BEI Lepas Suspensi 6 Saham! IPAC, TRIN, ESTA Langsung Melejit hingga 120%

KabarPialang – Bursa Efek Indonesia kembali membuka suspensi 6 saham hari ini. IPAC, TRIN, dan ESTA langsung melonjak tajam hingga 120%! Simak daftar lengkap pergerakan saham setelah suspensi dicabut.

Pembukaan Suspensi Saham BEI Hari Ini

Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya membuka kembali perdagangan sejumlah saham yang sebelumnya terkena penghentian sementara alias suspensi saham BEI.
Langkah ini diambil setelah bursa menilai kondisi perdagangan dan kepatuhan administrasi masing-masing emiten sudah kembali memenuhi ketentuan.

“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00295/BEI.WAS/10-2025 tanggal 6 Oktober 2025 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Era Graharealty Tbk (IPAC) dan berdasarkan penilaian bursa, maka suspensi atas perdagangan saham PT Era Graharealty Tbk (IPAC) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai Sesi I tanggal 21 Oktober 2025,” tulis pengumuman resmi BEI.

Keputusan ini disambut positif oleh pelaku pasar. Begitu suspensi dicabut, beberapa saham langsung mencatat lonjakan harga signifikan di awal sesi perdagangan Selasa (21/10).

Kinerja Saham IPAC Usai Suspensi Dicabut

Begitu suspensi saham BEI atas PT Era Graharealty Tbk (IPAC) dicabut, sahamnya langsung melesat 9,70% ke Rp362 per saham.
Padahal sebelumnya IPAC telah mencatat kenaikan beruntun sebesar 10% ke Rp330, dengan lonjakan luar biasa 32% dalam sepekan dan 120% selama sebulan terakhir.

Lonjakan ini menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari investor ritel terhadap saham properti berkapitalisasi kecil yang kembali aktif diperdagangkan.
IPAC menjadi contoh nyata bagaimana pembukaan suspensi saham BEI bisa menjadi momentum spekulatif yang kuat bagi pelaku pasar.

Pergerakan Emiten Lain Setelah Suspensi Saham BEI Berakhir

Tak hanya IPAC, sejumlah saham lain juga kembali menguat usai suspensi dicabut oleh bursa.

1. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)

Saham TRIN sebelumnya melonjak 24,75% ke Rp252 dengan kenaikan 25% dalam sepekan dan 170,97% dalam sebulan. Setelah perdagangan dibuka kembali, TRIN naik 9,52% ke Rp276.
Analis menilai momentum ini menunjukkan optimisme terhadap sektor properti menengah yang mulai bangkit.

2. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK)

Saham FOLK sempat mencatat lonjakan 34,19% ke Rp208, naik 80,87% dalam sepekan dan 170,13% dalam sebulan. Namun setelah suspensi saham BEI berakhir, saham ini terkoreksi -9,62% ke Rp188.
Koreksi ini dianggap wajar setelah reli tajam sebelumnya, di tengah aksi ambil untung (profit taking).

3. PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI)

Saham ASLI juga mengalami volatilitas tinggi. Sebelum suspensi, sahamnya naik 34,97% ke Rp220 dengan lonjakan 144,44% dalam sepekan dan 340% dalam sebulan.
Setelah suspensi dibuka, ASLI anjlok -10% ke Rp198 karena tekanan jual jangka pendek.

4. PT Estee Gold Feet Tbk (EURO)

EURO menorehkan performa impresif. Pada perdagangan Jumat (17/10), saham ini naik 9,63% ke Rp535 dan terus menguat 4,67% ke Rp560 setelah suspensi dibuka.
Dalam sebulan, saham EURO sudah melonjak 89,72%, menandakan masih tingginya minat investor terhadap emiten sektor manufaktur.

5. PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA)

Saham ESTA sempat melejit 28,57% ke Rp162, mencatat lonjakan 110,39% dalam sepekan dan 157,14% selama sebulan terakhir.
Pada perdagangan Selasa (21/10), saham ESTA kembali naik 9,71% ke Rp226, menjadikannya salah satu saham yang paling aktif pasca pembukaan suspensi saham BEI.

Analisis Pasar dan Sentimen Investor

Fenomena pembukaan suspensi saham BEI seringkali diikuti volatilitas tinggi. Investor ritel yang haus momentum cepat biasanya langsung menyerbu saham-saham tersebut untuk memanfaatkan potensi swing trade.

Menurut analis pasar modal dari IDX Channel (tautan eksternal DoFollow), efek suspensi tidak hanya berdampak pada harga jangka pendek, tetapi juga pada reputasi dan persepsi terhadap emiten. Saham yang mampu bertahan stabil setelah suspensi dicabut biasanya memiliki fundamental yang cukup kuat.

“Kenaikan tajam usai suspensi sering kali lebih bersifat teknikal, bukan fundamental. Jadi investor tetap perlu berhati-hati dan memperhatikan risiko likuiditas,” jelas analis senior tersebut.

Selain itu, pembukaan kembali perdagangan menunjukkan bahwa BEI semakin tegas dan transparan dalam menegakkan aturan, sambil tetap memberi kesempatan kepada emiten untuk memperbaiki kinerja mereka.

Suspensi Saham BEI Jadi Peluang atau Risiko?

Kembalinya enam saham ke lantai bursa menandai sikap tegas namun adaptif dari Bursa Efek Indonesia.
Meski suspensi saham BEI dapat menjadi peluang bagi investor berani risiko, volatilitas tinggi dan ketidakpastian pasca pembukaan tetap perlu diwaspadai.

Untuk investor jangka panjang, pendekatan berbasis fundamental lebih disarankan dibanding mengejar reli sesaat.
Namun bagi trader harian, momentum pembukaan suspensi saham BEI bisa menjadi ladang profit menarik—asal disertai manajemen risiko ketat.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

One thought on “BEI Lepas Suspensi 6 Saham! IPAC, TRIN, ESTA Langsung Melejit hingga 120%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 5 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 4 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026