dari emiten.
Langkah Cooling Down
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa suspensi dilakukan sebagai langkah pendinginan pasar. Tujuannya agar investor memiliki waktu yang memadai untuk mencermati kembali informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi lebih lanjut.
Menurutnya, langkah ini juga penting untuk menekan potensi risiko yang muncul akibat euforia pasar berlebihan. Dengan adanya suspensi, BEI berharap harga saham dapat kembali mencerminkan kondisi pasar yang lebih wajar.
Lima Saham Lain Ikut Disuspensi
Selain BBSS, BEI juga menjatuhkan suspensi terhadap lima saham lainnya yang mencatat lonjakan harga tajam dalam periode singkat. Saham-saham tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari energi, infrastruktur, hingga agribisnis.
ARKO dan SIPD Melonjak Signifikan
Saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) ditutup menguat 16,85% ke level Rp10.750. Dalam kurun satu pekan, saham ARKO mencatat kenaikan hingga 80,67%, sehingga masuk dalam radar pengawasan BEI. Lonjakan ini dinilai cukup agresif dan memerlukan perhatian ekstra dari pelaku pasar.
Sementara itu, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) juga mengalami penguatan signifikan. Saham SIPD naik 9,92% ke Rp1.330, dengan kenaikan mingguan mencapai 18,22%. Meski kenaikannya tidak setinggi saham lain, BEI tetap menilai pergerakan tersebut perlu dikendalikan.
GRPM, BIPI, dan FIRE Tak Luput dari Suspensi
Saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) turut dikenakan suspensi setelah ditutup menguat 9,91% ke level Rp122. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah melonjak 45,24%, sebuah kenaikan yang dinilai cukup signifikan untuk saham berkapitalisasi kecil.
Lonjakan paling tajam tercatat pada saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Saham BIPI ditutup naik 7,78% ke Rp180, dengan kenaikan mingguan mencapai 109,30%. Persentase tersebut menjadikan BIPI sebagai salah satu saham dengan lonjakan tertinggi dalam periode tersebut.
Adapun PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) juga disuspensi setelah sahamnya menguat 10,26% ke Rp258, dengan penguatan mingguan sebesar 54,49%. BEI menilai pergerakan saham FIRE terjadi terlalu cepat dan memerlukan jeda perdagangan.
Ruang Lingkup Suspensi Perdagangan
Berlaku di Pasar Reguler dan Tunai
BEI menegaskan bahwa suspensi terhadap enam saham tersebut berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Selama masa penghentian sementara perdagangan, investor tidak dapat melakukan transaksi jual beli atas saham-saham tersebut.
Suspensi bersifat sementara dan akan dicabut setelah BEI menilai kondisi pasar kembali kondusif serta informasi yang dibutuhkan investor telah tersedia secara memadai.
Tujuan Perlindungan Investor
Langkah penghentian sementara perdagangan dilakukan untuk memberikan ruang bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih rasional. BEI menilai lonjakan harga yang terlalu cepat berpotensi meningkatkan risiko kerugian, khususnya bagi investor ritel yang cenderung mengikuti tren jangka pendek.
BEI Ingatkan Pentingnya Keterbukaan Informasi
Investor Diminta Lebih Cermat
Yulianto Aji Sadono kembali mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk emiten dan investor, agar selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan tercatat. Informasi material yang jelas dan tepat waktu dinilai sangat penting untuk menjaga efisiensi pasar serta mencegah spekulasi berlebihan.
Fenomena Awal Tahun
Lonjakan harga saham di awal tahun kerap terjadi seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan masuknya dana baru ke pasar modal. Namun demikian, BEI menegaskan bahwa pergerakan harga tetap harus mencerminkan mekanisme pasar yang wajar dan didukung oleh informasi yang memadai.
Melalui langkah suspensi ini, BEI berharap stabilitas pasar modal Indonesia dapat terus terjaga, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap integritas dan kredibilitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.






