PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengklarifikasi isu pendanaan akuisisi SPBU Esso senilai USD 1 miliar. Simak klarifikasi lengkap dan strategi besar Chandra Asri dalam memperluas bisnis energi terintegrasi di Asia Tenggara
KabarPialang – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait isu pendanaan akuisisi SPBU Esso senilai USD 1 miliar. Kabar yang menyebutkan bahwa Global Atlantic ditunjuk sebagai pendana ternyata tidak berasal dari perusahaan.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Erri Dewi Riani, General Manager of Legal & Corporate Secretary TPIA, menegaskan bahwa informasi tersebut bukan merupakan pernyataan resmi dari perseroan.
“Menanggapi pemberitaan dalam media massa, bersama ini kami sampaikan bahwa Perseroan selalu terbuka terhadap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Namun, informasi yang beredar tersebut bukan berasal dari kami,” ujar Erri, dikutip Kamis (13/11).
Penjelasan Manajemen TPIA: Informasi Tak Resmi dari Perseroan
Dalam klarifikasinya, Erri Dewi Riani menjelaskan bahwa Chandra Asri (TPIA) senantiasa menjaga transparansi informasi kepada publik. Hingga saat ini, belum ada informasi material yang belum disampaikan secara resmi oleh perseroan.
“Hingga saat ini, tidak terdapat informasi penting lainnya yang belum kami umumkan kepada publik,” tegasnya.
Penegasan ini menunjukkan komitmen TPIA sebagai emiten yang patuh terhadap prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik. Di tengah dinamika pasar modal, langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan stabilitas saham TPIA.
Komitmen terhadap Regulasi Pasar Modal
Sebagai perusahaan publik, Chandra Asri memastikan setiap aksi korporasi, termasuk rencana akuisisi SPBU Esso, akan dilakukan sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Erri menegaskan:
“Tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang dapat mempengaruhi kelangsungan operasional dan harga saham Perseroan.”
Pernyataan ini memperkuat posisi Chandra Asri sebagai perusahaan yang taat regulasi dan menjaga kredibilitasnya di mata investor. Dalam dunia investasi, kepatuhan terhadap regulasi menjadi aspek krusial untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan reputasi perusahaan publik.
Strategi Akuisisi SPBU Esso: Langkah Besar di Energi Terpadu
Sebelumnya, Chandra Asri Group telah menandatangani Sale and Purchase Agreement (SPA) untuk mengakuisisi jaringan SPBU bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura.
Transaksi tersebut dilakukan melalui special purpose vehicle (SPV) di bawah anak usaha yang sepenuhnya dimiliki oleh Chandra Asri Group.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi bisnis jangka panjang Chandra Asri untuk memperkuat posisi di sektor energi dan mobilitas masa depan. Dengan mengakuisisi jaringan ritel bahan bakar, Chandra Asri memperluas ekosistem bisnisnya di luar industri petrokimia, menuju model bisnis energi terintegrasi yang lebih berkelanjutan.
Visi Ekspansi Energi dan Mobilitas Masa Depan
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menilai akuisisi SPBU Esso sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem energi regional.
“Ekspansi kami ke ekosistem bahan bakar ritel di Singapura merupakan langkah strategis dalam membangun platform terintegrasi untuk pertumbuhan regional,” ujarnya.
Menurut Erwin, iklim usaha Singapura yang stabil dan kompetitif memberikan fondasi kuat bagi Chandra Asri untuk tumbuh sebagai pemimpin solusi energi, manufaktur, dan infrastruktur di Asia Tenggara.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan Aster, melalui infrastruktur terintegrasi yang mencakup kilang minyak dan fasilitas manufaktur hilir berteknologi tinggi, akan memperkuat ketahanan energi dan efisiensi operasional perusahaan di masa depan.
Langkah ini juga menunjukkan arah baru Chandra Asri untuk menjadi pemain kunci dalam ekosistem energi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Analisis: Dampak bagi Pasar dan Saham TPIA
Rencana Chandra Asri akuisisi SPBU Esso dinilai sebagai strategi yang dapat memperluas basis pendapatan dan diversifikasi portofolio bisnis energi di luar sektor petrokimia.
Beberapa analis menilai bahwa langkah ekspansi ini berpotensi memberikan nilai tambah signifikan bagi Chandra Asri Group, antara lain:
- Memperkuat rantai pasok energi di kawasan Asia Tenggara, terutama melalui integrasi vertikal antara produksi bahan bakar dan distribusi ritel.
- Meningkatkan efisiensi operasional, karena Chandra Asri dapat mengoptimalkan sinergi antara sektor petrokimia, energi, dan distribusi bahan bakar.
- Meningkatkan valuasi saham TPIA dalam jangka menengah hingga panjang, berkat prospek pertumbuhan dan ekspansi ke pasar internasional.
Meski begitu, investor masih menantikan pengumuman resmi terkait sumber pendanaan dan struktur transaksi akuisisi, yang akan menentukan sejauh mana dampaknya terhadap kinerja keuangan perseroan.
Klarifikasi resmi dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menegaskan bahwa isu mengenai penunjukan Global Atlantic sebagai pendana akuisisi SPBU Esso tidak berasal dari perusahaan.
Meski demikian, langkah ekspansi ini tetap menjadi bagian dari strategi jangka panjang Chandra Asri Group untuk memperkuat bisnis energi, meningkatkan ketahanan operasional, dan memperluas jangkauan regional.
Dengan komitmen terhadap transparansi, kepatuhan regulasi, serta visi menjadi pemimpin energi dan manufaktur terintegrasi, Chandra Asri menunjukkan arah transformasi yang jelas menuju ekosistem energi masa depan yang berkelanjutan.







