Suspensi Saham DOOH, 3 Emiten Disetop BEI Usai Lonjakan Harga

Suspensi Saham DOOH diberlakukan BEI bersama TIRT dan INTA setelah lonjakan harga ekstrem dalam sebulan terakhir. Cooling down dilakukan untuk melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

KabarPialang – Suspensi Saham DOOH kembali menjadi sorotan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan beberapa saham yang mengalami kenaikan harga tidak wajar. Kebijakan ini diberlakukan pada 10 Desember 2025 sebagai tindakan perlindungan bagi investor.

BEI menilai bahwa lonjakan yang terjadi pada saham-saham tersebut bukan hanya agresif, tetapi juga menunjukkan pola kenaikan yang signifikan dalam waktu singkat. Suspensi Saham DOOH diterapkan sebagai bentuk cooling down agar pelaku pasar dapat menilai informasi secara lebih objektif sebelum mengambil keputusan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BEI untuk meningkatkan transparansi dan stabilitas pasar modal Indonesia.

Kenaikan Harga Saham DOOH yang Tidak Wajar

Suspensi Saham DOOH dilakukan setelah harga saham PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mengalami lonjakan yang sangat cepat. Pada penutupan perdagangan 9 Desember 2025, saham DOOH ditutup di level Rp288 per saham atau naik 4,35% dalam satu hari.

Namun yang lebih mencolok adalah kenaikan dalam sepekan dan sebulan terakhir:

  • Naik 33,33% dalam sepekan
  • Melesat 102,82% dalam sebulan

Lonjakan ini memicu sinyal peringatan dari BEI karena peningkatan kumulatif yang dinilai tidak sejalan dengan informasi publik yang tersedia. Suspensi Saham DOOH diambil untuk memberikan jeda dan mencegah potensi risiko bagi investor ritel yang mungkin terpancing euforia kenaikan harga.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab BEI dalam menjaga pasar tetap kondusif. Dengan suspensi, investor diharapkan memiliki waktu untuk menilai ulang data, fundamental, serta keterbukaan informasi dari emiten.

TIRT dan INTA Juga Disuspensi BEI

Tidak hanya DOOH yang terkena dampak kebijakan cooling down. Dua emiten lain, yaitu PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) dan PT Intraco Penta Tbk (INTA), juga mengalami suspensi setelah mencatat kenaikan harga yang agresif.

Kenaikan Saham TIRT

  • Naik 9,28% ke level Rp106 dalam satu hari
  • Menguat 55,88% dalam sepekan
  • Melesat 140,91% dalam sebulan

Kenaikan Saham INTA

  • Melonjak 9,38% ke Rp105 dalam satu hari
  • Naik 56,72% dalam sepekan
  • Meroket 176,32% dalam sebulan

Kenaikan tajam pada kedua saham tersebut memperkuat alasan BEI dalam menerapkan langkah suspensi. Dengan demikian, suspensi Saham DOOH, TIRT, dan INTA dilakukan secara serentak di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Alasan dan Mekanisme Cooling Down BEI

Cooling down adalah mekanisme yang digunakan BEI untuk menghentikan sementara perdagangan saham yang mencatat pergerakan tidak wajar. Suspensi Saham DOOH dan dua emiten lainnya dilakukan berdasarkan pengawasan harga kumulatif.

Tindakan ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi volatilitas ekstrem
  • Memberikan waktu bagi investor untuk menganalisis ulang informasi
  • Menyediakan ruang untuk meminimalisir risiko spekulatif
  • Menjaga integritas pasar modal

Cooling down bukanlah bentuk hukuman, melainkan upaya menjaga fairness di pasar. BEI juga memberikan imbauan kepada emiten untuk meningkatkan kualitas dan ketepatan waktu dalam memberikan keterbukaan informasi kepada publik.

Dampak Suspensi Saham DOOH terhadap Investor

Penerapan suspensi Saham DOOH memberikan dampak langsung kepada investor, terutama mereka yang memiliki posisi jangka pendek. Di sisi lain, kebijakan ini memberikan kesempatan untuk melakukan penilaian ulang secara lebih rasional.

Beberapa dampak yang umum terjadi akibat suspensi antara lain:

1. Likuiditas Sementara Terhambat

Investor tidak dapat memperdagangkan saham tersebut selama masa suspensi, sehingga strategi dagang—terutama yang berbasis momentum—menjadi tertunda.

2. Sentimen Pasar Menjadi Lebih Hati-Hati

Suspensi biasanya diikuti peningkatan kewaspadaan pelaku pasar, terutama jika kenaikan harga sebelumnya dianggap tidak berbasis fundamental.

3. Evaluasi Fundamental Semakin Penting

Setelah suspensi dicabut, investor cenderung lebih selektif dan fokus pada data fundamental serta prospek bisnis emiten.

Suspensi seringkali justru menjadi momentum introspeksi bagi investor untuk tidak terjebak pada euforia kenaikan harga tanpa analisis yang memadai.

Suspensi Saham DOOH, TIRT, dan INTA oleh BEI adalah langkah tegas untuk menjaga stabilitas dan perlindungan investor di tengah lonjakan harga yang tidak wajar. Dengan kenaikan signifikan dalam waktu singkat, cooling down menjadi mekanisme penting agar pasar tetap sehat dan transparan.

Tindakan suspensi ini diharapkan dapat menciptakan pasar modal yang lebih reliabel, sekaligus memberikan kesempatan bagi semua pelaku pasar untuk menilai kondisi emiten secara objektif dan rasional. Ke depan, investor diimbau lebih memperhatikan keterbukaan informasi serta menghindari keputusan berbasis spekulasi tanpa analisis.

Related Posts

BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

BWPT menyalurkan tambahan modal Rp180 miliar ke anak usaha PT Manunggal Adi Jaya sebagai penguatan struktur permodalan grup. Simak detail transaksi, dampak bisnis, dan profil perusahaan. KabarPialang – PT Eagle High…

OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

OJK memberi persetujuan prinsip kepada CIMB Niaga (BNGA) untuk memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi Bank Umum Syariah. Simak detail proses, regulasi, dan dampaknya bagi industri perbankan syariah Indonesia. KabarPialang –…

One thought on “Suspensi Saham DOOH, 3 Emiten Disetop BEI Usai Lonjakan Harga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

  • By seo
  • February 4, 2026
  • 2 views
Emas Antam Rebound Kuat, Investor Kembali Masuk Setelah Penurunan Tajam

SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 5 views
SRTG Pangkas NRCA 750.000 Saham

Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

  • By Team
  • January 20, 2026
  • 5 views
Wall Street Libur 19/1, Laba Emiten Jadi Penentu Arah Pasar 2026

BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 5 views
BWPT Suntik Modal Anak Usaha Rp180 Miliar

OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

  • By Team
  • January 19, 2026
  • 5 views
OJK Setujui Spin Off CIMB Niaga Syariah 2026

Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89

  • By Team
  • January 15, 2026
  • 6 views
Bisnis-27 Naik 0,44% ke 567,89