Wall Street 3 Indeks Bergerak Mixed Jelang Keputusan The Fed

Tiga indeks utama Wall Street bergerak mixed menjelang keputusan suku bunga The Fed. Dow turun 0,38%, S&P 500 melemah tipis, sementara Nasdaq naik tipis didorong saham teknologi.

KabarPialang – Perdagangan di Wall Street pada Selasa berakhir dengan pergerakan yang tidak seragam. Investor terlihat berhati-hati menjelang keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve, sehingga pasar cenderung bergerak terbatas dan hati-hati.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,38% ke posisi 47.560,29, menandakan adanya aksi ambil untung dan sikap waspada. S&P 500 juga terkoreksi 0,09% menjadi 6.840,51, menunjukkan bahwa mayoritas saham berkapitalisasi besar bergerak tipis. Sebaliknya, Nasdaq Composite justru mencatat kenaikan ringan 0,13% ke 23.576,49, didukung oleh performa saham-saham teknologi yang masih mampu menjaga momentum meskipun volatilitas meningkat.

Hasil mixed tersebut mencerminkan kecenderungan investor untuk menunggu arah kebijakan The Fed sebelum melakukan langkah besar di pasar.

Respons Pasar terhadap The Fed

Pertemuan kebijakan The Fed yang berlangsung selama dua hari menjadi pusat perhatian pelaku pasar global. Banyak yang memperkirakan bank sentral AS akan memberikan pernyataan dengan nuansa lebih hawkish mengingat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Walaupun tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai, levelnya masih berada di atas target The Fed yang sebesar 2%. Situasi ini memperkecil peluang bank sentral melonggarkan kebijakan secara agresif dalam waktu dekat.

Mayoritas pelaku pasar memprediksi pemotongan suku bunga hanya sebesar 25 basis poin. Namun, komentar pejabat The Fed yang saling bertolak belakang—antara yang mewaspadai lonjakan inflasi dan yang mengingatkan potensi pelemahan pasar tenaga kerja—membuat arah kebijakan menjadi kurang jelas dan meningkatkan ketidakpastian.

Faktor Geopolitik dan Teknologi

Selain isu moneter, hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali memberikan sentimen tambahan bagi pasar. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintah akan membuka akses ekspor chip Nvidia H200 ke China.

Namun laporan lain menunjukkan bahwa pemerintah China tengah mempertimbangkan pembatasan terhadap teknologi tersebut. Dinamika ini membuat saham-saham teknologi bergerak tidak seragam, meski beberapa saham chip tetap menopang kenaikan Nasdaq.

Sektor teknologi sangat sensitif terhadap kebijakan ekspor dan persaingan teknologi global. Ketidakpastian tersebut menunjukkan betapa faktor geopolitik masih berpengaruh besar terhadap kinerja saham-saham berbasis teknologi.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan berada di sekitar 87%, menurut pandangan para pelaku pasar. Ekspektasi ini mencerminkan keyakinan bahwa The Fed masih akan bergerak ke arah pelonggaran, meski tidak signifikan.

Biasanya, kabar terkait penurunan suku bunga memberikan dorongan bagi saham pertumbuhan, terutama teknologi. Namun periode kali ini berbeda karena investor menilai risiko inflasi yang masih belum mereda serta adanya sinyal ekonomi yang masih campuran.

Jeff Schulze dari ClearBridge menilai bahwa pasar cenderung melihat The Fed tidak akan terlalu dovish kali ini, terutama karena data lowongan pekerjaan masih berada pada tingkat yang relatif tinggi. Kondisi tersebut membuat ruang bagi penurunan suku bunga yang lebih besar menjadi semakin kecil.

Data Tenaga Kerja dan Sentimen Bisnis

Data terbaru dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan mengalami kenaikan tipis. Meski peningkatannya tidak besar, data tersebut belum cukup memberikan gambaran pasti tentang kekuatan pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, laporan NFIB mengungkapkan bahwa banyak pelaku usaha kecil berencana membuka lowongan baru dalam waktu dekat, yang menandakan optimisme sektor usaha kecil masih bertahan.

Namun bagi The Fed, kondisi ini bisa menjadi pedang bermata dua. Jika pasar tenaga kerja terlalu kuat, inflasi berpotensi kembali meningkat. Sebaliknya, jika melemah tiba-tiba, kekhawatiran resesi bisa membesar. Kombinasi faktor ini membuat keputusan The Fed menjadi semakin rumit.

Prospek Pergerakan Pasar

Arah pergerakan pasar dalam waktu dekat sangat ditentukan oleh hasil keputusan dan proyeksi The Fed terhadap perekonomian. Jika keputusan sesuai ekspektasi pasar, reaksi kemungkinan akan terbatas. Namun pernyataan yang lebih hawkish bisa memicu koreksi pada indeks utama.

Saham-saham teknologi diperkirakan tetap menjadi fokus pergerakan, namun volatilitas cenderung meningkat sejalan dengan isu geopolitik dan regulasi ekspor chip.

Selain itu, pasar juga akan menantikan data inflasi terbaru serta laporan kinerja emiten besar menjelang akhir tahun.

Penutupan Wall Street yang bervariasi mencerminkan suasana pasar yang penuh kewaspadaan menjelang keputusan penting dari The Fed. Investor memilih menahan diri sambil mencermati kombinasi faktor yang memengaruhi pasar, mulai dari inflasi, kondisi tenaga kerja, hingga tensi geopolitik AS-China.

Meski indeks teknologi mampu bergerak positif, pasar secara keseluruhan bergerak hati-hati. Keputusan The Fed dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu utama arah sentimen pasar jangka pendek.

Related Posts

IHSG Menguat 0,69% ke 8.946

IHSG hari ini Selasa 13 Januari 2026 dibuka menguat 0,69% ke level 8.946. Mayoritas saham naik, SOTS pimpin top gainers. KabarPialang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa,…

Saham RMKE Menuju 10.000, Ini Profil & Pemiliknya

Saham RMKE diproyeksikan menuju Rp10.000 seiring ekspansi logistik batu bara, efisiensi capex, dan dukungan regulasi. Simak profil dan pemiliknya. KabarPialang – Optimisme terhadap saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus meningkat…

One thought on “Wall Street 3 Indeks Bergerak Mixed Jelang Keputusan The Fed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

  • By seo
  • February 4, 2026
  • 2 views
Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 6 views
SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 6 views
Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 6 views
BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 6 views
OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 7 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89