Dana asing masuk RI mencapai Rp3,79 triliun pada 29 Oktober 2025. Investor global kembali memborong saham-saham unggulan seperti EXCL, BBCA, dan BMRI, mendorong IHSG menguat ke level 8.166. Simak daftar 10 saham yang paling diburu asing!
KabarPialang – Pasar modal Indonesia kembali bergairah setelah dana asing masuk RI dalam jumlah besar, mencapai Rp3,79 triliun pada perdagangan Rabu (29/10/2025). Arus modal asing yang deras ini menjadi salah satu faktor utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan data RTI, IHSG naik 73,59 poin (0,91%) ke posisi 8.166,22, setelah bergerak di kisaran 8.042,63–8.169,13 sepanjang sesi perdagangan. Kinerja positif ini memperlihatkan bahwa kepercayaan investor global terhadap ekonomi Indonesia terus meningkat, terutama di tengah stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
IHSG Menguat di Tengah Masuknya Dana Asing Jumbo
Kenaikan IHSG kali ini terjadi di tengah meningkatnya partisipasi investor asing. Dari total 811 saham yang diperdagangkan, 355 saham menguat, 316 terkoreksi, dan 140 stagnan. Aktivitas transaksi juga melonjak dengan total 28,15 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 2,23 juta kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi Rp21,18 triliun.
Momentum positif ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku pasar kembali melihat Indonesia sebagai destinasi menarik di kawasan Asia Tenggara, baik dari sisi valuasi saham maupun potensi pertumbuhan jangka panjang.
Detail Aliran Dana Asing Masuk RI
Sepanjang perdagangan kemarin, investor asing mencatatkan net buy jumbo Rp3,79 triliun di seluruh pasar.
- Rp2,55 triliun berasal dari pasar negosiasi dan tunai.
- Rp1,23 triliun lainnya berasal dari pasar reguler.
Aliran dana asing masuk RI ini menjadi bukti bahwa investor global menilai prospek ekonomi Indonesia tetap kuat, terutama setelah serangkaian data makro yang menunjukkan pertumbuhan stabil dan inflasi terjaga di bawah 3%. Dukungan stabilitas nilai tukar rupiah di bawah Rp15.500/USD juga menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik aset berdenominasi rupiah.
10 Saham yang Paling Diborong Asing
Berdasarkan data dari Stockbit, berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan 29 Oktober 2025:
| No | Kode Saham | Nama Emiten | Nilai Beli Bersih (Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | EXCL | PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk | 2,47 triliun |
| 2 | BBCA | PT Bank Central Asia Tbk | 976,47 miliar |
| 3 | BMRI | PT Bank Mandiri Tbk | 237,50 miliar |
| 4 | MDKA | PT Bumi Resources Minerals Tbk | 152,14 miliar |
| 5 | BRMS | PT Bumi Resources Minerals Tbk | 60,25 miliar |
| 6 | UNVR | PT Unilever Indonesia Tbk | 53,78 miliar |
| 7 | PTRO | PT Petrosea Tbk | 41,80 miliar |
| 8 | UNTR | PT United Tractors Tbk | 32,12 miliar |
| 9 | EMAS | PT Merdeka Gold Resources Tbk | 30,54 miliar |
| 10 | PANI | PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk | 25,16 miliar |
Saham EXCL mencatatkan pembelian bersih terbesar senilai Rp2,47 triliun, menjadikannya primadona bagi investor asing. Kinerja solid dan ekspansi jaringan 5G yang agresif menjadikan sektor telekomunikasi salah satu yang paling prospektif di 2025.
Sektor Paling Diuntungkan dari Arus Modal Asing
Masuknya dana asing tidak terjadi secara merata. Investor global tampak fokus pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang:
- Perbankan: Saham BBCA dan BMRI menjadi pilihan utama karena profitabilitas tinggi dan stabilitas rasio kredit.
- Pertambangan: Emiten seperti MDKA, BRMS, dan UNTR menarik minat asing seiring kenaikan harga emas, nikel, dan batu bara global.
- Konsumsi: UNVR kembali dilirik karena konsumsi domestik meningkat menjelang akhir tahun.
- Infrastruktur dan Properti: PANI dan PTRO menjadi bukti optimisme investor terhadap sektor konstruksi dan pengembangan kawasan baru.
Kecenderungan investor asing memilih saham blue chip menunjukkan keinginan mereka untuk menempatkan dana pada aset yang lebih defensif dan berkapitalisasi besar.
Analisis: Mengapa Dana Asing Masuk RI Meningkat?
Fenomena derasnya dana asing masuk RI dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik:
- Kebijakan The Fed yang Dovish
Pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS membuat investor global mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar berkembang seperti Indonesia. - Fundamental Ekonomi Indonesia Stabil
Pertumbuhan ekonomi nasional yang konsisten di kisaran 5% dan inflasi terkendali memperkuat keyakinan investor jangka panjang. - Kinerja Emiten yang Solid
Laporan keuangan kuartal III dari bank besar, sektor tambang, dan telekomunikasi menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang sehat. - Kestabilan Nilai Tukar Rupiah
Rupiah yang relatif kuat di bawah Rp15.500/USD menambah kepercayaan investor terhadap aset berdenominasi rupiah.
Selain itu, faktor geopolitik yang relatif tenang di kawasan Asia juga membantu meningkatkan minat terhadap pasar Indonesia.
Prospek IHSG dan Strategi Investor
Masuknya dana asing jumbo memberikan sinyal positif terhadap arah IHSG dalam jangka menengah. Tekanan jual yang sebelumnya membayangi kini mulai mereda, membuka peluang bagi reli akhir tahun jika arus modal asing terus berlanjut.
Strategi bagi investor:
- Fokus pada saham likuid berfundamental kuat seperti BBCA, BMRI, EXCL, dan MDKA.
- Gunakan momentum dana asing masuk RI untuk akumulasi bertahap sebelum potensi rally akhir tahun.
- Tetap disiplin dalam manajemen risiko menghadapi volatilitas jangka pendek akibat faktor eksternal seperti kebijakan moneter global atau pergerakan harga komoditas.
Lonjakan dana asing masuk RI sebesar Rp3,79 triliun menjadi tanda positif bagi pasar modal Indonesia. Arus modal ini tidak hanya memperkuat posisi IHSG di zona hijau, tetapi juga menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi nasional.
Dengan dukungan fundamental ekonomi yang solid, stabilitas rupiah, dan kinerja positif emiten unggulan, IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan hingga akhir 2025. Momentum ini bisa menjadi peluang emas bagi investor domestik untuk memanfaatkan aliran modal asing yang semakin deras menuju Bursa Efek Indonesia.






