Tirta Mahakam Resources (TIRT) Kantongi Izin Kemenhub, Teken Kontrak Kapal Rp5,5 Miliar!

KabarPialang – PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) resmi mengantongi izin usaha angkutan laut dari Kemenhub dan meneken dua perjanjian sewa kapal senilai total Rp5,5 miliar. Langkah ini memperkuat ekspansi TIRT di sektor maritim Indonesia.

Tirta Mahakam Resources TIRT resmi menandai langkah strategisnya di sektor maritim nasional. Perusahaan yang selama ini dikenal di industri kehutanan dan energi itu kini mengantongi Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis Tirta Mahakam Resources TIRT, dari yang sebelumnya fokus di pengelolaan sumber daya alam menuju sektor transportasi laut nasional. Dengan perizinan baru ini, TIRT semakin memperluas diversifikasi usahanya dan memperkuat posisi di rantai pasok logistik maritim Indonesia.

TIRT Resmi Kantongi Izin dari Kemenhub

Dalam keterangannya, Sekretaris Perusahaan Tirta Mahakam Resources TIRT, Jackson Indrawan, mengonfirmasi bahwa izin tersebut diterbitkan pada 17 Oktober 2025 oleh Kemenhub.

“Pada tanggal 17 Oktober 2025, Perseroan telah memperoleh SIUPAL dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yang menandai dimulainya kegiatan usaha Perseroan di bidang angkutan laut dalam negeri,” ujar Jackson.

Dengan diterbitkannya izin ini, Tirta Mahakam Resources TIRT kini berhak menjalankan aktivitas pengangkutan laut antar pelabuhan dalam negeri. Perusahaan pun siap mengoperasikan armadanya untuk melayani pengangkutan logistik dan komoditas secara profesional di seluruh wilayah perairan Indonesia.

Izin SIUPAL ini menjadi sinyal kuat bahwa TIRT kini telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi dan kesiapan operasional untuk berkompetisi di industri pelayaran nasional.

Teken Dua Perjanjian Sewa Kapal Rp5,5 Miliar

Bersamaan dengan keluarnya izin tersebut, Tirta Mahakam Resources TIRT juga menandatangani dua perjanjian sewa kapal dengan nilai total mencapai Rp5,5 miliar.

Perjanjian pertama dilakukan dengan PT Guna Harapan Lestari dengan nilai Rp250 juta per bulan, sedangkan perjanjian kedua dilakukan dengan PT Lima Srikandi Jaya dengan nilai Rp5,25 miliar per bulan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan TIRT untuk segera mengoptimalkan izin yang baru diperoleh dengan menjalankan kegiatan operasional secara nyata. Melalui kontrak-kontrak tersebut, TIRT memperkuat jejaring bisnis pelayaran dalam negeri dan membuka peluang kemitraan di sektor logistik maritim yang terus berkembang.

Model Bisnis Angkutan Laut TIRT: Freight Charter & Time Charter

Dalam menjalankan aktivitas pelayaran, Tirta Mahakam Resources TIRT mengadopsi dua model utama, yaitu freight charter dan time charter.

  • Freight Charter adalah sistem penyewaan kapal berdasarkan muatan atau volume kargo yang diangkut.
  • Time Charter adalah sistem penyewaan kapal berdasarkan durasi atau waktu tertentu.

Menurut Jackson, saat ini Tirta Mahakam Resources TIRT menyewakan kapal kepada perusahaan afiliasi, PT Lima Srikandi Jaya, yang telah memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). Skema yang digunakan adalah time charter, di mana kapal disewakan dalam jangka waktu tertentu untuk kebutuhan logistik pertambangan.

Lebih lanjut, TIRT juga tengah dalam proses memperoleh izin IUJP secara mandiri. Dengan izin ini, perusahaan akan dapat memperluas layanannya ke sektor pengangkutan komoditas tambang dengan skema freight charter, sehingga menambah sumber pendapatan baru di masa depan.

Pendapatan Baru dari Sektor Maritim

Dengan resmi beroperasinya bisnis pelayaran pada 17 Oktober 2025, Tirta Mahakam Resources TIRT akan mulai membukukan pendapatan berkelanjutan dari sektor maritim.

“Perseroan akan membukukan pendapatan dari kegiatan usaha sejak tanggal tersebut secara berkesinambungan, dan diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan serta kinerja Perseroan ke depan,” jelas Jackson.

Ekspansi ke bisnis pelayaran ini menjadi langkah penting bagi TIRT dalam upaya diversifikasi pendapatan dan penguatan arus kas jangka panjang. Selain membuka peluang bisnis baru, kegiatan pelayaran juga berpotensi memberikan sinergi positif dengan lini bisnis energi dan logistik yang sudah lebih dulu dijalankan.

Ekspansi Bisnis dan Strategi Jangka Panjang

Ekspansi Tirta Mahakam Resources TIRT ke sektor pelayaran bukanlah langkah spontan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun portofolio bisnis logistik maritim yang terintegrasi.

Sebelumnya, TIRT telah merampungkan pembelian 20 unit kapal yang akan memperkuat armadanya dalam mendukung kegiatan transportasi laut.

Dengan semakin banyaknya armada dan dukungan izin operasional dari Kemenhub, TIRT menargetkan mampu melayani pengangkutan berbagai jenis komoditas strategis, seperti batubara, bahan tambang, dan logistik industri lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan visi TIRT untuk menjadi perusahaan energi dan logistik maritim terkemuka yang mampu bersaing secara nasional maupun regional.

Tantangan dan Prospek Industri Maritim

Industri pelayaran nasional kini tengah menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, volume angkutan laut domestik meningkat rata-rata lebih dari 7% per tahun dalam tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekspor-impor, pengiriman bahan tambang, serta penguatan rantai pasok logistik nasional.

Bagi Tirta Mahakam Resources TIRT, kondisi ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis di bidang transportasi laut, logistik tambang, dan distribusi energi. Ekspansi ke sektor ini juga mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Dengan berhasil memperoleh izin usaha pelayaran dari Kemenhub dan menandatangani kontrak sewa kapal senilai Rp5,5 miliar, Tirta Mahakam Resources TIRT resmi memantapkan langkahnya di sektor maritim.

Langkah ini bukan hanya memperluas cakupan bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi strategis menuju diversifikasi usaha yang berkelanjutan.
Dengan prospek industri pelayaran yang terus tumbuh, TIRT berpotensi mencetak peningkatan pendapatan yang signifikan dan memperkuat kinerja keuangannya dalam jangka panjang.

Related Posts

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

PHK massal terjadi di perusahaan Eropa 2025 akibat ekonomi lesu. Simak daftar perusahaan dan dampaknya bagi tenaga kerja. KabarPialang – Perlambatan ekonomi yang melanda banyak negara di Eropa membuat sejumlah perusahaan…

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Inflasi Australia 2025 naik menjadi 3,8%, memicu kekhawatiran ekonomi. Simak dampak dan prediksi RBA menghadapi tekanan global. KabarPialang – Inflasi Australia 2025 menjadi salah satu topik ekonomi global yang paling disorot.…

One thought on “Tirta Mahakam Resources (TIRT) Kantongi Izin Kemenhub, Teken Kontrak Kapal Rp5,5 Miliar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 2 views
PHK Perusahaan Eropa 2025: Dampak Ekonomi Lesu

Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

  • By Team
  • November 28, 2025
  • 4 views
Inflasi Australia 2025 Mencapai 3,8%: Dampak dan Prediksi Ekonomi

Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 4 views
Lonjakan Permintaan Server AI, Jefferies Soroti 4 Saham Taiwan Paling Diuntungkan

Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

  • By Team
  • November 27, 2025
  • 7 views
Wall Street Menguat, 6 Faktor Penggerak Reli Jelang Thanksgiving

Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 5 views
Outlook Kuat 2026: Morgan Stanley Prediksi EUR/NOK Tetap Datar

Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026

  • By Team
  • November 26, 2025
  • 6 views
Deutsche Bank Perkirakan Dolar Melemah 6% hingga 2026