Emas Turun 0,26% di Sesi AS

Harga futures emas melemah 0,26% di sesi perdagangan AS seiring penguatan dolar AS. Simak level support, resistance, serta pergerakan perak dan tembaga terbaru.

KabarPialang – Harga futures emas mencatat pelemahan moderat selama sesi perdagangan Amerika Serikat pada Selasa. Kontrak emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan di level USD4.602,64 per troy ons, turun sekitar 0,26% pada saat penulisan. Koreksi ini terjadi setelah emas sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap dinamika dolar AS dan ekspektasi kebijakan moneter global.

Pelemahan emas di sesi AS bukanlah pergerakan yang berdiri sendiri. Pasar komoditas secara umum tengah menyesuaikan posisi setelah reli yang cukup kuat pada periode sebelumnya. Investor tampak melakukan aksi ambil untung sembari menunggu katalis lanjutan yang dapat memberikan arah harga yang lebih jelas.

Pergerakan Harga dan Level Teknis Emas

Level Support dan Resistance

Dari sisi teknikal, emas diperkirakan memiliki area support kuat di kisaran USD4.415,00 per troy ons. Level ini menjadi zona penting yang berpotensi menahan tekanan jual apabila koreksi berlanjut. Sementara itu, area resistance terdekat berada di sekitar USD4.643,34 per troy ons, yang dapat menjadi penghalang bagi emas untuk kembali melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

Pergerakan harga emas yang masih berada di atas area support utama menunjukkan bahwa tren jangka menengah belum sepenuhnya berubah. Namun, kegagalan menembus resistance berulang kali mengindikasikan adanya tekanan jual yang masih cukup signifikan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Sentimen pasar saat ini cenderung berimbang antara faktor pendukung dan penekan harga emas. Di satu sisi, emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan harga logam mulia tersebut.

Penguatan Dolar AS Menekan Harga Emas

Indeks Dolar AS Berjangka yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat naik sekitar 0,30% ke level 98,92. Penguatan dolar AS ini membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menurunkan daya tarik emas dalam jangka pendek.

Secara historis, hubungan antara emas dan dolar AS cenderung berlawanan arah. Ketika dolar menguat, emas sering kali mengalami tekanan. Kondisi inilah yang terlihat pada sesi AS kali ini, di mana kenaikan indeks dolar beriringan dengan pelemahan harga futures emas.

Perak Melonjak Tajam, Tembaga Ikut Menguat

Kinerja Perak yang Impresif

Berbeda dengan emas, harga futures perak justru mencatat kenaikan signifikan. Kontrak perak untuk penyerahan Maret melonjak sekitar 2,68% dan diperdagangkan di level USD87,37 per troy ons. Kenaikan tajam ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap perak, baik sebagai aset investasi maupun sebagai komoditas industri.

Perak kerap bergerak lebih volatil dibanding emas, sehingga potensi kenaikan maupun penurunan harganya cenderung lebih besar. Dalam sesi ini, perak tampak mendapatkan dukungan dari optimisme terhadap permintaan industri dan sentimen positif di pasar logam.

Harga Tembaga Ikut Menguat

Selain perak, tembaga juga menunjukkan penguatan. Kontrak tembaga untuk penyerahan Maret naik sekitar 0,30% dan diperdagangkan di level USD6,01 per pon. Kenaikan harga tembaga sering dikaitkan dengan ekspektasi permintaan global, khususnya dari sektor industri dan infrastruktur.

Penguatan tembaga mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, meskipun terdapat ketidakpastian di pasar keuangan global.

Prospek Emas ke Depan

Fokus pada Data dan Kebijakan Global

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter global serta pergerakan dolar AS. Investor akan mencermati berbagai data ekonomi utama yang berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga dan inflasi.

Apabila dolar AS melanjutkan penguatan, emas berpotensi kembali tertekan menuju area support. Sebaliknya, jika dolar melemah atau ketidakpastian global meningkat, emas berpeluang kembali mendapatkan dukungan sebagai aset safe haven.

Strategi Investor

Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor cenderung mengadopsi strategi yang lebih selektif. Penggunaan level support dan resistance menjadi penting untuk menentukan titik masuk dan keluar. Dengan volatilitas yang masih cukup tinggi, manajemen risiko menjadi kunci dalam bertransaksi di pasar emas dan logam mulia lainnya.

Related Posts

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Harga minyak dunia melemah di sesi Asia. WTI turun 0,26% ke USD60,99 per barel, Brent ikut terkoreksi. Simak level support, resistance, dan prospek harga minyak terbaru. KabarPialang – Harga futures minyak…

Tren Kilang Minyak Global 2025, Fakta di Era Transisi Energi

Industri kilang minyak global masih tumbuh di era transisi energi. Kapasitas meningkat, bergeser ke Asia dan Timur Tengah, Indonesia hadapi tantangan besar. KabarPialang – Transisi energi global kerap dipersepsikan sebagai awal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 2 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

IHSG Naik 0,35% ke 9.064

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 4 views
IHSG Naik 0,35% ke 9.064

Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 3 views
Harga Minyak Dunia Turun 0,26% di Asia, WTI Terseret ke USD60

Emas Turun 0,26% di Sesi AS

  • By Team
  • January 14, 2026
  • 5 views
Emas Turun 0,26% di Sesi AS

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

  • By Team
  • January 13, 2026
  • 7 views
Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya