Grainger FY25, Pendapatan Sewa Bersih Naik 12% dan Dividen Tumbuh 10%

Grainger Plc melaporkan pertumbuhan pendapatan sewa bersih 12% menjadi £123,6 juta di FY25, dividen naik 10% menjadi 8,31 pence, dan tingkat hunian mencapai 98,1%. Temukan analisis lengkap kinerja dan prospek saham Grainger.

KabarPialang – Grainger Plc, pemilik properti residensial terkemuka di Inggris, melaporkan hasil keuangan untuk tahun fiskal 2025 (FY25) yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pendapatan sewa bersih dan dividen bagi pemegang saham. Laporan ini menegaskan posisi Grainger sebagai pemimpin di industri properti residensial, sekaligus menyoroti strategi manajemen yang berhasil menjaga pertumbuhan yang konsisten. Pendapatan sewa bersih yang naik sebesar 12% mencerminkan kombinasi portofolio yang kuat, tingkat hunian tinggi, dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Pendapatan Sewa Bersih dan EPRA Naik 12%

Untuk FY25, Grainger mencatat pendapatan sewa bersih sebesar £123,6 juta, meningkat dari £110,1 juta pada tahun fiskal sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan portofolio properti yang sehat dan manajemen aset yang efektif. Selain itu, pendapatan EPRA, yang menjadi ukuran standar kinerja pemilik properti residensial, meningkat 12% menjadi £53,7 juta, dengan EPRA per saham naik menjadi 7,3 pence dari 6,5 pence pada FY24. Kenaikan ini menegaskan bahwa strategi pertumbuhan Grainger tetap konsisten, meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang, termasuk ketidakpastian ekonomi makro dan fluktuasi suku bunga.

Kenaikan Dividen 10% Menjadi 8,31 Pence

Grainger juga menaikkan dividen sebesar 10% menjadi 8,31 pence, menandai pertumbuhan dividen ke-20 berturut-turut. Selama satu dekade terakhir, Grainger telah mendistribusikan sekitar £345 juta kepada pemegang saham. Kenaikan dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja keuangan yang solid, tetapi juga menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan pengembalian jangka panjang yang stabil kepada investor. CEO Helen Gordon menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan dan dividen menunjukkan fokus Grainger pada pemberian rumah berkualitas serta layanan unggulan bagi pelanggan, sambil tetap memberikan hasil yang disesuaikan dengan risiko bagi pemegang saham.

Tingkat Hunian dan Margin EBITDA Meningkat

Tingkat hunian portofolio Grainger meningkat menjadi 98,1%, naik dari 97,4% pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan daya tarik properti perusahaan bagi penyewa, yang mencari kualitas hunian dan layanan pelanggan yang baik. Selain itu, margin EBITDA meningkat menjadi 55,5% dari 54,0%, mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik dan manfaat skala dari manajemen portofolio yang matang. Margin yang sehat memberikan fleksibilitas bagi Grainger untuk menginvestasikan kembali dalam pengembangan properti dan strategi pertumbuhan jangka panjang, serta menjaga stabilitas finansial bagi investor.

Pertumbuhan Sewa Like-for-Like dan Stabilitas Aset

Pertumbuhan sewa like-for-like di seluruh portofolio mencapai 3,6%, sedikit menurun dari 4,4% pada paruh pertama tahun ini. Meski ada perlambatan, angka ini masih mencerminkan tren pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Nilai aset bersih Grainger tetap stabil pada 298 pence, meskipun terjadi penjualan aset berhasil senilai £169 juta sekitar nilai buku. Stabilitas aset ini menunjukkan bahwa Grainger mengelola portofolionya dengan hati-hati, menyeimbangkan antara realisasi nilai dan pertumbuhan berkelanjutan.

Neraca Kuat dan Strategi Leverage

Grainger mempertahankan neraca yang solid dengan biaya utang tetap berada di kisaran mid-3% hingga FY29. Perusahaan merencanakan pengurangan leverage sebesar £300-350 juta, dengan target rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 8x dan loan-to-value sebesar 30%. Strategi ini menunjukkan manajemen yang berhati-hati dan konservatif, menjaga fleksibilitas finansial untuk menghadapi potensi tekanan pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang tanpa mengorbankan stabilitas perusahaan.

Proyeksi FY26 dan Strategi Pertumbuhan

Untuk FY26, Grainger memperkirakan pertumbuhan sewa akan selaras dengan rata-rata historis jangka panjang, yaitu 3-3,5%. Prediksi ini mencerminkan pendekatan realistis perusahaan terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan, sambil tetap menjaga kualitas properti dan kepuasan penyewa. CEO Helen Gordon menekankan, “Fokus kami untuk menyediakan rumah dan layanan yang bagus bagi pelanggan serta pengembalian yang disesuaikan dengan risiko bagi pemegang saham tercermin dalam pertumbuhan pendapatan +12%, pendapatan sewa bersih +12%, dan dividen +10%.”

Hasil FY25 Grainger menunjukkan kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi operasional, dan pengembalian pemegang saham yang kuat. Beberapa poin utama:

  • Pendapatan sewa bersih naik 12% menjadi £123,6 juta.
  • Pendapatan EPRA per saham meningkat menjadi 7,3 pence.
  • Dividen naik 10% menjadi 8,31 pence, menandai pertumbuhan dividen ke-20 berturut-turut.
  • Tingkat hunian stabil di 98,1%, margin EBITDA naik menjadi 55,5%.
  • Neraca kuat dengan biaya utang mid-3%, dan rencana pengurangan leverage hingga FY29.

Prospek FY26 tetap positif, dengan pertumbuhan sewa diharapkan berada pada kisaran 3-3,5%, mencerminkan fokus perusahaan pada pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Strategi Grainger yang matang, termasuk manajemen portofolio yang efektif, pengelolaan modal yang bijaksana, dan distribusi dividen yang konsisten, menunjukkan komitmen terhadap kepuasan penyewa dan nilai jangka panjang bagi investor.

Dengan fondasi keuangan yang kuat dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, Grainger diposisikan dengan baik untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar properti residensial Inggris sekaligus memberikan pengembalian yang konsisten bagi para pemegang sahamnya di masa depan.

Related Posts

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Jefferies memproyeksikan lonjakan server AI global dan menilai empat produsen Taiwan—Foxconn, Wiwynn, Quanta, Wistron akan jadi penerima manfaat utama. KabarPialang – Permintaan server AI global terus meningkat seiring pesatnya adopsi kecerdasan…

Harga Minyak Anjlok 1,42% di Asia: Tekanan Market Semakin Kuat Jelang Akhir Pekan

Harga minyak mentah turun 1,42% di sesi Asia. WTI jatuh ke $58,16 per barel sementara Brent melemah ke $62,56. Sentimen pasar tetap bearish. KabarPialang – Harga minyak mentah kembali mengalami…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 3 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 5 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 4 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026