ADHI Raup Kontrak Baru 2025 Rp14,1 Triliun

ADHI mencatat kontrak baru Rp14,1 triliun hingga November 2025, didominasi proyek pemerintah dan gedung.

KabarPialang – Kontrak Baru ADHI 2025 mencatat lonjakan signifikan setelah PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan perolehan kontrak baru hingga November 2025 yang mencapai Rp14,1 triliun. Nilai ini melonjak tajam dibandingkan posisi Oktober 2025 yang masih berada di Rp7,8 triliun. Kenaikan lebih dari 80% dalam satu bulan tersebut menandai momentum penting bagi perseroan yang tengah memperkuat portofolio pekerjaan di tengah persaingan industri konstruksi yang semakin ketat.

Lonjakan ini juga menunjukkan keberhasilan strategi ADHI dalam mengamankan proyek strategis, terutama yang bersumber dari pemerintah, seiring percepatan pembangunan infrastruktur nasional menjelang tahun anggaran baru. Dengan nilai kontrak yang terus tumbuh, perseroan menegaskan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi yang mampu menjaga kinerja positif di tengah tantangan seperti kenaikan biaya material dan dinamika pendanaan proyek.

Komposisi Kontrak Berdasarkan Jenis Proyek

Dominasi Proyek Gedung dalam Portofolio 2025

Komposisi Kontrak Baru ADHI 2025 didominasi oleh proyek Gedung, yang menyumbang porsi terbesar yaitu 65% dari total kontrak baru. Dominasi ini sejalan dengan fokus pemerintah dan BUMN dalam membangun fasilitas publik, gedung pemerintahan, dan infrastruktur sosial yang tengah digalakkan di berbagai daerah.

Di luar proyek gedung, ADHI juga memperoleh kontrak dari beberapa sektor lain, antara lain:

  • 20% proyek Infrastruktur
  • 5% proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction)
  • 10% proyek kategori lainnya

Proporsi tersebut menggambarkan bahwa meskipun sektor infrastruktur tetap menjadi pilar penting industri konstruksi nasional, proyek gedung menjadi motor utama pertumbuhan ADHI pada 2025. Hal ini tidak lepas dari banyaknya tender pembangunan fasilitas negara dan proyek instansi pemerintahan yang tengah diprioritaskan, termasuk beberapa proyek di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sumber Pendanaan Proyek ADHI Tahun 2025

Proyek Pemerintah Jadi Penopang Utama

Jika ditinjau berdasarkan sumber pendanaan, Kontrak Baru ADHI 2025 sebagian besar berasal dari sektor publik. Komposisi pendanaannya terdiri dari:

  • 74% proyek pemerintah
  • 19% proyek BUMN/BUMD
  • 7% proyek swasta

Dominasi proyek pemerintah tersebut menunjukkan bahwa ADHI masih menjadi salah satu kontraktor andalan dalam merealisasikan program-program pembangunan nasional. Selain itu, tingginya proporsi proyek pemerintah memberi kepastian pembayaran dan risiko yang lebih rendah dibandingkan proyek swasta, terutama untuk pekerjaan berskala besar dan multiyears.

Dukungan proyek dari BUMN dan BUMD yang mencapai hampir 20% juga memperlihatkan bahwa ADHI memiliki hubungan kerja yang kuat dengan banyak entitas negara lainnya. Sementara itu, kontribusi sektor swasta yang sebesar 7% tetap memberi ruang bagi diversifikasi portofolio agar tidak hanya bertumpu pada anggaran negara.

Kinerja Berdasarkan Lini Bisnis ADHI

Engineering & Konstruksi Masih Jadi Motor Utama

Kontribusi terbesar dalam Kontrak Baru ADHI 2025 berasal dari lini bisnis Engineering & Konstruksi, yang menyumbang 93% dari total kontrak baru. Dominasi ini mencerminkan kekuatan inti ADHI sebagai perusahaan konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan gedung, jembatan, fasilitas umum, dan struktur teknis lainnya.

Sementara itu, kontribusi lini bisnis lainnya meliputi:

  • 4% dari Property & Hospitality
  • 1% dari Manufaktur
  • 2% dari Investasi & Konsesi

Meski proporsinya kecil, ketiga lini usaha lainnya menunjukkan bahwa ADHI tetap berupaya mengembangkan bisnis pendukung yang dapat memberikan pendapatan tambahan dan nilai jangka panjang. Namun secara keseluruhan, fokus utama perusahaan pada 2025 masih jelas tertuju pada konstruksi sebagai penggerak pendapatan terbesar.

Proyek-Proyek Strategis yang Mendorong Lonjakan Kontrak Baru

Daftar Proyek Pemerintah dengan Nilai Kontrak Signifikan

ADHI berhasil mengamankan sejumlah proyek strategis pemerintah yang berperan besar dalam peningkatan Kontrak Baru ADHI 2025. Beberapa proyek tersebut antara lain:

1. Pembangunan Gedung & Kawasan Lembaga Legislatif dan Yudikatif di IKN

Proyek ini menjadi tulang punggung kenaikan kontrak karena memiliki kompleksitas tinggi dan nilai pekerjaan yang besar. Pembangunan fasilitas pemerintahan di IKN menjadi salah satu fokus utama pemerintah sehingga menciptakan peluang besar bagi kontraktor besar seperti ADHI.

2. Sekolah Rakyat Tahap II di Jawa Tengah

Proyek pendidikan ini memperluas portofolio ADHI di sektor sosial dan menunjukkan kontribusinya terhadap pembangunan fasilitas publik berbasis masyarakat.

3. Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tahap II

Proyek yang berhubungan dengan infrastruktur kesehatan ini mencerminkan peningkatan kebutuhan fasilitas penunjang layanan publik dan menjadi bagian penting dari prioritas kesehatan nasional.

4. Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru

Sektor pembangunan instansi pemerintah selalu menjadi pasar stabil bagi ADHI, dan proyek ini menjadi salah satu pekerjaan strategis yang mendorong kenaikan kontrak.

Strategi ADHI Memperkuat Portofolio pada 2025

Penguatan Kinerja Operasional dan Keuangan

Sekretaris Perusahaan ADHI, Rozi Sparta, menegaskan bahwa peningkatan Kontrak Baru ADHI 2025 merupakan bukti keberhasilan strategi perusahaan dalam memperkuat keberlanjutan pertumbuhan usaha. Menurutnya, pipeline proyek yang semakin solid akan menjadi fondasi bagi kinerja operasional dan finansial yang lebih kuat pada tahun mendatang.

Beberapa fokus strategis ADHI meliputi:

  • Memperkuat portofolio jangka panjang
  • Meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi proyek
  • Menjaga arus kas melalui pengendalian risiko kontrak
  • Mendukung pembangunan infrastruktur nasional secara aktif

Dengan kombinasi proyek berskala besar, dukungan pemerintah, dan strategi bisnis yang lebih solid, ADHI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan kontraknya hingga akhir tahun.

Kontrak Baru ADHI 2025 yang mencapai Rp14,1 triliun hingga November menunjukkan kinerja solid perusahaan dalam mengamankan proyek strategis. Dominasi proyek pemerintah, kontribusi kuat dari lini konstruksi, serta penguatan portofolio melalui proyek berskala nasional menjadi bukti bahwa ADHI berada di jalur yang tepat untuk terus tumbuh.

Related Posts

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

IHSG hari ini Selasa 13 Januari 2026 dibuka menguat 0,69% ke level 8.946. Mayoritas saham naik, SOTS pimpin top gainers. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa,…

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

Saham RMKE diproyeksikan menuju Rp10.000 seiring ekspansi logistik batu bara, efisiensi capex, dan dukungan regulasi. Simak profil dan pemiliknya. KabarPialang – Optimisme terhadap saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus meningkat…

One thought on “ADHI Raup Kontrak Baru 2025 Rp14,1 Triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

  • By seo
  • February 4, 2026
  • 2 views
Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 6 views
SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 6 views
Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 6 views
BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 6 views
OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 7 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89