Bursa Eropa Naik 1,3%, Investor Sambut Akhir Shutdown Pemerintah AS

Bursa Eropa melonjak 1,3% ke rekor tertinggi setelah Senat AS menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri shutdown terpanjang dalam sejarah Amerika.

KabarPialang – Bursa saham Eropa ditutup menguat ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (11/11), didorong oleh optimisme investor setelah tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS). Kenaikan tajam ini juga menandai momentum positif bagi pasar global yang sebelumnya sempat dilanda ketidakpastian fiskal di Washington.

Mengutip laporan Reuters, Rabu (12/11), Indeks Stoxx 600 Eropa melonjak 1,3% menjadi 580,13, mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam enam bulan terakhir. Hampir seluruh sektor utama di kawasan tersebut mencatatkan penguatan, dipimpin oleh saham-saham keuangan, energi, dan industri.

Akhir Shutdown AS Picu Euforia Pasar

Optimisme investor meningkat setelah Senat AS menyetujui kesepakatan anggaran yang memulihkan pendanaan federal dan secara resmi mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS. Keputusan ini menandai berakhirnya kebuntuan politik yang telah menghentikan sebagian besar layanan publik dan menunda publikasi berbagai data ekonomi penting.

Dengan berakhirnya shutdown, investor kini menantikan rilis ulang data ekonomi resmi AS, termasuk inflasi, penjualan ritel, dan klaim pengangguran, yang sempat tertunda selama lebih dari dua pekan. Data tersebut dipandang krusial untuk mengukur arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di sisa tahun ini.

“Penyelesaian shutdown memberi sinyal stabilitas fiskal jangka pendek dan memungkinkan pemerintah kembali fokus pada kebijakan ekonomi,” ujar Carsten Brzeski, Kepala Ekonom ING Jerman. “Pasar sangat merespons positif karena ketidakpastian yang menekan risk appetite akhirnya berakhir.”

Saham Eropa Catat Kenaikan Lebar

Sektor keuangan memimpin kenaikan, dengan indeks perbankan Eropa naik lebih dari 2% seiring meningkatnya prospek aktivitas ekonomi dan permintaan pinjaman korporasi. Saham HSBC, BNP Paribas, dan Deutsche Bank mencatatkan penguatan antara 1,5–2,3%.

Sementara itu, saham energi juga naik mengikuti rebound harga minyak global. Brent crude diperdagangkan mendekati US$84 per barel, setelah laporan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS dan meningkatnya permintaan bahan bakar dari Eropa menjelang musim dingin.

Adapun sektor otomotif dan barang mewah juga mencatatkan kinerja solid. Saham Volkswagen, Mercedes-Benz, dan Stellantis masing-masing menguat lebih dari 2%, sementara LVMH dan Kering naik lebih dari 1,8% berkat meningkatnya permintaan di pasar Asia.

“Kami melihat hasil yang lebih baik dari perkiraan untuk beberapa sektor Eropa yang sebelumnya tertekan, terutama merek mewah dan produsen mobil,” kata Ipek Ozkardeskaya, Analis Pasar Senior di Swissquote Bank. “Namun, musim laporan keuangan kali ini tetap bercampur, dan risiko bagi pasar euro masih ada karena ketegangan dagang dan prospek pertumbuhan ekonomi yang masih lesu.”

SoftBank Jual Saham Nvidia, Tekan Sentimen Global

Di sisi lain, pasar global sempat tertekan oleh kabar bahwa SoftBank Group menjual saham Nvidia senilai US$5,8 miliar, yang memicu kekhawatiran investor terhadap valuasi tinggi saham teknologi. Meski langkah tersebut berdampak lebih besar di Wall Street, sentimen kehati-hatian sempat merembet ke pasar Eropa.

“Yang menyelamatkan kawasan euro hari ini adalah eksposur yang lebih kecil terhadap saham teknologi dibandingkan Amerika Serikat,” ujar Ozkardeskaya. “Investor Eropa relatif terlindungi karena struktur indeksnya lebih terdiversifikasi.”

Kinerja Emiten Individual

Beberapa emiten besar Eropa mencatatkan pergerakan signifikan. Saham Vodafone melonjak hampir 4% setelah perusahaan telekomunikasi itu menaikkan proyeksi laba tahunan, didorong oleh peningkatan permintaan layanan data dan perbaikan kondisi ekonomi di Jerman.

Sebaliknya, saham INWIT, operator menara telekomunikasi asal Italia, melemah 2,1% setelah menurunkan proyeksi pendapatan untuk tahun 2026 akibat kenaikan biaya operasional dan tekanan kompetitif.

Kinerja perusahaan sektor bahan baku juga positif, dengan Rio Tinto dan ArcelorMittal masing-masing naik sekitar 1,7%, didorong oleh peningkatan harga logam industri dan prospek permintaan dari Tiongkok yang mulai pulih.

Investor Masih Waspada terhadap Prospek Jangka Menengah

Meski euforia pasar cukup kuat, sejumlah analis memperingatkan bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa masih cukup besar. Inflasi yang masih tinggi, tekanan biaya energi, serta lemahnya ekspor membuat outlook kawasan euro tetap berhati-hati.

“Pemulihan Eropa masih rapuh,” kata Peter Garnry, Kepala Strategi Ekuitas di Saxo Bank. “Jika The Fed atau Bank Sentral Eropa (ECB) mengambil langkah kebijakan yang terlalu agresif, reli ini bisa cepat kehilangan momentumnya.”

Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian hubungan dagang antara AS dan Tiongkok juga berpotensi menjadi faktor risiko tambahan bagi pasar global.

Outlook ke Depan

Dengan berakhirnya shutdown di AS dan potensi stabilisasi kebijakan fiskal, pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia. Data inflasi dan tenaga kerja AS yang akan segera dirilis diperkirakan menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan pasar global.

Analis memperkirakan Stoxx 600 dapat mempertahankan momentum penguatan jangka pendek, terutama jika data ekonomi menunjukkan stabilitas harga dan tidak ada kejutan dari The Fed. Namun, volatilitas tetap mungkin meningkat menjelang akhir tahun seiring dinamika politik dan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

One thought on “Bursa Eropa Naik 1,3%, Investor Sambut Akhir Shutdown Pemerintah AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 5 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 4 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026