Harga perak melemah pada 7 November 2025 di tengah kuatnya Dolar AS. Pola symmetrical triangle mengindikasikan potensi tekanan jual lanjutan XAGUSD.
KabarPialang – Harga perak (XAGUSD) bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (7/11/2025), di tengah optimisme pasar global yang menahan penguatan Dolar AS. Walaupun sempat mencatatkan kenaikan tipis di awal sesi Asia, pergerakan harga perak diperkirakan tidak akan bertahan lama karena tekanan dari fundamental ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih kuat.
Pergerakan harga yang terbatas ini menunjukkan bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting dari AS, seperti inflasi dan penjualan ritel, yang berpotensi memberikan arah baru bagi logam mulia termasuk perak.
Penguatan Perak Hanya Moderat di Tengah Stabilnya Dolar AS
Dolar AS sempat melemah ringan di awal sesi Asia akibat meningkatnya sentimen risiko di pasar global. Kondisi ini mendorong sebagian investor beralih ke aset berisiko seperti saham, yang sempat menekan nilai tukar Dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Namun, penurunan tersebut tidak bertahan lama setelah munculnya data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi.
Rilis data sektor tenaga kerja dan aktivitas jasa yang solid mengindikasikan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh. Hal ini memperkecil peluang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang, sehingga membuat Dolar AS kembali stabil dan menahan penguatan harga perak.
Kondisi makroekonomi ini membuat potensi kenaikan harga perak terbatas, mengingat logam mulia cenderung bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS. Selain itu, imbal hasil obligasi AS (US Treasury yield) yang tetap tinggi juga menekan minat terhadap aset tanpa bunga seperti perak.
Dengan The Fed yang tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi, investor memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Situasi ini menjadi hambatan tambahan bagi harga perak untuk melanjutkan kenaikan signifikan dalam waktu dekat.
Analisis Teknis: Pola Symmetrical Triangle Munculkan Potensi Bearish
Dari sisi teknikal, pola symmetrical triangle mulai terbentuk pada grafik H1. Pola ini menandakan fase konsolidasi yang sering kali diikuti oleh pergerakan kuat setelah harga keluar dari area pola tersebut. Dalam konteks saat ini, arah dominan masih menunjukkan kecenderungan bearish.
Harga perak gagal menembus area resistance jangka pendek di 48.87, memperkuat potensi tekanan jual baru jika harga kembali bergerak di bawah area 48.50. Momentum negatif (bearish momentum) masih dominan selama harga tidak mampu menembus batas atas pola tersebut.
Formasi lower high pada timeframe intraday juga mendukung potensi kelanjutan tren turun menuju area support berikutnya di bawah 47.30. Selama tekanan jual tetap terjaga, perak berpeluang melanjutkan penurunan menuju kisaran psikologis di 46.60.
Trade Plan – Strategi Transaksi Teknis
| Parameter | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| SELL Area | 48.526 – 48.873 | Area potensial untuk entry sell |
| Stop Loss (SL) | 49.371 | Diletakkan di atas resistance kuat |
| Take Profit 1 (TP1) | 48.070 | Target konservatif |
| Take Profit 2 (TP2) | 47.339 | Target moderat |
| Take Profit 3 (TP3) | 46.614 | Target agresif jika tekanan berlanjut |
Selama harga masih bergerak di bawah area resistance 48.90, tekanan jual diperkirakan akan tetap berlanjut. Namun, apabila terjadi breakout di atas 49.40, maka skenario bearish perlu dievaluasi kembali karena hal itu bisa memicu short covering rally menuju area 49.80–50.00.
Strategi yang direkomendasikan untuk saat ini adalah SELL on Rally, terutama ketika harga mendekati area 48.80–49.00 dengan konfirmasi penolakan (rejection) di level resistance.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi XAGUSD
1. Data Ekonomi AS yang Kuat
Data makro AS menjadi faktor penentu utama arah Dolar AS dan harga logam mulia. Rilis laporan ketenagakerjaan dan indeks jasa yang solid memperkuat persepsi bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Dolar AS yang relatif stabil membuat harga perak sulit menembus level resistance penting.
2. Permintaan Industri yang Melambat
Perak tidak hanya berfungsi sebagai aset investasi, tetapi juga memiliki peran besar di sektor industri, terutama dalam pembuatan panel surya, komponen elektronik, dan peralatan medis. Namun, menjelang akhir tahun 2025, permintaan dari sektor industri menunjukkan perlambatan ringan, terutama di Tiongkok dan Eropa. Hal ini turut membatasi potensi penguatan harga perak secara fundamental.
3. Ketidakpastian Geopolitik Global
Biasanya, ketegangan geopolitik menjadi pendorong harga logam mulia. Namun kali ini, investor tampak lebih memilih emas (gold) sebagai aset lindung nilai utama dibandingkan perak. Hal ini membuat XAGUSD kehilangan sebagian daya tariknya di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Prospek Ke Depan: Bias Bearish Masih Dominan
Selama harga masih tertahan di bawah resistance kunci 48.90, bias teknikal perak tetap negatif. Pola symmetrical triangle yang terbentuk mendukung potensi penurunan lanjutan menuju area 47.30–46.60.
Namun, pelaku pasar perlu memperhatikan potensi false breakout di sekitar batas pola tersebut, terutama menjelang rilis data ekonomi utama AS seperti inflasi (CPI) dan penjualan ritel yang dapat memicu volatilitas tinggi.
Jika tekanan jual berlanjut, harga perak berpotensi menguji kembali area psikologis di bawah $47 per ons — level yang sebelumnya menjadi titik pantulan kuat pada pertengahan Oktober 2025. Di sisi lain, jika muncul rebound teknikal akibat aksi ambil untung, area resistance 49.00–49.40 kemungkinan akan menjadi penghalang utama sebelum tren turun berlanjut.
Harga perak (XAGUSD) saat ini masih menghadapi tekanan jual di tengah kuatnya Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang stabil di level tinggi. Pola symmetrical triangle di timeframe H1 mengindikasikan potensi kelanjutan tren bearish.
Selama harga tetap berada di bawah resistance 48.90, peluang SELL on Rally masih menjadi strategi utama, dengan target bertahap menuju area 47.30 – 46.60.
Namun, pelaku pasar tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi volatilitas yang meningkat menjelang data ekonomi penting AS yang dapat mengubah arah jangka pendek harga perak.






